Hari ke-21: KASIHILAH ALLAH DAN KASIHILAH SESAMAMU
Salah satu cara utama Allah menarik umat muslim kepada-Nya adalah melalui studi Alkitab yang sederhana, yang menelusuri kisah Kitab Suci dari Penciptaan hingga Kebangkitan. Aplikasi Waha menyediakan kumpulan kisah Alkitab yang telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa. Selama tiga puluh hari ke depan, kita akan berdoa melalui kisah-kisah ini yang menyatakan Yesus, Sang Firman yang menjadi manusia.
Saat Anda membaca ayat-ayat yang mungkin sudah sangat dikenal, bayangkanlah dengan penuh doa bagaimana rasanya membacanya untuk pertama kali — melihat hikmat, kuasa, keindahan, dan otoritas Allah, lalu ditarik untuk percaya kepada Kristus dan menyerahkan kesetiaan kepada-Nya.
Berdoalah bagi umat dan tempat Anda sesuai dengan apa yang Tuhan nyatakan melalui bagian Alkitab hari ini:
Lukas 10:25–37 (AYT)
Kemudian, lihat, seorang ahli Hukum Taurat berdiri untuk mencobai Yesus, katanya, "Guru, apa yang harus kulakukan untuk mendapatkan hidup yang kekal?" Jawab Yesus kepadanya, "Apa yang tertulis dalam Hukum Taurat? Apa yang kamu baca di dalamnya?" Orang itu menjawab, "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap kekuatanmu, dan dengan segenap akal budimu. Dan, kasihilah sesamamu manusia seperti kamu mengasihi dirimu sendiri." Yesus berkata kepadanya, "Jawabanmu itu tepat. Lakukanlah itu, maka kamu akan hidup." Akan tetapi, orang itu ingin membenarkan dirinya, maka ia berkata kepada Yesus, "Dan, siapakah sesamaku manusia?" Yesus menjawab itu dengan berkata, "Ada seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho, ia jatuh ke tangan para perampok yang merampas pakaiannya dan memukulinya, kemudian meninggalkannya tergeletak dalam keadaan hampir mati. Kebetulan, seorang imam melewati jalan itu. Ketika ia melihat orang itu, ia pergi begitu saja dengan berjalan di sisi jalan yang lain. Demikian juga yang dilakukan oleh seorang Lewi, ketika datang ke tempat itu dan melihat orang itu, ia melewatinya dengan berjalan di sisi jalan yang lain. Akan tetapi, ada seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan lewat di situ. Dan, ketika ia melihat orang itu, ia merasa kasihan kepadanya. Lalu, orang Samaria itu mendekatinya, dan membalut luka-lukanya. Ia mengolesinya dengan minyak dan anggur, lalu menaikkan orang itu ke atas keledainya dan membawanya ke sebuah penginapan, lalu merawat orang itu. Keesokan harinya, orang Samaria itu mengeluarkan uang 2 dinar dan memberikannya kepada penjaga penginapan itu dengan berkata, 'Rawatlah orang yang terluka ini. Dan, berapa pun kamu menghabiskan uang untuknya, aku akan menggantinya saat aku kembali.'" Lalu, Yesus berkata, "Menurutmu, siapakah di antara ketiga orang itu yang menjadi sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan para perampok itu?" Jawab ahli Taurat itu, "Orang yang menunjukkan belas kasihan kepadanya." Lalu, kata Yesus, "Pergilah, dan lakukanlah hal yang sama."
Lukas 6:27–31 (AYT)
"Akan tetapi, Aku berkata kepada kamu yang mendengarkan Aku. Kasihilah musuhmu dan berbuat baiklah kepada orang yang membencimu. Berkatilah orang yang mengutuki kamu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Bagi orang yang menampar pipimu, tawarkan juga pipimu yang lain. Dan, kepada siapa pun yang merampas jubahmu, jangan melarangnya untuk merampas bajumu juga. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu, dan jika seseorang mengambil milikmu, janganlah memintanya kembali. Perlakukanlah orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan oleh mereka."
Apa yang diajarkan oleh bagian ini kepada kita tentang Allah,
Ayat ini mengajarkan bahwa Allah bersedia membiarkan firman-Nya berbicara dengan kuasanya sendiri. Dalam Perjanjian Baru, Yesus diajukan sekitar 180 pertanyaan secara langsung, tetapi Ia hanya menjawab sebagian kecil di antaranya secara eksplisit. Lebih sering, Ia menjawab melalui perumpamaan, membiarkan kebenaran bekerja di hati para pendengar.
- Berdoalah agar banyak umat muslim di wilayah ini membaca firman Allah, dan agar Allah sendiri berbicara kepada mereka melalui firman-Nya, bahkan ketika tidak ada orang percaya di samping mereka untuk menjelaskan setiap detail.
- Berdoalah agar ketaatan terhadap apa yang mereka pelajari menghasilkan murid-murid yang kuat -- orang-orang yang mendengar dan menaati firman Allah.
