HARI 13: KRISTUS, HAMBA YANG MENDERITA (2 Maret 2026)

Play Audio

Hari ke-13: KRISTUS, HAMBA YANG MENDERITA

Salah satu cara utama Allah menarik umat muslim kepada-Nya adalah melalui studi Alkitab yang sederhana, yang menelusuri kisah Kitab Suci dari Penciptaan hingga Kebangkitan. Aplikasi Waha menyediakan kumpulan kisah Alkitab yang telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa. Selama tiga puluh hari ke depan, kita akan berdoa melalui kisah-kisah ini yang menyatakan Yesus, Sang Firman yang menjadi manusia.

Saat Anda membaca ayat-ayat yang mungkin sudah sangat dikenal, bayangkanlah dengan penuh doa bagaimana rasanya membacanya untuk pertama kali — melihat hikmat, kuasa, keindahan, dan otoritas Allah, lalu ditarik untuk percaya kepada Kristus dan menyerahkan kesetiaan kepada-Nya.

Berdoalah bagi umat dan tempat Anda sesuai dengan apa yang Tuhan nyatakan melalui bagian Alkitab hari ini:

Yesaya 52:13-53:12 (AYT)

"Sesungguhnya, hamba-Ku akan bertindak dengan bijaksana. Dia akan ditinggikan, disanjung dan sangat dimuliakan. Sama seperti banyak orang takjub kepadamu, penampilannya begitu rusak sehingga tidak seperti manusia lagi dan sosoknya tidak seperti anak manusia lagi. Demikian Dia akan mengejutkan banyak bangsa. Raja-raja akan mengatupkan mulutnya karena Dia. Sebab, apa yang belum pernah diberitahukan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak pernah mereka dengar akan mereka pahami!" Siapakah yang telah percaya kepada pemberitaan kami? Kepada siapakah tangan TUHAN telah dinyatakan? Sebab, dia tumbuh di hadapan-Nya seperti tunas muda, seperti akar dari tanah yang kering. Dia tidak memiliki bentuk ataupun kemuliaan sehingga kita harus memandangnya; ataupun memiliki keindahan sehingga kita menginginkannya. Dia sangat dihina dan ditolak oleh manusia; orang yang penuh dengan kesengsaraan dan menderita kesakitan. Orang lain menutup muka mereka kepadanya, dia sangat direndahkan dan kita pun tidak menghargainya. Sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, kesengsaraan kitalah yang dipikulnya. Namun, kita mengira bahwa dia terkena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Akan tetapi, dia ditikam karena pelanggaran-pelanggaran kita. Dia diremukkan karena kejahatan-kejahatan kita. Hukuman yang mendatangkan kesejahteraan bagi kita ditimpakan ke atasnya, dan oleh bilur-bilurnya kita disembuhkan. Kita semua seperti domba yang tersesat, setiap orang mengambil jalan mereka sendiri. Akan tetapi, TUHAN telah membebankan ke atasnya seluruh kejahatan kita. Dia ditindas dan Dia menderita, tetapi Dia tidak membuka mulutnya, seperti anak lambat yang dibawa ke pembantaian, dan seperti seekor domba betina yang terdiam di depan para penggunting bulunya, demikianlah dia tidak membuka mulutnya. Dengan penindasan dan penghakiman dia diambil, dan bagi generasinya, siapakah yang menganggap bahwa dia dilenyapkan dari negeri orang-orang hidup, terkena tulah karena pemberontakan umat-Ku? Kuburnya ditempatkan di antara orang fasik dan kematiannya di antara orang kaya meskipun dia tidak melakukan kekerasan dan tipu daya tidak ada dalam mulut-Nya. Akan tetapi, TUHAN berkehendak menghancurkan dia, membuat dia sakit. Ketika dia menyerahkan dirinya sebagai kurban penebus salah, dia akan melihat keturunannya dan memperpanjang hari-harinya; dan kehendak TUHAN akan terlaksana di tangan-Nya. Sesudah kesusahan jiwanya, dia akan melihat dan menjadi puas. Dengan pengetahuannya, hamba-Ku yang benar akan membenarkan banyak orang karena dia akan menanggung kejahatan-kejahatan mereka. "Oleh sebab itu, Aku akan menentukan bagiannya bersama orang-orang hebat, dan dia akan berbagi rampasan dengan orang-orang kuat karena dia telah mencurahkan jiwanya ke dalam maut. Dan, dia terhitung di antara para pemberontak. Sesungguhnya, dia menanggung dosa banyak orang, dan dia bersyafaat bagi para pemberontak."

Apa yang diajarkan oleh bagian ini kepada kita tentang Allah,

Hamba yang menderita yang digambarkan dalam ayat ini dihina, ditolak, dan akrab dengan penderitaan. Namun, oleh luka-luka-Nya kita disembuhkan. Dia diam ketika ditindas, dibawa pergi, dan dibunuh. Dia tidak melakukan kecurangan dan tidak ada kekerasan dalam diri-Nya. Namun demikian, inilah kehendak Allah -- bahwa Dia diremukkan -- sebab Dia menanggung dosa banyak orang dan berdoa bagi mereka di hadapan Bapa. Nubuat Yesaya ini digenapi dalam kehidupan dan kematian Yesus ratusan tahun kemudian. Allah memiliki rencana yang disengaja dan terarah dalam karya penebusan-Nya.

