HARI 9: PANGGILAN ALLAH KEPADA MUSA (26 Februari 2026)

Play Audio

Hari ke-9: PANGGILAN ALLAH KEPADA MUSA

Salah satu cara utama Allah menarik umat muslim kepada-Nya adalah melalui studi Alkitab yang sederhana, yang menelusuri kisah Kitab Suci dari Penciptaan hingga Kebangkitan. Aplikasi Waha menyediakan kumpulan kisah Alkitab yang telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa. Selama tiga puluh hari ke depan, kita akan berdoa melalui kisah-kisah ini yang menyatakan Yesus, Sang Firman yang menjadi manusia.

Saat Anda membaca ayat-ayat yang mungkin sudah sangat dikenal, bayangkanlah dengan penuh doa bagaimana rasanya membacanya untuk pertama kali — melihat hikmat, kuasa, keindahan, dan otoritas Allah, lalu ditarik untuk percaya kepada Kristus dan menyerahkan kesetiaan kepada-Nya.

Berdoalah bagi umat dan tempat Anda sesuai dengan apa yang Tuhan nyatakan melalui bagian Alkitab hari ini:

Keluaran 2:23-25 (AYT)

Beberapa lama berselang, Raja Mesir pun mati. Namun, keturunan Israel masih mengerang karena perbudakan, lalu mereka pun berseru-seru, dan seruan mereka karena perbudakan itu naik kepada Allah. Allah mendengar erangan mereka dan Allah ingat akan perjanjian-Nya dengan Abraham, dengan Ishak, dan dengan Yakub. Allah melihat keturunan Israel dan Allah memperhatikan mereka.

Keluaran 3:1-14 (AYT)

Pada waktu itu, Musa sedang menggembalakan kawanan domba Yitro, ayah mertuanya, seorang imam dari Midian. Dia menggiring kawanan itu ke sebelah padang belantara dan tiba di gunung Allah, yaitu Horeb. Lalu, malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dalam api yang menyala-nyala dari tengah-tengah semak belukar. Dia mengamatinya, dan lihatlah, semak belukar itu menyala-nyala dalam api, tetapi semak belukar itu tidak dilahap olehnya. Lalu, Musa berkata, "Aku akan berpaling untuk melihat pemandangan yang hebat itu, mengapa semak belukar itu tidak terbakar?" Ketika TUHAN melihat bahwa dia berpaling untuk melihat, Allah memanggilnya dari tengah-tengah semak belukar itu dan berkata, "Musa, Musa!" Musa menjawab, "Ini, aku." Kemudian, Dia berfirman, "Jangan mendekat! Lepaskanlah kasut dari kakimu karena tempatmu berdiri itu adalah tanah yang suci." Dia berfirman lagi, "Akulah Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub." Lalu, Musa menyembunyikan wajahnya karena dia takut memandang Allah. Kemudian, TUHAN berfirman, "Sesungguhnya, Aku telah melihat kesengsaraan umat-Ku di Mesir dan telah mendengar tangisan mereka karena para mandor mereka. Sebab, Aku mengetahui penderitaan mereka. Karena itu, Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan untuk menuntun mereka keluar dari negeri itu menuju ke suatu negeri yang baik dan luas, ke negeri yang berlimpah susu dan madu, yaitu ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus. Sekarang, lihatlah, tangisan keturunan Israel telah sampai kepada-Ku dan Aku juga telah melihat penindasan, yang dengannya orang Mesir menindas mereka. Jadi sekarang, pergilah! Aku akan mengutusmu kepada Firaun supaya kamu dapat membawa umat-Ku, keturunan Israel, keluar dari Mesir." Namun, Musa berkata kepada Allah, "Siapakah aku ini sehingga aku harus menghadap Firaun dan aku harus membawa keturunan Israel keluar dari Mesir?" Dia berfirman, "Sesungguhnya, Aku akan menyertaimu dan inilah tanda bagimu bahwa Aku telah mengutusmu: ketika kamu telah membawa bangsa ini keluar dari Mesir, kamu akan melayani Allah di gunung ini." Kemudian, Musa berkata kepada Allah, "Lihatlah, ketika aku pergi kepada keturunan Israel dan berkata kepada mereka, 'Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu,' lalu mereka akan bertanya kepadaku, 'Siapa nama-Nya?', apa yang harus kukatakan kepada mereka?" Allah berfirman kepada Musa, "AKU ADALAH AKU." Lalu, Dia berfirman, "Kamu harus mengatakan ini kepada keturunan Israel, 'SANG AKU yang telah mengutusku kepadamu.'"

Keluaran 7:1-5 (AYT)

TUHAN berfirman kepada Musa, "Lihat, Aku telah menjadikanmu seperti Allah bagi Firaun, dan kakakmu, Harun, akan menjadi nabimu. Kamu harus menyampaikan semua yang Kuperintahkan kepadamu, sedangkan kakakmu, Harun, akan mengatakannya kepada Firaun agar dia melepaskan bangsa Israel keluar dari negerinya. Namun, Aku akan mengeraskan hati Firaun dan melipatgandakan tanda-tanda-Ku dan mukjizat-mukjizat-Ku di tanah Mesir. Firaun tidak akan mendengarkanmu. Sebab itu, Aku akan meletakkan tangan-Ku atas Mesir dan membawa pasukan-Ku, yaitu umat-Ku, keturunan Israel, keluar dari tanah Mesir dengan hukuman-hukuman yang berat. Orang Mesir pun akan tahu bahwa Akulah TUHAN, ketika Aku merentangkan tangan-Ku atas Mesir dan mengeluarkan keturunan Israel dari tengah-tengah mereka."