Apa yang diajarkan oleh bagian ini kepada kita tentang kemanusiaan,
Manusia cenderung membenarkan tindakannya sendiri. Seseorang pernah mengatakan bahwa manusia adalah jaksa terbaik ketika menuduh orang yang telah menyakiti kita, dan pengacara pembela terbaik ketika membela perbuatan kita sendiri. Berdoalah agar orang-orang yang tersesat di tempat ini menyadari bahwa mereka bahkan tidak mampu memenuhi standar yang mereka tetapkan bagi orang lain -- apalagi standar Allah. Kiranya kesadaran ini mendorong mereka untuk mencari Alkitab atau berbicara dengan seorang Kristen.
Pemahaman tentang bagaimana bagian ini berhubungan dengan umat Islam,
Rached dibesarkan dalam keluarga yang penuh kasih, yang menganggap Islam sebagai bagian penting dari identitas mereka, tetapi tidak mengatur setiap aspek kehidupan. Keluarganya menghargai pendidikan dan mendorong Rached mengejar mimpinya menjadi seorang arsitek. Ia bertumbuh menjadi seorang muslim nominal, dengan pandangan hidup yang sering terdengar lebih agnostik daripada religius. Ketika dia bertemu dengan seorang Kristen untuk membahas Alkitab, berbagai keraguan tentang semua agama pun mengalir keluar. Seperti banyak muslim nominal lainnya, dia lebih memilih percaya bahwa Islam dan kekristenan pada dasarnya sama -- sebagian orang mengikuti Yesus, sebagian lainnya mengikuti Muhammad.
Namun, ayat dalam Lukas 6:27-31 menjadi sesuatu yang tidak dapat diabaikan oleh Rached dan orang-orang seperti dia. Islam tidak memiliki padanan langsung untuk perintah, "Kasihilah musuhmu" dan "berbuatlah baik kepada mereka yang membencimu."
- Berdoalah agar muslim nominal di tempat ini memiliki kesempatan untuk membaca Perjanjian Baru dan mampu mengenali perbedaan mendasar antara pesan Perjanjian Baru dan pesan Al-Qur'an.
- Berdoalah agar umat muslim yang taat merenungkan makna mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, kekuatan, dan pikiran, serta mengasihi sesama seperti diri sendiri. Kiranya mereka berani mengasihi Allah dengan pikiran mereka -- menyadari bahwa Allah menciptakan akal budi kita, bahwa pertanyaan bukanlah ancaman bagi iman, dan bahwa Dia sanggup menghadapi keraguan kita.
Panduan tentang cara berdoa atas ayat ini bagi umat Kristen yang menjangkau umat Muslim di lokasi ini,
- Berdoalah bagi orang-orang Kristen di daerah ini yang berusaha mengasihi umat muslim dan membagikan Injil, agar mereka hidup seperti orang Samaria yang baik -- dengan tulus melayani kebutuhan mereka yang berbeda dari mereka.
- Berdoalah agar terang orang-orang Kristen yang hidup sesuai perintah Yesus -- mengasihi musuh, berbuat baik kepada mereka yang membenci, memberkati mereka yang mengutuk, dan berdoa bagi mereka yang menyakiti -- bersinar terang seperti matahari di tengah hari. Kiranya tetangga muslim, rekan kerja, anggota keluarga, dan teman-teman yang menyaksikannya bertanya-tanya dari mana sumber kekuatan untuk hidup yang bertentangan dengan budaya ini berasal.
Ayat-ayat Alkitab yang dapat digunakan dalam doa :
Hari ini, kita berdoa bagi tanah ini dengan menggunakan Roma 12:9-21. Mohonlah agar Allah memberdayakan orang-orang Kristen berlatar belakang muslim di tempat ini untuk saling mengasihi dengan kasih persaudaraan dan saling mendahului dalam memberi hormat.
Berdoalah agar mereka bersukacita dalam pengharapan, bersabar dalam penderitaan, dan tekun dalam doa. Mintalah agar Allah memberi mereka kekuatan dan sumber daya untuk memperhatikan kebutuhan orang-orang kudus serta mempraktikkan keramahtamahan.
Berdoalah agar gereja diberi kasih karunia untuk memberkati mereka yang menganiaya mereka — memberkati dan bukan mengutuk. Kiranya orang-orang percaya bersukacita bersama tetangga muslim mereka dalam pernikahan dan kelahiran, serta menangis bersama mereka dalam pemakaman dan masa-masa duka.
Semoga orang-orang Kristen di tempat ini hidup dalam keselarasan satu sama lain. Kiranya mereka tidak tinggi hati, tetapi bergaul dengan orang-orang yang rendah hati. Kiranya mereka tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi mengejar apa yang baik di mata semua orang. Dan jika memungkinkan, sejauh bergantung pada mereka, kiranya mereka hidup dalam damai dengan semua orang — termasuk anggota keluarga yang menganiaya, menentang, mengutuk, meludahi, atau menyakiti mereka. Kiranya mereka menyerahkan keadilan kepada murka Allah.
Dan, kiranya mereka mendapati bahwa ketika musuh mereka lapar, mereka memberi makan; ketika dia haus, mereka memberi minum. Kami memberkati orang-orang percaya di tempat ini agar tidak dikalahkan oleh kejahatan, melainkan mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.