Selasa, 3 Maret 2020 -- Republik Afrika Tengah

03/03/2020 6:39 am
Asia/Jakarta

Para pemimpin orang percaya yang secara terbuka mengecam kekerasan diancam dan gedung-gedung tempat ibadah orang percaya dibakar dan digeledah. Konflik mengakibatkan pemindahan ribuan orang percaya yang dipaksa tinggal di kamp-kamp dan kehilangan rumah serta mata pencarian mereka. Terlepas dari kekerasan yang sedang berlangsung di negara tersebut, banyak orang percaya terus melayani komunitas mereka dengan berani. Suami Veronique (nama samaran), Pastor Tokono (nama samaran), terbunuh ketika sebuah kelompok mantan Seleka menyerang kota Gambo di timur negara itu. Veronique (nama samaran) dan anak-anaknya telah meninggalkan Gambo beberapa hari sebelum serangan itu karena situasinya menjadi sangat tegang. Saat seorang pekerja Open Doors mengunjunginya, Veronique (nama samaran) berkata, "Saya akan terus melayani, bahkan dalam ketidakhadiran suami saya, seperti yang saya lakukan ketika dia masih hidup. Saya berdoa agar Tuhan Yang Mahakuasa mengampuni para penyerang itu karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan serta agar Dia menyelamatkan mereka dari jalan yang jahat itu."

Berdoalah bersama kami agar kehidupan orang-orang percaya di Republik Afrika Tengah mengalami kedamaian ilahi sehingga terjadi transformasi besar-besaran di negara tersebut sehingga para orang percaya dapat hidup, tumbuh, dan berkembang menjadi kesaksian bagi negara-negara tetangga, bahkan bagi seluruh Benua Afrika.

Komentar