HARI 4: ALLAH MENGHANCURKAN UMAT MANUSIA YANG JAHAT (21 Februari 2026)

Play Audio

Hari ke-4: ALLAH MENGHANCURKAN UMAT MANUSIA YANG JAHAT

Salah satu cara utama Allah menarik umat muslim kepada-Nya adalah melalui studi Alkitab yang sederhana, yang menelusuri kisah Kitab Suci dari Penciptaan hingga Kebangkitan. Aplikasi Waha menyediakan kumpulan kisah Alkitab yang telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa. Selama tiga puluh hari ke depan, kita akan berdoa melalui kisah-kisah ini yang menyatakan Yesus, Sang Firman yang menjadi manusia.

Saat Anda membaca ayat-ayat yang mungkin sudah sangat dikenal, bayangkanlah dengan penuh doa bagaimana rasanya membacanya untuk pertama kali — melihat hikmat, kuasa, keindahan, dan otoritas Allah, lalu ditarik untuk percaya kepada Kristus dan menyerahkan kesetiaan kepada-Nya.

Berdoalah bagi umat dan tempat Anda sesuai dengan apa yang Tuhan nyatakan melalui bagian Alkitab hari ini:

Kejadian 6:5-6 (AYT)

TUHAN melihat bahwa kejahatan manusia demikian besar di bumi, dan setiap maksud pikiran dari hatinya semata-mata jahat sepanjang waktu. TUHAN menyesal bahwa Dia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu mendukakan hati-Nya.

Kejadian 6:9-22 (AYT)

Inilah keturunan Nuh. Nuh adalah orang yang benar, tidak bercela pada zamannya, dan Nuh berjalan dengan Allah. Tiga anak laki-laki lahir bagi Nuh, yaitu Sem, Ham, dan Yafet. Pada saat itu, bumi sudah rusak di hadapan Allah dan bumi dipenuhi dengan kekerasan. Allah mengamati bumi, dan lihatlah, ia sudah rusak, sebab semua manusia telah merusak jalan hidupnya di bumi. Lalu, Allah berkata kepada Nuh, "Akhir dari semua manusia telah datang di hadapan-Ku sebab bumi sudah dipenuhi dengan kekerasan oleh mereka. Lihat! Aku akan memusnahkan mereka bersama dengan bumi. Buatlah bahtera dari kayu gofir untuk dirimu. Buatlah kamar-kamar di dalam bahtera itu dan lapisilah bagian dalam maupun luarnya dengan ter. Beginilah kamu harus membuatnya: panjang bahtera itu 300 hasta, lebarnya 50 hasta, dan tingginya 30 hasta. Buatlah jendela untuk bahtera itu dan selesaikanlah itu kira-kira sehasta dari atas. Pasanglah pintu bahtera di sisinya. Buatlah bahtera itu dengan geladak bawah, kedua, dan ketiga. Lihat, Aku akan mendatangkan air bah ke atas bumi untuk memusnahkan semua daging yang di dalamnya ada napas kehidupan di bawah langit sehingga semua yang ada di bumi akan mati. Akan tetapi, Aku akan menetapkan perjanjian-Ku denganmu, dan kamu akan masuk ke dalam bahtera; kamu, anak-anakmu, istrimu, dan para istri anak-anakmu. Dari segala yang hidup, kamu harus membawa sepasang dari setiap jenisnya ke bahtera untuk menjaganya tetap hidup bersamamu, jantan dan betina. Dari burung-burung menurut jenisnya, dari binatang-binatang menurut jenisnya, dan dari setiap yang merayap di tanah menurut jenisnya, sepasang dari setiap jenis itu akan datang kepadamu supaya mereka tetap hidup. Bawalah juga segala makanan yang dapat dimakan, kumpulkanlah itu bagi dirimu, dan itu akan menjadi makanan untukmu dan untuk mereka." Demikianlah Nuh melaksanakannya, dia melaksanakan semua yang diperintahkan Allah kepadanya.

Kejadian 7:17-24 (AYT)

Banjir itu berlangsung selama empat puluh hari, dan air itu bertambah-tambah dan mengangkat bahtera itu sehingga naik tinggi di atas bumi. Air itu semakin hebat dan bertambah sangat besar di muka bumi, dan bahtera itu terapung-apung di permukaan air. Air itu makin bertambah-tambah hebatnya di bumi sehingga semua gunung yang tinggi, yang ada di kolong langit pun tertutup. Air itu mencapai 15 hasta lebih tinggi dan gunung-gunung ditutupinya. Segala makhluk yang bergerak di bumi pun musnah, baik burung-burung, ternak, binatang liar, segala makhluk melata yang merayap di atas bumi, dan semua manusia. Semua yang di darat, yang ada napas kehidupan dalam hidungnya, mati. Dia memusnahkan segala yang hidup yang ada di muka bumi, manusia dan binatang, dan yang merayap, dan burung-burung di langit. Mereka dimusnahkan dari bumi. Hanya Nuh yang tertinggal serta mereka yang bersama dengannya dalam bahtera. Air pun terus menguasai bumi selama 150 hari.

Apa yang diajarkan oleh bagian ini kepada kita tentang Allah,

Di tengah kehancuran yang menyeluruh, Allah tetap berkomitmen untuk menemukan jalan guna memulihkan hubungan dengan umat-Nya.

  • Berdoalah agar orang-orang di tempat ini menyadari kehancuran yang mendalam dalam hidup mereka dan mengejar Allah yang membuka jalan untuk memulihkan hubungan.

