HARI 25: KERENDAHAN HATI YESUS (14 Maret 2026)

Play Audio

Hari ke-25: KERENDAHAN HATI YESUS

Salah satu cara utama Allah menarik umat muslim kepada-Nya adalah melalui studi Alkitab yang sederhana, yang menelusuri kisah Kitab Suci dari Penciptaan hingga Kebangkitan. Aplikasi Waha menyediakan kumpulan kisah Alkitab yang telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa. Selama tiga puluh hari ke depan, kita akan berdoa melalui kisah-kisah ini yang menyatakan Yesus, Sang Firman yang menjadi manusia.

Saat Anda membaca ayat-ayat yang mungkin sudah sangat dikenal, bayangkanlah dengan penuh doa bagaimana rasanya membacanya untuk pertama kali — melihat hikmat, kuasa, keindahan, dan otoritas Allah, lalu ditarik untuk percaya kepada Kristus dan menyerahkan kesetiaan kepada-Nya.

Berdoalah bagi umat dan tempat Anda sesuai dengan apa yang Tuhan nyatakan melalui bagian Alkitab hari ini:

Yohanes 13:1–17 (AYT)

Sebelum Hari Raya Paskah, Yesus tahu bahwa saat-Nya telah tiba bahwa Dia akan meninggalkan dunia ini kepada Bapa, setelah mengasihi kepunyaan-Nya sendiri di dunia, Dia mengasihi mereka sampai akhir. Selama makan malam berlangsung, setan telah memasukkan niat dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Yesus. Yesus, ketika mengetahui bahwa Bapa telah menyerahkan segala sesuatu ke dalam tangan-Nya, dan bahwa Dia datang dari Allah, dan akan kembali kepada Allah, Dia berdiri dari jamuan makan malam dan melepaskan jubah-Nya, serta mengambil kain linen dan mengikatkannya pada pinggang-Nya. Kemudian, Dia menuangkan air ke sebuah baskom dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya serta mengeringkan kaki mereka dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya. Lalu, Dia sampai kepada Simon Petrus dan dia berkata kepada Yesus, "Tuhan, Engkau membasuh kakiku?" Yesus menjawab dan berkata kepadanya, "Apa yang Aku lakukan, kamu tidak memahaminya sekarang, tetapi kelak kamu akan mengerti." Petrus berkata kepada-Nya, "Engkau tidak akan pernah membasuh kakiku!" Yesus menjawab, "Jika Aku tidak membasuhmu, kamu tidak mendapat bagian di dalam Aku." Simon Petrus berkata kepada-Nya, "Tuhan, jangan hanya kakiku, tetapi tangan dan kepalaku juga!" Yesus berkata kepadanya, "Orang yang sudah mandi hanya perlu membasuh kakinya, tetapi sudah bersih seluruhnya. Kamu sudah bersih, tetapi tidak semua dari kalian bersih." Sebab, Yesus tahu siapa yang akan mengkhianati Dia. Itu sebabnya, Dia berkata, "Tidak semua dari kalian bersih." Jadi, setelah Yesus selesai membasuh kaki murid-murid-Nya, memakai kembali jubah-Nya, and kembali ke tempat-Nya, Dia berkata kepada mereka, "Apakah kalian mengerti apa yang Aku lakukan kepada kalian? Kalian menyebut Aku Guru dan juga Tuhan. Itu tepat karena Akulah Dia. Jika Aku, yang adalah Tuhan dan Gurumu, telah membasuh kakimu, kamu pun harus saling membasuh kakimu. Sebab, Aku telah memberikan contoh kepadamu supaya kamu juga melakukan seperti yang Aku telah lakukan kepadamu. Sesungguhnya, Aku mengatakan kepadamu, seorang hamba tidak lebih besar daripada tuannya, ataupun seorang utusan tidak lebih besar daripada orang yang mengutusnya. Jika kamu sudah mengetahui semuanya ini, kamu diberkati jika kamu melakukannya.

Apa yang diajarkan oleh bagian ini kepada kita tentang Allah,

Allah melakukan banyak hal yang baru kita pahami kemudian: "Apa yang Aku lakukan sekarang, kamu belum mengerti, tetapi kelak kamu akan mengerti."

  • Berdoalah agar pesan Kerajaan yang terbalik -- tempat orang yang terakhir menjadi yang pertama, orang miskin disebut berbahagia, dan yang terbesar adalah pelayan bagi semua orang -- dipahami sebagai pesan yang berasal dari Allah, bukan dari manusia. Islam sering mengajarkan kemenangan melalui kekuatan dan pedang, dengan imbalan yang dikaitkan pada kuasa dan kenikmatan duniawi. Jalan Yesus justru ditempuh melalui kerendahan hati, pengorbanan diri, dan kematian.
  • Berdoalah agar ketika Allah mengizinkan penderitaan dan kesengsaraan hadir dalam hidup anak-anak-Nya di tempat ini, hal tersebut mendorong mereka masuk lebih dalam ke dalam relasi dengan-Nya dan meneguhkan kepercayaan mereka kepada-Nya.

