Hari ke-22: ALLAH MENCARI YANG HILANG
Salah satu cara utama Allah menarik umat muslim kepada-Nya adalah melalui studi Alkitab yang sederhana, yang menelusuri kisah Kitab Suci dari Penciptaan hingga Kebangkitan. Aplikasi Waha menyediakan kumpulan kisah Alkitab yang telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa. Selama tiga puluh hari ke depan, kita akan berdoa melalui kisah-kisah ini yang menyatakan Yesus, Sang Firman yang menjadi manusia.
Saat Anda membaca ayat-ayat yang mungkin sudah sangat dikenal, bayangkanlah dengan penuh doa bagaimana rasanya membacanya untuk pertama kali — melihat hikmat, kuasa, keindahan, dan otoritas Allah, lalu ditarik untuk percaya kepada Kristus dan menyerahkan kesetiaan kepada-Nya.
Berdoalah bagi umat dan tempat Anda sesuai dengan apa yang Tuhan nyatakan melalui bagian Alkitab hari ini:
Lukas 15:1–32 (AYT)
Para pengumpul pajak dan orang berdosa mendekat kepada Yesus untuk mendengarkan-Nya. Kemudian orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat mulai menggerutu, "Orang ini menerima orang-orang berdosa dan bahkan makan bersama mereka." Kemudian Yesus mengatakan perumpamaan ini kepada mereka, kata-Nya, "Siapakah di antara kamu yang jika memiliki 100 ekor domba, dan kehilangan seekor, tidak akan meninggalkan 99 ekor lainnya di padang belantara untuk pergi mencari yang tersesat itu sampai ia menemukannya? Dan, ketika ia menemukannya, ia akan menggendong domba itu di atas bahunya dan sangat bersukacita. Setibanya di rumah, ia akan pergi menemui teman-teman dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka, 'Bergembiralah bersamaku karena aku sudah menemukan dombaku yang hilang." Aku berkata kepadamu, demikianlah akan ada sukacita yang lebih besar di surga atas 1 orang berdosa yang bertobat daripada atas 99 orang benar yang tidak membutuhkan pertobatan. Atau perempuan mana yang mempunyai sepuluh keping uang perak, jika ia kehilangan satu keping di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumahnya, lalu mencari keping uang itu dengan hati-hati sampai ia menemukannya? Dan, apabila ia menemukannya, ia memanggil teman-teman dan tetangga-tetangganya dan berkata kepada mereka, 'Bergembiralah bersamaku karena aku sudah menemukan sekeping yang hilang itu." Aku berkata kepadamu, demikian juga ada sukacita di antara para malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat." Kemudian Yesus berkata, "Ada seseorang yang mempunyai dua anak laki-laki. Anak yang bungsu berkata kepada ayahnya, 'Ayah, berikan kepadaku bagian harta yang menjadi milikku." Maka, ayahnya pun membagi kekayaannya kepada kedua anaknya. Tidak lama kemudian, anak bungsu itu mengumpulkan semua miliknya, lalu pergi ke negeri yang jauh dan di sana ia menghambur-hamburkan miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Ketika ia sudah menghabiskan semuanya, terjadilah bencana kelaparan yang hebat di negeri itu, dan ia pun mulai berkekurangan. Jadi, pergilah ia dan bekerja pada seorang penduduk negeri itu, yang menyuruhnya ke ladang untuk memberi makan babi-babinya. Ia ingin sekali mengisi perutnya dengan buah karob yang dimakan babi-babi itu, tetapi tidak ada seorang pun yang memberi kepadanya. Ketika anak bungsu itu sadar, ia berkata, 'Betapa banyaknya pekerja-pekerja ayahku yang memiliki makanan yang berlimpah-limpah, tetapi aku di sini hampir mati