Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Doa adalah "Senjata Ampuh" dalam Mengatasi Masalah

Oleh: Nehemia

Kali ini saya akan membagikan tentang mukjizat Tuhan dalam pergumulan yang pernah saya alami secara pribadi, yang mungkin merupakan mukjizat yang paling berkesan dalam hidup saya. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan bahwa ada mukjizat yang lebih dahsyat lagi, yang tidak saya sadari sebagai mukjizat yang diberikan Tuhan kepada saya.

Suatu saat, saya bergumul menginginkan sebuah sepeda motor. Pada saat itu, keluarga kami baru memiliki sepeda motor satu dan yang bisa mengendarai motor tersebut hanya Papa saya saja. Waktu terus berjalan hingga saya akhirnya bisa mengendarai motor. Pada satu titik, kami (saya, Papa, dan Mama) memiliki kesibukan padat yang sama, sehingga kami semua perlu mengendarai motor. Sejak saat itulah, saya bergumul meminta sebuah sepeda motor untuk mempermudah kami dalam menjalani segala aktivitas dan pelayanan (saya dan Papa).

Beberapa bulan berlalu dan doa saya belum dijawab oleh Tuhan sehingga saya merasa sangat kecewa kepada Tuhan. Saya pun bertanya-tanya dalam diri saya sendiri, "Mengapa Tuhan? Apakah doaku salah?" Sejak itu, saya mulai kendor dalam hal berdoa karena saya merasakan "kepahitan" terhadap Tuhan karena Ia tidak lekas menjawab doa saya.

Pada hari selanjutnya, saya pergi beribadah dengan perasaan yang sangat terpaksa karena rasa "kepahitan" yang masih ada dalam hati saya. Entah mengapa, firman Tuhan yang disampaikan pada saat itu sangat berkenaan dengan hal yang sedang saya alami, yaitu hal berdoa. Dalam khotbah itu saya mendapat 2 pelajaran, yaitu bahwa tidak ada doa yang salah dan doa kita selalu dijawab oleh Tuhan karena Ia menjawab dengan 3 cara, yaitu ya, tunggu, dan tidak. Pada saat itulah saya mulai mengerti lebih banyak lagi tentang hal berdoa. Setelah itu, saya mulai berdoa kembali dan meski doa saya belum dijawab juga, tetapi saya yakin bahwa Tuhan mengerti setiap kebutuhan anak-anak yang dikasihi-Nya. Singkat cerita, pada hari itu entah bagaimana Papa saya dihubungi oleh pendeta saya. Entah apa yang mereka bicarakan, saya tidak tahu persis. Setelah telepon ditutup, ternyata Papa saya diminta untuk datang ke rumahnya (pendeta) dan saya diminta ikut oleh Papa, sehingga saya pun mengikuti beliau.

Setibanya di sana, Papa dan Bapak Pendeta berbincang. Ternyata Pendeta saya baru saja diberikan motor oleh saudaranya dari Bandung, sehingga motor yang lama akan diberikan kepada saya untuk transportasi ke gereja dibanding harus menggunakan bus. Mendengar hal itu, saya langsung berefleksi ke dalam diri saya sendiri. Akhirnya, saya pun dapat melakukan pelayanan lebih sungguh lagi. HALLELUYA!!!

Dari pengalaman tersebut saya mengetahui bahwa rancangan kita tidaklah sama dengan rancangan Tuhan. Rancangan yang kita anggap baik belum tentu baik dalam pandangan Tuhan. Namun, satu hal yang harus kita yakini selalu adalah TUHAN SANGAT BAIK!!!

Komentar