Apa yang diajarkan oleh bagian ini kepada kita tentang kemanusiaan,

Ketika manusia dibiarkan berjalan menurut kehendaknya sendiri, dia menjadi sepenuhnya rusak dan hanya menghasilkan kejahatan. Tidak ada harapan bahwa kita dapat menyenangkan Allah dengan kekuatan kita sendiri. Namun, dalam kisah ini kita melihat bahwa Nuh, meskipun memiliki kelemahan, memperoleh kasih karunia di mata Allah.

  • Berdoalah bagi pria dan wanita di tempat ini yang sungguh-sungguh ingin menyenangkan Allah agar mereka diberi kesempatan untuk bertemu dengan seorang Kristen yang akan menuntun mereka membaca firman Tuhan.
  • Umat muslim mengklaim mengikuti semua nabi -- Adam, Abraham, Musa, Nuh, Daud, Yesus, dan Muhammad -- tetapi kebanyakan dari mereka tidak pernah membaca apa yang sebenarnya dikatakan dan dilakukan oleh para nabi tersebut (kecuali nabi mereka sendiri) menurut Alkitab. Mereka hanya mengenal beberapa potongan kisah tentang para nabi dari Al-Qur'an. Berdoalah agar mereka memahami bahwa jika mereka mengklaim mengikuti semua nabi, maka mereka perlu mengetahui apa yang diajarkan dan disampaikan oleh semua nabi dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Pemahaman tentang bagaimana bagian ini berhubungan dengan umat Islam,

"Kamu tidak bisa mempercayai siapa pun. Semua orang berusaha memanfaatkanmu. Kamu harus berhati-hati dalam memilih orang yang kamu percayai. Aku tidak punya satu pun orang yang pernah kuberi kepercayaan untuk berbagi harapan dan impian terdalamku," kata Miriam. Perkataan Miriam mencerminkan pergumulan yang umum di kalangan umat muslim.

Di satu sisi, umat muslim memiliki pemahaman yang tajam tentang natur manusia yang telah jatuh, yang tampak dari kurangnya kepercayaan mereka terhadap orang lain. Namun, di sisi lain, mereka menaruh seluruh pengharapan mereka pada usaha untuk memperoleh keridaan Allah melalui amal perbuatan mereka sendiri. Kisah Nuh menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang benar-benar saleh, dan bahwa kita membutuhkan seorang Penyelamat yang sanggup melindungi kita dari banjir konsekuensi dosa kita.

  • Berdoalah agar umat muslim di tempat ini menyadari bahwa kita diselamatkan oleh anugerah, bukan oleh perbuatan.
  • Berdoalah dengan kesadaran bahwa pengungkapan kebenaran-kebenaran ini kepada hati seorang muslim adalah tindakan anugerah ilahi. Sadari bahwa ini adalah pertempuran rohani, dan doa-doa Anda sungguh berarti.

Panduan tentang cara berdoa atas ayat ini bagi umat Kristen yang menjangkau umat Muslim di lokasi ini,

Yesaya 54:9-10 berkata, "'Ini seperti zaman Nuh bagi-Ku, ketika Aku berjanji bahwa air bah pada zaman Nuh tidak akan meliputi bumi lagi; demikianlah Aku berjanji, bahwa Aku tidak akan lagi murka terhadap kamu, dan tidak akan menghardik kamu. Sebab, sekalipun gunung-gunung berpindah, dan bukit-bukit akan bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beralih darimu. Perjanjian perdamaian-Ku tidak akan pernah dipindahkan,' kata TUHAN yang berbelas kasihan kepadamu."

  • Berdoalah agar gereja di tempat ini diteguhkan dalam kebenaran-kebenaran ini. Berdoalah agar orang-orang percaya mengetahui dengan pasti bahwa kasih setia Allah tidak akan pernah berpindah dari mereka.
  • Kiranya mereka berinteraksi dengan tetangga, teman, dan rekan kerja muslim mereka dengan keyakinan yang teguh bahwa perjanjian damai yang mereka miliki dengan Allah tidak akan pernah digeser. Berdoalah agar belas kasihan yang Allah curahkan kepada mereka meluap menjadi belas kasihan bagi orang-orang yang terhilang di sekitar mereka yang belum memiliki kebenaran ini.

Ayat-ayat Alkitab yang dapat digunakan dalam doa :

Ibrani 11:7 berkata, "Oleh iman, setelah diperingatkan oleh Allah tentang peristiwa yang belum ia lihat, Nuh dengan gentar dan taat membangun sebuah bahtera untuk menyelamatkan keluarganya. Dengan ini, Nuh menghukum dunia dan menjadi pewaris kebenaran sesuai dengan imannya."

  • Berdoalah agar umat muslim di tempat ini menjadi seperti Nuh -- orang-orang yang memiliki rasa takut yang saleh kepada Allah dan yang mengambil langkah nyata demi keselamatan keluarga mereka. Mintalah agar mereka menjadi pribadi-pribadi yang mengumpulkan anak-anak, saudara-saudara, paman dan bibi, serta seluruh keluarga besar mereka untuk membaca firman Tuhan yang kudus, dan bahwa melalui pembacaan tersebut hidup mereka diubahkan.
  • Berdoalah agar saksi-saksi yang berani dibangkitkan di tengah umat ini, yang dengan setia memberitakan kabar baik bahwa kita adalah ahli waris kebenaran yang datang melalui iman.
  • Sama seperti Nuh disebut sebagai "pemberita kebenaran" dalam 2 Petrus 2:5, kiranya pria dan wanita dibangkitkan sebagai pemberita kebenaran di setiap daerah, demi kemuliaan Allah.