kelaparan. Aku akan bangun dan kembali kepada ayahku. Aku akan berkata kepadanya: Ayah, aku sudah berdosa terhadap surga dan di hadapanmu. Aku tidak lagi pantas disebut anakmu, jadikanlah aku sebagai salah seorang pekerjamu." Maka, berdirilah ia dan pergi kepada ayahnya. Akan tetapi, ketika anak itu masih sangat jauh, ayahnya melihat dia dan dengan penuh belas kasihan, ayahnya itu berlari lalu memeluk dan menciumnya. Kemudian, anak itu berkata kepada ayahnya, 'Ayah, aku sudah berdosa terhadap surga dan di hadapanmu. Aku tidak lagi pantas disebut anakmu." Namun, ayahnya itu berkata kepada pelayan-pelayannya, 'Cepat! Bawalah jubah yang terbaik lalu pakaikanlah kepadanya. Pakaikan juga cincin di jari tangannya dan sandal di kakinya. Bawalah kemari anak sapi yang gemuk dan sembelihlah. Mari kita makan dan bergembira, karena anakku ini telah mati, tetapi sekarang hidup kembali! Ia telah hilang, tetapi sekarang telah ditemukan!" Maka mereka pun mulai bergembira." "Waktu itu, si anak sulung sedang berada di ladang, dan ketika ia sudah berada di dekat rumahnya, ia mendengar suara musik dan tari-tarian. Jadi, ia memanggil salah satu dari hamba-hamba itu dan bertanya tentang apa yang sedang terjadi. Jawab pelayan itu kepadanya, 'Adikmu sudah datang, dan ayahmu menyembelih anak sapi yang gemuk, karena ia kembali dengan selamat." Namun, anak sulung itu marah dan tidak mau masuk sehingga ayahnya keluar dan membujuknya. Akan tetapi, ia berkata kepada ayahnya, 'Bertahun-tahun aku telah bekerja melayanimu dan tidak pernah mengabaikan perintahmu, tetapi engkau bahkan tidak pernah memberiku seekor kambing muda supaya aku bisa berpesta dengan teman-temanku. Namun, ketika anakmu itu pulang setelah menghabiskan hartamu dengan pelacur-pelacur, ayah menyembelih anak sapi yang gemuk untuknya." Maka, ayahnya menjawab kepadanya, 'Anakku, kamu selalu bersamaku, dan semua kepunyaanku adalah milikmu. Namun, hari ini kita harus berpesta dan bersukacita sebab adikmu ini telah mati, tetapi sekarang ia hidup kembali; ia telah hilang, tetapi sekarang telah ditemukan.""
Apa yang diajarkan oleh bagian ini kepada kita tentang Allah,
Tiga gambaran indah tentang apa yang hilang dijelaskan dalam bagian ini. Ketiganya menyingkapkan betapa besar sukacita Allah ketika yang hilang kembali kepada-Nya, serta sejauh mana Dia bersedia pergi untuk menemukan dan memulihkannya.
- Berdoalah agar umat Kristen di seluruh dunia sejalan dengan hati Allah dalam hal ini dan mengikuti Tuhan mereka untuk mencari yang hilang, bahkan dengan pengorbanan yang besar, supaya mereka dipulihkan kembali kepada Allah. Berdoalah agar hari ini menjadi hari sukacita besar di surga atas pertobatan para pendosa.
Apa yang diajarkan oleh bagian ini kepada kita tentang kemanusiaan,
Ayat ini juga mengajarkan bahwa ada dua jenis anak yang hilang. Anak pertama hilang karena dia menolak relasi dengan Bapa dan menghamburkan hidupnya dalam pemberontakan dan dosa yang nyata. Anak yang lain juga hilang, bukan karena melanggar aturan, tetapi karena menaati semua perintah tanpa kasih kepada Bapa, melainkan demi apa yang dia harapkan untuk diperoleh dari-Nya. Dunia dipenuhi oleh kedua jenis orang ini -- mereka yang hidup dalam pemberontakan terbuka seperti anak bungsu, dan mereka yang, seperti anak sulung, mengejar ketaatan agama dengan harapan memperoleh kasih karunia Allah.
