Blogs

Kematian Yesus dan Pengorbanan yang Menyelamatkan

22 / 2 / 2012

Bayangkan apa yang akan dialami para murid-murid Yesus jika pada akhir pekerjaan-Nya di bumi, Yesus Kristus tiba-tiba menghilang, mengabaikan hal yang paling ditakutkan dalam peradaban manusia -- maut. Mungkin tiba-tiba firman-Nya hanya akan menjadi sekadar kata-kata tidak berarti, dan makna agung dari pengorbanan-Nya di kayu salib mungkin hilang. Semua hal yang dilakukan-Nya, selain kematian-Nya, mungkin akan membuat firman-Nya dianggap palsu, sedangkan Tuhan tidak memberikan segala sesuatu yang palsu kepada kita.

Tujuan Allah Mengirim Yesus Kristus Untuk Mati (1)

22 / 2 / 2012

Pengenalan Masalah

Kristus sendiri yang memberitahukan kepada kita maksud kedatangan-Nya di dunia ini. Ia berkata, "Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang." (Lukas 19:10) Dalam kesempatan yang lain, Ia berkata bahwa Anak Manusia datang "untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." (Markus 10:45)

Tujuan Allah Mengirim Yesus Kristus Untuk Mati (2)

22 / 2 / 2012

Allah Anak Pelaku Penebusan Kita

Karena Allah Anak dengan penuh kerelaan melakukan apa yang telah direncanakan oleh Bapa, kita dapat mengatakan bahwa Ia juga adalah pelaku penebusan kita. Yesus berkata: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya." (Yohanes 4:34) Ada 3 cara yang di dalamnya Kristus menunjukkan kerelaan-Nya menjadi pelaku penebusan:

Kebangkitan-Nya Memberiku Misi

22 / 2 / 2012

"... Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini .... " (Markus 16:6)

Jikalau Anda telah membaca keseluruhan Injil Markus, Anda akan merasakan kepentingan Markus menuliskan kitabnya, bahwa ia seakan-akan hanya ingin memaparkan fakta-fakta penting yang harus diketahui oleh pembacanya. Karena itu, tidak tampak adanya usaha untuk menyampaikannya secara menarik dan persuasif, apalagi bombastis, seperti layaknya para reporter zaman sekarang, yang menghendaki beritanya dibaca oleh banyak orang. Sebagian besar tulisan Markus bernada datar, jujur, dan apa adanya.

Semua Misteri Ini

22 / 2 / 2012

Dari abad ke abad, terjadi banyak perdebatan mengenai kematian Kristus. Namun, kita tidak boleh mengabaikan keunikan kematian-Nya -- ini adalah inti pernyataan iman orang Kristen.

Kunci

22 / 2 / 2012

"Dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus." (Kolose 1:20)

Korsase, kamera, dompet, dan jaket! Ya, kami berangkat untuk menghadiri pesta penghargaan yang istimewa -- malam yang mengesankan. Mengesankan karena kami melupakan satu benda kecil -- kunci! Tidak ada yang lebih mengesankan dari memanjat jendela tinggi dengan mengenakan pakaian pesta.

Kristus Telah Mati untuk Orang Berdosa

22 / 2 / 2012

"Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: `Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,` dan di antara mereka akulah yang paling berdosa." (1 Timotius 1:15)

Thomas Bileny, yang mati sebagai martir pada tahun 1531, menggambarkan pengalaman keselamatannya.

Misi Khusus Ke Surga

22 / 2 / 2012

Ketika Maria berdiri di kubur yang kosong sambil menangis, Yesus berdiri di dekat situ. Anehnya, dia tidak mengenali-Nya. Apakah karena dia menangis terisak-isak sehingga pandangan matanya kabur; atau matanya 'dihalangi" seperti mata kedua murid yang sedang berjalan ke Emaus dan tidak mengenalinya (Lukas 24:31). Kristus berpakaian sedemikian rupa sehingga dia tidak mengenalinya lagi? Maria mengira dia sedang berbicara dengan penunggu taman di kuburan milik Yusuf. Ada satu butir yang selalu menarik perhatian saya dalam cerita ini -- mengenai pakaian Yesus.

Kematian dan Kebangkitan Yesus Merupakan Mukjizat Terbesar

22 / 2 / 2012

Jumat Agung merupakan peringatan kematian Tuhan Yesus Kristus, dan saat mencekam menjelang kematian-Nya. Dia mengasihi kita semua karena kasih-Nya bagi dunia ini, Ia rela meninggalkan takhta suci-Nya dan datang ke dunia ini. Siapa yang menerima dan percaya kepada-Nya akan diselamatkan, memperoleh kehidupan kekal (Yohanes 3:16). Tetapi hal ini tidak berhenti hanya sampai di situ saja. Menjadi pengikut Yesus berarti kita harus melakukan apa saja yang menjadi kehendak-Nya. Yesus menjalani penderitaan-Nya dengan sangat taat dan tenang sampai Ia mati di atas kayu salib. Pertanyaannya, apakah kita sudah merenungkan betapa dahsyatnya penderitaan Yesus ini? Kalau kita menderita di dunia ini, hal itu belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan penderitaan Yesus. Sebelum mati, Yesus memikul salib dan hal ini memberikan arti bagi hidup kita bahwa kita harus menghadapi berbagai pergumulan dan tantangan dalam hidup ini, namun percayalah bersama dengan Dia kita akan mampu melewati semuanya itu.

Nilai Sebuah Paskah

22 / 2 / 2012

Kisah kebangkitan dalam Injil Yohanes mencakup dua tema: iman dan cinta. Agar kita bisa memercayai peristiwa kebangkitan, dibutuhkan iman karena kebangkitan adalah suatu misteri. Dalam kamus Webster, "misteri" diartikan sebagai suatu teka-teki yang sulit dijelaskan, sesuatu yang mendatangkan rasa takjub, yang membuat seseorang berdiri terpaku di hadapannya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Dalam peristiwa kebangkitan, kita juga mengalami semua yang dilukiskan kamus Webster untuk sebuah misteri. Kebangkitan itu hanya dapat dipahami dalam konteks iman karena tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang bisa membantu kita memahami kebangkitan sesosok tubuh tak bernyawa. Kesedihan dan keputusasaan yang disebabkan peristiwa kematian telah diatasi oleh sebuah janji mengenai kehidupan kekal, yang hanya dapat dipahami dengan iman.