HARI 11: SEPULUH PERINTAH ALLAH (28 Februari 2026)

Play Audio

Hari ke-11: SEPULUH PERINTAH ALLAH

Salah satu cara utama Allah menarik umat muslim kepada-Nya adalah melalui studi Alkitab yang sederhana, yang menelusuri kisah Kitab Suci dari Penciptaan hingga Kebangkitan. Aplikasi Waha menyediakan kumpulan kisah Alkitab yang telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa. Selama tiga puluh hari ke depan, kita akan berdoa melalui kisah-kisah ini yang menyatakan Yesus, Sang Firman yang menjadi manusia.

Saat Anda membaca ayat-ayat yang mungkin sudah sangat dikenal, bayangkanlah dengan penuh doa bagaimana rasanya membacanya untuk pertama kali — melihat hikmat, kuasa, keindahan, dan otoritas Allah, lalu ditarik untuk percaya kepada Kristus dan menyerahkan kesetiaan kepada-Nya.

Berdoalah bagi umat dan tempat Anda sesuai dengan apa yang Tuhan nyatakan melalui bagian Alkitab hari ini:

Keluaran 20:1-17 (AYT)

Kemudian, Allah menyampaikan semua firman ini, kata-Nya, "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawamu keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan: Jangan ada padamu ilah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat berhala bagimu atau wujud apa pun yang ada di langit, di atas, atau di bumi, di bawah, atau di dalam air, di bawah bumi. Janganlah kamu menyembah atau beribadah kepadanya sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalas kesalahan ayah kepada anak-anaknya sampai keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku. Namun, Aku akan menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang yang mengasihi Aku dan yang menaati perintah-perintah-Ku. Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sia-sia karena TUHAN akan memandang bersalah siapa pun yang menyebut nama-Nya dengan sia-sia. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat. Selama enam hari kamu akan bekerja dan melakukan semua pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah Sabat TUHAN, Allahmu. Pada hari itu, kamu tidak boleh melakukan pekerjaan apa pun, kamu, ataupun anak laki-lakimu, ataupun anak perempuanmu, ataupun hamba laki-lakimu, ataupun hamba perempuanmu, ataupun ternakmu, ataupun orang asing yang ada di kotamu. Sebab, selama enam hari TUHAN menciptakan langit dan bumi, laut dan segala yang ada di dalamnya, lalu beristirahat pada hari ketujuh. Karena itu, TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. Hormatilah ayahmu dan ibumu supaya umurmu panjang di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. Jangan membunuh. Jangan berzina. Jangan mencuri. Jangan mengucapkan kesaksian dusta tentang sesamamu. Jangan mengingini rumah sesamamu, jangan mengingini istri sesamamu, hamba laki-lakinya atau perempuan, sapinya, keledainya, atau apa pun yang adalah milik sesamamu."

Imamat 6:1-7 (AYT)

Kemudian, TUHAN berfirman kepada Musa, firman-Nya, "Jika seseorang berdosa dan bertindak tidak setia kepada TUHAN dengan menipu sesamanya mengenai barang titipan, atau barang yang dipercayakan kepadanya, atau barang rampasan, atau dia telah memeras sesamanya, atau ketika dia menemukan barang yang hilang, tetapi berbohong mengenai hal itu dan dia bersumpah dusta mengenai segala hal yang dilakukan oleh seorang manusia sehingga dia berdosa karenanya, akan terjadi, karena dia telah berdosa dan bersalah, dia harus mengembalikan apa yang telah diambilnya, entah itu dengan merampas, memeras, mengambil barang yang dititipkan kepadanya, atau barang hilang yang ditemukan-nya, maupun barang yang atasnya dia bersumpah dusta itu. Dia harus membayar kembali semua barang itu sepenuhnya dan harus menambahkan seperlima dari harga barang-barang tersebut. Lalu, dia harus memberikannya kepada pemilik barang-barang itu pada hari dia mempersembahkan persembahan penebus salahnya. Dia harus membawa persembahan penebus salahnya bagi TUHAN kepada imam, yaitu seekor domba jantan yang tidak bercacat dari kawanannya, atau yang nilainya setara sebagai persembahan penebus salah. Imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN sehingga orang itu akan diampuni kesalahannya atas pelanggaran apa pun yang telah dia perbuat."

Apa yang diajarkan oleh bagian ini kepada kita tentang Allah,

Allah menghendaki hubungan dengan umat-Nya yang mencerminkan karakter-Nya kepada dunia. Sebagai Pencipta, Dia menetapkan hukum-hukum untuk menolong umat-Nya hidup sejahtera sebagai warga Kerajaan-Nya.