Apa yang diajarkan oleh bagian ini kepada kita tentang Allah,

Allah mendengar, Dia melihat penderitaan, dan Dia datang untuk mengakhirinya pada waktu yang tepat.

  • Berdoalah bagi mereka yang tertindas di negeri ini agar mereka mengetahui bahwa penderitaan mereka dilihat oleh Allah. Berdoalah agar mereka memiliki pengharapan bahwa Dia akan campur tangan, dan agar keadaan tersebut pada akhirnya dipakai untuk membawa mereka masuk ke dalam hubungan penyelamatan dengan-Nya.
  • Berdoalah bagi para penindas di negeri ini agar mereka bertobat. Berdoalah agar mereka tidak menjadi seperti Firaun yang mengeraskan hati, tetapi mengalami pertobatan sejati seperti Saulus yang diubahkan menjadi Paulus.

Apa yang diajarkan oleh bagian ini kepada kita tentang kemanusiaan,

Ketaatan Musa terhadap panggilan Allah membawa dampak bagi seluruh bangsa.

  • Berdoalah agar Allah membangkitkan pria dan wanita di negeri ini yang setia mendengarkan suara Allah, sehingga melalui ketaatan mereka banyak orang mengalami pembebasan dari dosa.

Kita juga belajar bahwa Allah berkenan memakai orang-orang yang merasa tidak layak dan yang rendah hati.

  • Berdoalah agar mereka yang merendahkan diri di negeri ini ditinggikan oleh Allah, dan agar Allah merendahkan mereka yang meninggikan diri di atas sesamanya.

Pemahaman tentang bagaimana bagian ini berhubungan dengan umat Islam,

Kisah ini menunjukkan bahwa bukti Allah berbicara melalui Musa terlihat dari kenyataan bahwa apa yang Musa sampaikan benar-benar terjadi. Berdoalah agar umat Muslim merenungkan makna kata "nabi". Mereka mengaku percaya kepada semua nabi -- termasuk Abraham, Musa, dan Yesus -- tetapi kebanyakan dari mereka belum pernah membaca ajaran para nabi tersebut sebagaimana tertulis dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Berdoalah agar Allah memakai orang-orang beriman untuk menantang realitas ini, dan agar rasa ingin tahu bertumbuh di hati umat Muslim di seluruh negeri ini untuk membaca dan memahami apa yang sebenarnya diajarkan oleh para nabi.

Kerinduan untuk mengetahui apa yang benar-benar diajarkan oleh para nabi dapat membawa kepada perjumpaan yang mengubah hidup. Souad adalah seorang perempuan yang telah bercerai, takut akan Allah, dan berusaha menjalani Islam dengan sungguh-sungguh. Dia membesarkan anak-anaknya untuk mengikuti Islam. Setelah anak-anaknya dewasa dan meninggalkan rumah, dia membeli sejumlah buku Islam yang mahal untuk melakukan penelitian mendalam. Semakin jauh dia meneliti, semakin besar keraguan yang muncul di dalam hatinya. Dia mulai merasa penasaran tentang Yesus. Suatu malam, saat berdoa, ruangan tempat dia berada dipenuhi cahaya, dan sebuah suara berkata dengan jelas, "Akulah Dia." Kata-kata ini sama dengan yang kemudian dia temukan dalam Perjanjian Baru -- pengakuan Yesus tentang identitas ilahi-Nya. Setelah memahami apa yang diajarkan para nabi tentang Yesus, dia memilih untuk menjadikan-Nya Tuhan dan Juru Selamatnya.

Panduan tentang cara berdoa atas ayat ini bagi umat Kristen yang menjangkau umat Muslim di lokasi ini,

Orang-orang Kristen yang hidup di tengah masyarakat Muslim -- khususnya mereka yang memilih mengikuti Kristus dari latar belakang Muslim -- sering hidup dalam ketakutan akan penganiayaan karena iman mereka.

  • Berdoalah agar janji Allah tentang keselamatan, kebebasan, dan pengharapan dalam kisah ini menguatkan hati mereka dan mendorong mereka untuk bertindak dengan keberanian serta menaati seluruh perintah-Nya.
  • Berdoalah bagi orang-orang Kristen yang melayani umat Muslim dengan membagikan Kabar Baik tentang Yesus, meskipun mereka merasa tidak memadai, agar mereka memiliki sikap hati yang berkata, "Ini aku."

Ayat-ayat Alkitab yang dapat digunakan dalam doa :

Dua ribu tahun kemudian, Yohanes 8:56-59 mencatat perkataan Yesus kepada para pemimpin agama, "'Bapamu Abraham bersukacita karena dia akan melihat hari-Ku. Ia telah melihatnya dan bersukacita.'"

Mereka berkata kepada-Nya, "Umur-Mu belum mencapai lima puluh tahun, dan Engkau telah melihat Abraham?" Yesus berkata kepada mereka, "Sesungguhnya, sesungguhnya, Aku berkata kepadamu, sebelum Abraham ada, Aku sudah ada."

Pernyataan ini membuat para pemimpin agama sangat marah sehingga mereka mengambil batu untuk melempari-Nya. Dengan perkataan ini, Yesus menggunakan sebutan ilahi yang sama seperti yang Allah nyatakan dalam Keluaran 3 untuk menyatakan siapa diri-Nya. Berdoalah agar umat Muslim di negeri ini membuka mata mereka terhadap kenyataan bahwa Yesus lebih besar daripada Abraham, Musa, dan semua nabi, dan bahwa Dia datang untuk membebaskan umat-Nya -- bukan hanya dari penindasan manusia, tetapi dari dosa.