- Berdoalah agar kedua jenis anak ini di negeri ini bertobat dan dipulihkan ke dalam relasi yang sejati dengan Bapa Surgawi mereka.
Pemahaman tentang bagaimana bagian ini berhubungan dengan umat Islam,
Islam tidak mengajarkan bahwa Allah adalah Bapa, atau bahwa Dia dengan lembut mencari yang hilang, mengangkat mereka, dan meletakkan mereka di pundak-Nya seperti domba yang hilang sebagaimana digambarkan dalam ayat ini.
Ines menderita gangguan bipolar dan memiliki relasi pernikahan yang sulit. Dia hanya mengenal ancaman hukuman dan siksaan Allah, bukan kelembutan kasih-Nya. Ketika dia bertemu dengan Kristus, dia kesulitan memahami apa yang sedang dia alami. Dia berkata, “Aku merasa begitu bahagia. Namun aku terbiasa hidup dalam kesedihan, sampai aku tidak tahu lagi bagaimana hidup dengan sukacita. Aku bingung, takut, dan sering ingin menangis. Sekarang aku merasakan begitu banyak sukacita — sukacita yang sejati dari dalam hatiku. Aku tidak tahu mengapa Allah mengasihiku seperti ini. Dia selalu ada bersamaku, di setiap saat, di setiap detik. Aku terus merasakan Dia berkata kepadaku, ‘Kamu aman. Jangan takut.'”
Berdoalah agar banyak orang di negeri ini mengalami sukacita yang sama seperti yang digambarkan dalam Lukas 15 — sukacita anak yang hilang ketika Bapa berlari menyambutnya — sukacita yang juga dialami Ines dan sulit dia ungkapkan dengan kata-kata.
Panduan tentang cara berdoa atas ayat ini bagi umat Kristen yang menjangkau umat Muslim di lokasi ini,
- Berdoalah agar umat Kristen di tempat ini memiliki visi dan hati yang diperluas untuk memahami betapa dalam kasih Allah terhadap umat Muslim yang terhilang di daerah ini. Berdoalah agar hati mereka terus dilembutkan dan mereka semakin menyerupai Bapa mereka — mencari domba yang hilang, menyapu rumah untuk menemukan koin yang hilang, dan berlari menyambut anak-anak yang kembali pulang.
- Berdoalah agar hati mereka dibersihkan dari kecenderungan seperti “saudara sulung” yang lebih memilih melihat umat Muslim tetap jauh daripada dipulihkan kepada Bapa melalui pertobatan. Kiranya orang-orang percaya di negeri ini bersukacita dan merayakan setiap kali seorang pendosa yang hilang kembali ke rumah.
Ayat-ayat Alkitab yang dapat digunakan dalam doa :
Terima kasih, Tuhan, karena kisah ini menuntun kami kepada Bapa Surgawi yang sempurna dan kepada Saudara Tua kami yang sejati — mulia, penuh kasih, dan tanpa pamrih.
Kami berdoa agar banyak orang di negeri ini hidup sesuai dengan apa yang tertulis dalam Roma 8:12-17, hidup menurut Roh. “Sebab, semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak-anak Allah.” Kami memohon agar Engkau membebaskan orang-orang di tempat ini dari roh perbudakan yang membawa mereka kembali ke dalam ketakutan, dan agar mereka menerima Roh pengangkatan sebagai anak-anak, oleh-Nya mereka berseru, “Abba, Bapa!”
Roh Kudus, kiranya Engkau bersaksi di dalam hati banyak orang bahwa mereka adalah anak-anak Allah. Dan jika mereka adalah anak-anak, maka mereka juga adalah ahli waris — ahli waris Allah dan ahli waris bersama Kristus — selama mereka ikut menderita bersama Dia, supaya mereka juga dimuliakan bersama Dia.