Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Doa untuk Pelayanan Soteria

Oleh: Bima

Allah memang sungguh hebat dan luar biasa! Itu mungkin kata-kata yang tepat bisa saya sampaikan untuk membuka blog saya ini. Pada tahun 2018, saya bersama dengan teman-teman mahasiswa Kristen Surakarta mengadakan sebuah event pelayanan untuk mahasiswa se-Surakarta. Sebenarnya event ini merupakan event tahunan, yang diadakan dari gabungan sebagian besar mahasiswa-mahasiswa dari kampus-kampus yang ada di Surakarta. Event ini diadakan sebagai bentuk aksi dari salah satu misi pelayanan di mahasiswa Kristen, yaitu untuk membawa mahasiswa kepada Kristus. Jadi event ini sebagai salah satu bentuk misi pelayanan di mahasiswa dalam mengerjakan Amanat Agung Tuhan Yesus untuk mewartakan berita keselamatan dan membawa orang datang kepada-Nya (Matius 28:19-20), dalam konteks pelayanannya yaitu mahasiswa.

Rancangan Allah

Kami tahu bahwa pelayanan ini tidaklah mudah. Karena event yang diselenggarakan ini termasuk sebuah event yang besar, dengan dana yang besar yaitu sekitar 30 jutaan lebih. Padahal dalam pelayanan ini kami tidak mengandalkan dari pihak sponsorship. Bagi kami mahasiswa, itu bukanlah dana yang sedikit, dengan persiapan kurang lebih selama 6 bulan. Selain mengandalkan Tuhan dan bergantung kepada-Nya, dengan mengandalkan hikmat Tuhan kami juga tetap mengusahakan apa yang bisa dikerjakan untuk melakukan usaha dana. Namun, kami meyakini bahwa pelayanan ini dari Tuhan dan milik Tuhan, yang ditetapkan untuk kami kerjakan. Sehingga percaya bahwa Tuhan menyertai setiap pelayanan ini dan Dia yang empunya ladang yang akan bertanggung jawab penuh.

Namun dalam prosesnya, tantangan yang kami hadapi tidaklah sedikit dalam mempersiapkan acara ini. Selain kebutuhan dana yang besar, para panitia yang adalah mahasiwa juga memiliki kesibukan masing-masing dalam perkuliahan mereka. Selain itu, tidak jarang juga dari panitia yang memiliki pergumulan pribadi masing-masing yang sangat mempengaruhi dalam pelayanan ini. Dari sini kami menyadari, bahwa dalam mengerjakan misi Tuhan, pasti ada "kuasa-kuasa" yang tidak suka ketika misi Tuhan dapat terlaksana. Sehingga dengan berbagai cara, juga akan mengganggu supaya pelayanan ini gagal untuk terlaksana. Untuk menangkal hal itu, kami menyadari bahwa pelayanan ini perlu lebih lagi di backup dalam doa.

Sebenarnya sudah ada program doa yang kami laksanakan dari sie doa, yaitu berupa kontak doa setiap jam 9 malam dan jadwal doa puasa oleh panitia. Namun, kami menyadari bahwa dengan kebutuhan dan tantangan yang kami hadapi dalam menyelenggarakan acara ini, kami akhirnya menambah jam doa dengan mengadakan doa siang dan doa sore setiap hari. Kami benar-benar ingin mengandalkan Tuhan dan merendahkan hati bahwa kami memerlukan campur tangan Tuhan. Di dalam doa kami, fokus utama adalah supaya melalui acara itu Injil diberitakan dan banyak mahasiswa yang mau percaya kepada Kristus. Tak lupa kami terus mendoakan untuk kuasa-kuasa yang mencoba menghalangi acara ini, supaya Tuhan yang akan menjauhkannya.

