Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Mintalah kepada Tuan yang Empunya Tuaian

Baru-baru ini, kami makan malam dengan teman-teman yang bekerja menggalang dana untuk pergi ke ladang misi. Mereka telah melakukan presentasi-presentasi selama berbulan-bulan di berbagai gereja yang tak terhitung jumlahnya. Mereka telah menerima banyak komentar seperti, "Itu adalah presentasi yang hebat, tetapi kami tidak memiliki dana yang tersedia saat ini." Atau, "Ketika Anda sudah tiba di Zambia, kami akan mempertimbangkan untuk mendukung Anda."

Dalam frustrasi teman-teman saya, mereka terlalu baik untuk berkata "Bagaimana kami bisa ke ladang jika tak ada yang mengutus kami?" Mereka menjadi lelah dan putus asa. Dengan jelas Allah sudah memanggil mereka; mereka telah berdoa dengan rajin; mereka dilatih, dipersiapkan, dan siap untuk pergi; mereka telah membangun hubungan dengan pelayanan misionaris sebelumnya di negeri tersebut; tetapi, mereka terus "ditangguhkan" sampai dana tersedia.

Roma 10:14-15 (AYT) berkata, "Akan tetapi, bagaimana mereka akan berseru kepada Dia yang belum mereka percayai? Dan, bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia yang belum pernah mereka dengar? Dan, bagaimana mereka dapat mendengar, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan, bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kaki-kaki mereka yang datang membawa kabar baik.""

Tuhan Yesus Kristus sendiri memberikan kepada kita Amanat Agung - bukan sebagai suatu nasihat -- melainkan sebagai suatu PERINTAH! "Lalu, Yesus datang dan berkata kepada mereka, "Segala kuasa telah diberikan kepada-Ku, di surga maupun di bumi. Karena itu, pergilah dan muridkanlah semua bangsa, baptiskanlah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus, ajarkanlah mereka untuk menaati semua yang Aku perintahkan kepadamu; dan lihatlah, Aku selalu bersamamu, bahkan sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:18-20, AYT).

Tanggapan kita terhadap perintah ini hanyalah melakukan salah satu dari kedua hal berikut: kita yang pergi atau kita yang mengutus. Jika kita tidak melakukan salah satunya dari kedua hal ini, kita secara langsung menjadi tidak taat terhadap perintah itu!

Apakah kita adalah murid abad ke-21? Saya yakin ya. Sebagai murid-murid-Nya, harus selalu jadi hasrat kita untuk mendoakan apa yang ada dalam hati Tuhan. Umat yang hilang ada di dalam hati-Nya. Jadi Yesus berkata kepada kita, murid-murid-Nya dalam Matius 9:37-38 (AYT) "Sesungguhnya, panenan banyak, tetapi pekerja-pekerjanya sedikit. Karena itu, mintalah kepada Tuhan yang mempunyai panenan, untuk mengirimkan pekerja-pekerja dalam panenan-Nya." Ini bukanlah nasihat doa. Ini adalah perintah doa! Kita harus meminta Tuhan mengirim para pekerja. Merupakan keyakinan saya bahwa ketika kita berdoa kepada Tuhan untuk mengirimkan para misionaris kepada yang terhilang, kita harus mempertimbangkan untuk mendengarkan dengan saksama. Dia mungkin memanggil kita untuk memberikan tanggapan. Kita adalah kaki dan tangan Tuhan di dunia ini. Jika kita berdoa kepada-Nya untuk mengirim misionaris, Dia mungkin ingin bekerja melalui kita untuk mencapainya! Beberapa dari kita akan pergi dan sisanya akan mengutus. Kita seharusnya jangan pernah mendoakan orang lain untuk melakukan pengutusan kecuali kita yang pergi!

Kembali ke teman-teman misionaris saya yang sedang berjuang pergi ke Zambia. Jika setiap orang Kristen serius meminta kepada Tuan yang Empunya tuaian untuk mengutus pekerja karena Dia menginginkan kita untuk meminta, dan apabila kita serius untuk memenuhi Amanat Agung dengan pergi atau mengirimkan, hal ini tentu sama seperti Dia ingin kita pergi atau mengutus, dengan demikian tidak akan ada sebuah keluarga misionaris atau organisasi misi dan sejenisnya tanpa dukungan yang cukup untuk membuat pekerjaan mereka terselesaikan! Kita harus melakukan apa pun untuk menempatkan mereka dalam pelayanan dan memperhatikan mereka di sana -- sepenuhnya didanai dan terus didoakan.

Maukah Anda mendoakan doa berikut ini untuk mereka sebagai individu, keluarga, atau gereja?

Tuan yang Empunya tuaian, kami melihat bahwa ladang tuaian-Mu di seluruh bangsa dan bumi sudah matang! Kami rindu melihat kerajaan-Mu datang ke dunia dan melakukan semua yang kami bisa untuk mengikuti perintah-Mu untuk pergi ke seluruh bangsa. Bantu kami melayani-Mu dengan menjawab panggilan-Mu untuk pergi atau dengan murah hati memberi dana agar orang lain diutus. Semoga kami sebagai individu, keluarga, dan gereja-Mu merespons panggilan-Mu dengan cara apa pun Engkau memanggil kami. Kami ingin tuaian yang sangat berlimpah! Tunjukkanlah kepada kami bagaimana untuk bedoa secara efektif untuk perlindungan, keberanian, kecerahan, kesehatan, dan keberhasilan misionaris. Biarlah kami menyelaraskan diri kami dengan hati-Mu dan menanggapi orang yang membutuhkan! Kami berdoa agar hati kami taat pada kerinduan hati-Mu sehingga semua orang datang kepada pengetahuan akan kebenaran yang menyelamatkan -- Tuhan Yesus Kristus, yang dalam nama-Nya yang berkuasa kami berdoa. Amin.
Waktunya singkat! Jadilah seorang Kristen dunia yang:

BERDOA - terus-menerus
PERGI - sebagai tanggapan akan panggilan Allah
MENGUTUS - dengan murah hati dan sepenuh hati
(t_manda)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Harvest Prayer Ministry
Judul asli artikel : Ask the Lord of the Harvest
Alamat situs : http://www.harvestprayer.com/resources/articles/prayer-evangelism/ask-the-lord-of-the-harvest
Penulis artikel : Kim Butts
Tanggal akses : 4 Agustus 2017

Komentar