Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Loading

Doa dalam Keadaan Tertekan (Nehemia 1:4-11)

Berita-berita buruk dari tanah Yehuda menyebabkan Nehemia berkabung dan menangis, berpuasa dan berdoa. Apakah berita-berita buruk mempengaruhi kita seperti yang dialami dan diperbuatnya?

Nehemia mengakui Allah sebagai Allah yang memegang teguh perjanjian-Nya. Ia mengakui dosa-dosa orang Israel dan dosanya sendiri dan dosa nenek moyangnya. Pengakuan dosa merupakan suatu bagian penting dalam doa. Daud, Salomo, Ezra, Nehemia dan Daniel seperti juga para nabi, semuanya menunjukkan bahwa pengakuan dosa sangat diperlukan dan mereka menjadikannya suatu bagian penting dalam doa-doa mereka.

Nehemia mengingatkan Allah akan janji-Nya kepada Musa; bahwa jika orang-orang bertobat dan berpaling kepada Tuhan, Ia akan membawa mereka kembali ke tempat yang telah dipilih-Nya bagi mereka. Dengan jelas ia mengatakan kepada Allah bahwa umat Israel adalah umat-Nya, mendapat belas kasihan dari orang ini" (raja itu).

Tidaklah heran bahwa ia sudah siap ketika raja berkata: "Jadi, apa yang kau inginkan?" (Nehemia 2:4). Ia tidak memiliki waktu luang untuk memanjatkan doa yang panjang, jadi ia harus berdoa secara diam-diam, "Tuhan tolong saya." Tuhan mendengar doanya dan dengan tepat memberitahu apa yang harus dimintanya (Nehemia 2:5-8) dan raja mengabulkan permintaannya itu. Doa seperti ini disebut doa seruan secara spontan, atau suatu telegram ke surga. Dalam buku ini saya tak dapat menerangkan secara panjang lebar, tetapi saya secara pribadi mengenal seorang pemborong bangunan yang jatuh dari sebuah bangunan bertingkat enam. Ketika ia jatuh, ia berteriak: "Yesus selamatkan saya." Kedua tumitnya mendarat di pinggiran sebuah tumpukan karung semen dan membuat dua alur pada karung-karung semen itu dari atas sampai ke bawah, dan hal ini menahan kejatuhannya. Ia bahkan tidak terluka, ia bangkit dan mengendarai mobilnya pulang ke rumah. Tak salah lagi Allah telah menjawab berjuta-juta doa seperti itu. Dr. F. B. Meyer memberikan komentar seperti berikut: "Anda tidak dapat memperoleh kebiasaan melakukan doa seruan ini kecuali sebelumnya Anda telah menyediakan banyak waktu untuk persekutuan kudus di mana Anda telah banyak kali bersekutu dengan Allah secara pribadi. Setiap saat pasar yang sibuk atau jalanan yang ramai dapat menjadi suatu tempat untuk berdoa."

Komentar