  • Berdoalah agar orang-orang di negeri ini memandang perintah-perintah Allah bukan sebagai ancaman terhadap kebebasan pribadi, tetapi sebagai pagar kasih yang melindungi dan menuntun mereka kepada kehidupan yang benar.

Apa yang diajarkan oleh bagian ini kepada kita tentang kemanusiaan,

Ayat ini juga mengajarkan bahwa Allah memandang kejahatan yang kita lakukan terhadap sesama sebagai pelanggaran terhadap iman kepada-Nya.

  • Berdoalah agar umat muslim di tempat ini mengenali citra Allah dalam diri orang-orang di sekitar mereka dan, sebagai wujud ketaatan kepada Allah, sungguh-sungguh mencari kebaikan sesama tanpa memanfaatkan mereka.
  • Berdoalah agar mereka menyadari setiap kali mereka melanggar hak orang lain, dan agar kesadaran tersebut menuntun mereka untuk menyadari kebutuhan mereka akan pengampunan Allah.

Ayat ini juga mengajarkan bahwa manusia sangat rentan menyembah sesuatu yang bukan Allah yang sejati, Pencipta langit dan bumi.

  • Berdoalah agar oleh kasih karunia Allah, umat muslim di negeri ini bertobat dari segala bentuk penyembahan berhala -- baik uang, kenyamanan, penghormatan manusia, kesombongan diri, maupun bentuk-bentuk lain.
  • Berdoalah agar kesadaran ini menuntun mereka kepada Kabar Baik tentang Yesus.

Pemahaman tentang bagaimana bagian ini berhubungan dengan umat Islam,

Amira adalah seorang muslim dari negara tetangga. Dia sering mengalami eksploitasi dan dimanfaatkan ketika bepergian jauh dari rumahnya. "Seorang sopir taksi mencoba mematok harga empat kali lipat dari harga seharusnya, dan ketika aku memprotesnya, dia berkata, 'Kamu muslim kaya dari negara lain, kamu punya minyak, kamu pasti bisa membayarnya.' Aku membenci orang-orang di negeri ini dan cara-cara curang mereka." Pengalaman Amira mencerminkan kerusakan dan ketidakjujuran yang meluas ketika manusia mengabaikan perintah-perintah Allah.

  • Berdoalah agar praktik transaksi keuangan yang curang, penipuan, pencurian, dan kebohongan yang merajalela di tengah umat manusia menyingkapkan kondisi sejati hati manusia dan mendorong umat muslim di negeri ini untuk mencari satu-satunya solusi sejati -- hati yang baru, hati yang lembut, yang Allah janjikan dalam Yehezkiel 36:26 untuk diberikan kepada umat-Nya melalui Kristus.

Panduan tentang cara berdoa atas ayat ini bagi umat Kristen yang menjangkau umat Muslim di lokasi ini,

Perintah untuk tidak menyebut nama Tuhan dengan sia-sia tidak hanya berarti menghindari kata-kata kasar, tetapi juga tidak menggunakan nama Tuhan dengan cara yang tidak layak melalui hidup dan tindakan kita. Berdoalah agar orang-orang Kristen di tempat ini dikenal melalui kehidupan yang kudus dan penuh hormat -- kehidupan yang mencerminkan takut akan Tuhan yang sejati, kasih kepada semua orang, dan yang membawa hormat bagi nama Yesus.

Ayat-ayat Alkitab yang dapat digunakan dalam doa :

Paulus menjelaskan dalam Roma 7:7, "Akan tetapi, jika bukan karena Hukum Taurat, aku tidak akan mengenal dosa. Aku tidak akan tahu apa itu keserakahan jika Hukum Taurat tidak mengatakan, 'Jangan mengingini.'" Dia melanjutkan dalam ayat 24 dan 25, "Aku ini manusia celaka! Siapa yang akan menyelamatkan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah melalui Tuhan kita, Kristus Yesus!"

Kemudian, dalam Roma 8:1-2, Paulus menyatakan, "Karena itu, sekarang tidak ada lagi penghukuman bagi orang yang ada dalam Yesus Kristus. Sebab, hukum Roh kehidupan dalam Yesus Kristus telah memerdekakan kamu dari hukum dosa dan maut."

Berdoalah agar umat muslim memahami bahwa standar moral Allah dan tuntutan kebenaran-Nya menyingkapkan ketidakmampuan manusia untuk sepenuhnya taat dengan kekuatan sendiri. Berdoalah agar mereka menyadari bahwa Yesus datang untuk membebaskan manusia dari hukum dosa dan maut, dan agar mereka mengalami pencerahan yang sama seperti yang Paulus gambarkan dalam Roma 7 dan Roma 8.