Apa yang diajarkan oleh bagian ini kepada kita tentang kemanusiaan,

Salah satu kelemahan manusia adalah kecenderungan menganggap bahwa penilaian kita lebih baik daripada penilaian Allah tentang apa yang layak atau tidak layak -- baik bagi-Nya maupun bagi kita.

  • Berdoalah agar orang-orang di tempat ini bertobat dari upaya memaksakan ekspektasi mereka tentang siapa Allah seharusnya dan apa yang mereka anggap pantas mereka terima. Kiranya mereka mendekati Allah dengan kerendahan hati, menurut syarat-syarat-Nya, dan dengan hati yang terbuka.
  • Berdoalah agar mereka memiliki hati yang lembut, yang membiarkan Dia membentuk mereka sesuai dengan gambar-Nya, bukan berusaha membentuk Dia menurut gambar mereka sendiri.

Pemahaman tentang bagaimana bagian ini berhubungan dengan umat Islam,

Islam tidak memiliki ajaran maupun kerangka pemahaman untuk menggambarkan Allah yang merendahkan diri sampai mencuci kaki para pengikut-Nya. Gambaran ini mengejutkan, mengganggu, dan bahkan menyinggung — sama seperti reaksi banyak orang Yahudi pada zaman Yesus. Namun Yesus tetap bersabar membentuk pemahaman mereka, hingga akhirnya memberikan Roh-Nya, yang sanggup mengubah manusia dari dalam ke luar dan menolong mereka melihat segala sesuatu sebagaimana Dia melihatnya.

  • Berdoalah agar orang-orang di tempat ini berjumpa dengan Yesus, dan agar kasih karunia Allah memampukan mereka menerima pesan pelayanan yang rendah hati ini.

Panduan tentang cara berdoa atas ayat ini bagi umat Kristen yang menjangkau umat Muslim di lokasi ini,

Dua keluarga Kristen meninggalkan pekerjaan pemerintah yang mapan di negara asal mereka dan memilih melayani sebagai pendiri gereja di sebuah negara dengan 99 persen penduduk muslim lima tahun lalu. Ketika sebuah kudeta menyebabkan dukungan finansial mereka terhenti secara drastis, organisasi pengutus meminta mereka kembali ke negara asal.

Namun mereka tetap merasa dipanggil Allah dan berusaha kembali ke negara muslim tersebut tanpa sumber daya yang memadai. Setelah tiba, mereka sepenuhnya menyesuaikan diri dengan gaya hidup setempat, bekerja di kebun dan ladang seperti penduduk lokal. Teladan kerendahan hati ini sangat revolusioner. Secara tradisional, perempuan muslim di komunitas itu tinggal di rumah, tetapi melihat para istri Kristen bekerja di ladang mendorong perempuan-perempuan lain untuk bergabung.

Mereka memulai kelompok Studi Alkitab Penemuan (DBS), mengajarkan perempuan tentang pola makan sehat serta cara menopang keluarga melalui kerja sama dan berbagi hasil tanah. Pekerjaan ini memulihkan martabat dan menghadirkan sukacita. Pada akhirnya, para pria pun turut bekerja di ladang. Meskipun banjir kadang menghanyutkan hasil jerih lelah mereka, keluarga-keluarga ini tetap taat dan berani, terus membagikan Injil. Mereka memuridkan orang, membaptis mereka, dan melihat Kristus dinyatakan di tengah komunitas karena mereka sungguh-sungguh memilih untuk menjadi “tidak berarti.”

Berdoalah agar orang-orang Kristen di tempat ini meneladani kerendahan hati Kristus, dan agar teladan tersebut menjadi kesaksian yang menggerakkan serta menarik keluarga-keluarga untuk mengikuti Yesus.

Ayat-ayat Alkitab yang dapat digunakan dalam doa :

Kami berdoa bagi saudara-saudari kami di dalam Kristus di tempat ini dengan berpegang pada Filipi 2. Kiranya mereka memiliki pikiran yang sama dan kasih yang sama. Kami berdoa agar mereka tidak melakukan apa pun karena ambisi pribadi atau kesombongan, tetapi dengan kerendahan hati menganggap orang lain lebih utama daripada diri mereka sendiri.

Saat mereka tidak hanya memperhatikan kepentingan sendiri, tetapi juga kepentingan orang lain, kiranya hal itu menjadi kesaksian yang menggerakkan hati para pengamat yang belum percaya, sehingga mereka rindu mengetahui sumber kekuatan yang membuat orang-orang ini mendahulukan sesama.

Kami berdoa agar saudara-saudari kami di tempat ini memiliki pikiran Kristus, Dia yang walaupun berada dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai sesuatu yang harus dipertahankan, tetapi mengosongkan diri-Nya, mengambil rupa seorang hamba, dan dilahirkan sebagai manusia.