  • Berdoalah agar banyak orang di tempat ini memahami bobot dan pentingnya nubuat dalam Yesaya 52 dan 53.
  • Berdoalah agar mereka menyadari bahwa penggenapan nubuat ini di dalam diri Yesus meneguhkan klaim-Nya sebagai Anak Allah. Kiranya mereka kagum kepada Allah yang berdaulat, yang menempatkan segala sesuatu pada waktu yang tepat.

Apa yang diajarkan oleh bagian ini kepada kita tentang kemanusiaan,

Manusia berdosa; kita semua telah menyimpang dan berjalan menurut jalan kita masing-masing. Allah yang Kudus tidak dapat mentolerir kejahatan, sehingga hubungan kita dengan-Nya terputus. Salah satu akibat dari keterpisahan ini adalah penderitaan dan kesakitan yang kita alami dalam hidup. Namun kita memiliki pengharapan, sebab Allah telah merencanakan untuk mengutus hamba-Nya guna menanggung dosa-dosa kita. Dia mengutus Yesus untuk menjadi perantara dan berdoa bagi kita, supaya hubungan yang rusak itu dipulihkan.

  • Berdoalah agar umat muslim memahami bagaimana nubuat ini berkaitan langsung dengan mereka dan bahwa nubuat tersebut menunjuk kepada kedatangan Yesus. Kiranya nubuat ini membentuk gambaran yang jelas tentang pengorbanan yang Yesus lakukan bagi kita.

Pemahaman tentang bagaimana bagian ini berhubungan dengan umat Islam,

Khadija berseru, "Tuhan tidak melihat. Dia tidak peduli. Anak-anakku diejek di sekolah. Suamiku meninggalkan kami. Kami tidur di dalam mobil. Aku tidak bisa mendapatkan pekerjaan karena kebohongan yang disebarkan tentangku." Teriakan Khadija mencerminkan penderitaan banyak orang yang merasa tidak dilihat dan ditinggalkan.

Ya Yesus, terima kasih karena Engkau melihat. Bukan hanya melihat, tetapi juga memahami. Engkau ditolak, difitnah, dan diejek. Engkau hidup tanpa tempat tinggal dan menjadi pengungsi sejak masa bayi. Terima kasih karena Engkau menanggung kesedihan kami. Engkau bukan hanya mengetahui dosa dunia, tetapi dosa-dosa itu diletakkan ke atas-Mu di kayu salib. Terima kasih, Tuhan, karena Engkau menerima setiap cambukan, setiap duri, dan setiap paku, dengan mengetahui bahwa luka-luka itu akan menyembuhkan kami. Tolonglah, Tuhan, biarkan umat muslim melihat bahwa Engkau bukan Allah yang jauh dan menunggu manusia menyelamatkan diri melalui keangkuhan mereka sendiri. Engkau datang karena kami berdosa dan lemah, dan Engkau menderita supaya kami dapat hidup. Kiranya umat muslim melihat kasih yang tak tertahankan ini.

Panduan tentang cara berdoa atas ayat ini bagi umat Kristen yang menjangkau umat Muslim di lokasi ini,

Sekitar tujuh ratus tahun sebelum Firman Allah datang ke dunia sebagai Yesus, Roh Kudus mengilhami nabi Yesaya untuk menuliskan dengan jelas tentang Dia yang akan datang untuk menebus kita.

  • Kiranya orang-orang Kristen dengan setia membagikan ayat ini kepada mereka yang belum percaya, sehingga rencana kasih Allah yang disengaja untuk menyelamatkan manusia dinyatakan dengan jelas.
  • Berdoalah agar anak-anak Allah di tempat ini berani menyampaikan kebenaran yang sulit diterima -- bahwa "semua telah sesat" dan tidak seorang pun benar -- lalu dengan setia menyampaikan Injil bahwa Allah sendiri datang untuk menanggung dosa kita. Dia memilih kematian supaya kita dapat hidup.

Ayat-ayat Alkitab yang dapat digunakan dalam doa :

Ibrani 4:15-16 berkata, "Sebab, kita tidak memiliki Imam Besar yang tidak dapat memahami kelemahan-kelemahan kita, tetapi kita memiliki Imam Besar yang telah dicobai dalam segala hal, sama seperti kita, tetapi Ia tidak berdosa. Karena itu, dengan keyakinan, marilah kita datang menghampiri takhta anugerah supaya kita menerima belas kasihan dan menemukan anugerah untuk menolong kita, ketika kita membutuhkannya."

Hanya ada satu Pribadi yang tidak pernah berbuat dosa. Dia memilih untuk hidup sebagai manusia di bumi, memahami dan menanggung penderitaan kita, bahkan sampai mati. Dia membuka jalan bagi kita untuk masuk ke dalam hadirat Raja, di mana kita menerima kasih karunia yang menolong kita.

Bersyukurlah kepada Allah atas anugerah yang luar biasa ini -- bahwa kita dapat datang ke takhta-Nya untuk berdoa bagi umat muslim, bukan karena apa yang telah kita lakukan, tetapi semata-mata karena kasih karunia-Nya.