Kami mengalami yang namanya peperangan roh karena memang sebenarnya lawan kami bukanlah darah dan daging, tetapi roh-roh yang berusaha untuk menghalangi berita Injil disampaikan (Matius 13:19). Selain panitia, kami juga mengajak semua pelayanan mahasiswa Kristen Surakarta juga turut bersatu hati untuk mendukung dalam doa melalui jejaring pendoa mahasiswa se-Surakarta. Kami menyampaikan misi Allah dalam pelayanan ini kepada mereka sehingga semua memiliki kesatuan hati di dalam doa untuk acara ini.

Namun, sepertinya melalui event ini, Tuhan juga sepertinya ini mendidik dan membentuk iman kami kepada-Nya. Satu bulan sebelum pelaksanaan, kekurangan dana yang kami perlukan masih 20 juta lebih. Terus berdoa, percaya dan berharap itu yang hanya bisa kami lakukan kepada Tuhan. Teringat ketika para murid sedang menghadapi badai ketika berada di dalam perahu bersama dengan Tuhan Yesus. Para murid ketakutan jika mereka akan binasa karena ombak. Namun, Tuhan Yesus tidur di tengah badai itu. Ketika para murid meminta tolong kepada Tuhan Yesus, lalu Tuhan Yesus menghardik badai itu dan menjadi tenang seketika (Matius 8:23-37). Sikap Tuhan Yesus seakan mengisyaratkan bahwa ketika bersama dengan Tuhan Yesus, kita tidak perlu khawatir dengan apapun juga. Tuhan Yesus adalah Allah Imanuel pasti akan menyertai dan memberi pertolongan dalam setiap persoalan. Itu juga yang menjadi iman percaya kami dalam menghadapi tantangan pelayanan ini.

Selain itu, kami juga mengadakan doa keliling ke kampus-kampus yang ada di Surakarta. Setiap kampus yang kami datangi kami doakan supaya banyak mahasiswa yang dengar berita Injil, mendoakan setiap dosen dan karyawan, mendoakan supaya kegerakan pelayanan mahasiswa di kampus tersebut. Dan juga kami tidak melewatkan untuk datang mendoakan salah satu Universitas Islam di Surakarta ini. Dan juga tidak lupa mendoakan supaya banyak mahasiswa-mahasiswa di kampus-kampus tersebut banyak yang datang di acara yang kami selenggarakan.

Iman

Sekitar satu minggu sebelum pelaksanaan, kami mendapat kabar bahwa ada salah satu mahasiswa dari salah satu Universitas Islam di Surakarta yang turut kami doakan ketika doa keliling, ingin datang mengikuti acara tersebut. Sebuah kabar yang menggembirakan bagi kami, satu jiwa sangat berharga untuk boleh diselamatkan. Satu hari sebelum hari pelaksanaan, kami masih Tuhan izinkan untuk bergumul dengan dana yang masih kurang. Akhirnya sampai pada hari pelaksanaan tiba, kami mengawali acara dalam doa dengan diikuti semua panitia dan pendukung acara. Selama acara, ada tim doa yang terus mengcover pelaksanaan selama acara dari awal sampai selesai. Dan, acara dapat berjalan dengan lancar, ratusan peserta yang hadir, Injil dapat diberitakan dan banyak mahasiswa yang memutuskan untuk percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Sebuah sukacita yang luar biasa, setiap jerih payah dan perjalanan iman dalam pelayanan yang penuh tantangan serasa terbayar dengan lunas. Namun, Tuhan tidak memberi kejutan kepada kami sampai di situ, setelah selesai acara, ternyata dana kami yang semula kurang menjadi surplus. Bukankah Tuhan itu benar-benar nyata!

Dari sini saya belajar bahwa iman dan pengharapan di dalam Yesus Kristus tidaklah sia-sia. Ketika kita taat melakukan apa yang menjadi kehendak-Nya, Dia yang bertanggungjawab penuh atas pekerjaan yang dipercayakan kepada kita. Dan, setiap pertolongan-Nya yang nyata, akhirnya tidak memberikan kesempatan kepada kita untuk bermegah diri atas semua keberhasilan tersebut, karena semua hanya karena kasih dan pertolongan Tuhan saja. Dan, akhirnya segala kemuliaan dan hormat hanya kepada dan bagi Dia.

Komentar