Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Loading

Doa dan Pengakuan Ezra (Ezra 9:5; 10:4)

Seseorang tidak dapat membaca doa yang luar biasa ini dengan sungguh-sungguh tanpa benar-benar digerakkan oleh Roh Kudus. Doa ini dipanjatkan kepada Allah pada saat dipersembahkan korban pada sore hari.

Ezra mengoyakkan pakaiannya dan jubahnya. Ia sangat marah sebab dosa-dosa umat Israel. Di hadapan semua orang ia mengakui dosa umatnya dan dosa nenek moyangnya. Karena Allah telah memberikan kepada mereka "tempat menetap di tempat-Nya yang kudus", ia berdoa untuk suatu pembaruan (Ezra 9:8). Ia bersukacita karena kemurahan raja-raja Persia (Ezra 9:9). Ia mengakui bahwa orang Israel telah melupakan hukum-hukum Allah. Mereka belum menyembah berhala, tetapi mereka telah melangsungkan perkawinan campuran dengan orang-orang yang kafir dan Allah melalui nabi-nabinya sudah melarang hal itu (Ezra 9:11). Ia meminta orang Israel untuk tidak melanjutkan perkawinan seperti itu (Ezra 9:12). Ia mengakui bahwa Allah telah menghukum mereka kurang daripada yang sepatutnya mereka terima (Ezra 9:13). Ia bersama orang Israel memohon supaya bangsa itu tidak usah dipelihara jika mereka melanjutkan dosa itu (Ezra 9:14). Ia meringkaskan doanya dengan menyatakan bahwa Allah itu benar dan oleh karena itu orang Israel tidak dapat menghadap ke hadirat-Nya karena dosa mereka (Ezra 9:15).

Doa Ezra, yang berasal dari Roh Allah, menyebabkan jemaat orang Israel yang besar jumlahnya yang terdiri dari pria dan wanita berhimpun dan mengaku dosa sambil menangis (Ezra 10:1). Sekhanya (mungkin merupakan salah satu dari para pemimpin yang mempraktekkan kawin campuran) mengakui dosa umatnya. Ia berkata kepada Ezra, "Namun demikian sekarang juga masih ada harapan bagi Israel." Dan ia mengikat perjanjian dengan Allah untuk mengusir semua istri kafir yang tidak percaya itu (Ezra 10:3). Sekhaya mendorong Ezra dan ia membuat orang-orang bersumpah bahwa mereka akan memegang teguh perjanjian itu.

Jadi kita lihat bahwa doa seseorang yang berasal dari Roh Allah menghasilkan suatu kebangunan rohani di antara mereka yang tinggal di Yehuda dan Benyamin.

Komentar