Suatu Doa Iman (Yeremia 32:16-25)

Allah memerintahkan Yeremia untuk membeli sebuah ladang di kota kelahirannya dan ia melakukan seperti yang diperintahkan kepadanya (Yeremia 1:1; 32:8). Ini merupakan suatu tanda bagi Israel bahwa Allah akan membawa mereka kembali ke tanah air mereka. Doa ini dipanjatkan ketika Yeremia berada di dalam penjara (Yeremia 32:3).

Doa Yeremia itu sangat indah dan penuh dengan iman. Sungguh suatu doa yang penuh keagungan Allah, urapan Allah, urapan Illahi, permohonan yang penuh kuasa dan kekuatan iman! Doa ini menceritakan tentang kasih Allah yang besar dan berkat-berkat Allah ketika Ia memberikan kepada Israel tanah air mereka dan mengusir musuh-musuh mereka, tetapi mereka tidak menaati suara Allah dan tidak melaksanakan hukum-hukumNya -- ini merupakan suatu kejahatan yang terbesar terhadap Allah yang kudus. Meskipun demikian, Yeremia tidak hilang harapan akan belas kasihan Allah dan ia juga tidak salah mengira akan kebaikan Allah, tetapi ia menerima keadilan Allah dengan membiarkan mereka dibawa ke tempat pembuangan. Doa ini menunjukkan kepedihan hati Allah.

Yeremia memanjatkan doanya sementara orang Kasdim sudah siap dengan peralatan perangnya untuk menghancurkan pintu gerbang kota dan jalan yang landai telah dibangun untuk menempatkan peralatan itu, yang dapat melemparkan batu-batu besar dan menembakkan anak-anak panah berapi ke dalam kota.

Dalam doanya, ia berbicara tentang kemahatahuan Allah yang mengetahui segala sesuatu, tentang kemahadiran-Nya yang melihat segala sesuatu (ayat 19) dan tentang kemahakuasaan-Nya dalam menciptakan segala sesuatu. Di dalam iman ia berkata, "Tiada sesuatu apa pun yang mustahil untuk-Mu!" (ayat 17). Doanya penuh dengan pujian tanpa keluhan. Nabi Yeremia ini telah menerima sepenuhnya tugasnya yang sulit untuk mendoakan bangsa yang sedang memberontak terhadap Allah. Ia telah belajar untuk menjadi sabar.

Pada saat seperti ini, untuk menaati perintah Allah, ia membeli sebidang tanah di kota kelahirannya. Akan ada suatu pembaharuan pada bangsa Israel baik secara rohani maupun secara materi di tanah pusaka mereka sendiri. Pembaharuan itu akan terjadi kira-kira pada masa "Tunas itu datang", yang dimaksudkannya ialah Kristus (Yeremia 33:15).

Setelah memanjatkan doa yang luar biasa ini, Allah berbicara kepada Yeremia, "Sesungguhnya, Akulah Tuhan, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk-Ku? (ayat 27) dan "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau kauketahui" (Yeremia 33:3). Semoga kita dapat memakai kesempatan besar ini untuk berseru kepada-Nya supaya Ia mau menunjukkan kuasa-Nya yang Mahabesar.

Komentar