Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Loading

Titanic: DR. Robert Bateman

Dr. Robert Bateman dengan lembut membantu saudara iparnya naik ke perahu penyelamat. "Jangan takut, Annie. Hal ini adalah ujian bagi iman kita. Aku harus tinggal dan menolong yang lain. Kalau kita tidak dapat bertemu lagi di bumi ini, kita akan bertemu di surga." Bateman menjatuhkan sapu tangannya ketika perahu itu turun menuju air yang dingin dan gelap di bawah. "Ikatkan di lehermu, Annie. Kamu akan kedinginan."

Dr. Bateman kemudian mengumpulkan sekitar lima puluh orang di buritan kapal dan berkata kepada mereka untuk bersiap-siap menghadapi kematian. Sebelumnya pada hari itu juga, dia telah memimpin satu-satunya kebaktian yang ada di kapal yang besar itu, kebaktian yang diakhiri dengan himne kesukaannya, "Allahku, lebih dekat kepada-Mu".

Robert Bateman telah mendirikan Central City Mission di Jacksonville, Florida, sebuah mercusuar rohani di kota yang dipenuhi pelaut-pelaut yang mabuk. Dia dikenal dengan sebutan "orang yang telah memberikan terang kemanusiaan lebih daripada semua orang di Jacksonville". Bateman pergi ke Inggris untuk mempelajari pekerjaan sosial kristiani dan kembali ke Amerika Serikat untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajarinya.

Namun, pada malam hari tanggal 14 April 1912, kapal Bateman menabrak bongkahan es. Bateman memimpin orang-orang yang ada bersamanya di buritan kapal untuk berdoa Doa Bapa Kami. Saat band menggemakan lagu, "Allahku, lebih dekat kepada-Mu," kapal Titanic itu diterjang gelombang besar.

*****

Ada pepatah mengatakan bahwa untuk membuat Allah tertawa adalah dengan mengatakan rencana-rencana kita kepada-Nya! Ketika menerima Kristus, kita sedang memasuki petualangan terbesar dalam hidup kita. Supaya perjalanan ini berhasil, kita harus menyerahkan diri kita sepenuhnya di bawah perintah-Nya, Sang Kapten Kapal. Dia mengatur hidup kita sesuai kehendak-Nya, mengarahkan semua keinginan dan keluhan kita untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Ada saat-saat, bahkan pada saat yang paling buruk, di mana peta-Nya tampak terlalu tua dan kita menduga-duga jika kita telah kehilangan arah. Batu-batu tajam tiba-tiba muncul dari kedalaman yang tak terduga. Malam-malam tanpa bulan membungkus kita dalam kegelapan. Kita menjadi tergoda untuk mengambil alih kontrol atas rencana hidup kita. Perjalanan ini adalah perjalanan iman, untung-untung kalau ada hasilnya. Rencana Allah bagi hidup kita membawa kita ke arah yang kita sendiri tidak akan memilih. Namun, Dia tahu apa yang terbaik.

Diambil dan diedit seperlunya dari::

Judul buku : Devosi Total
Judul asli : Extreme Devotion
Judul artikel : Titanic: DR. Robert Bateman
Penulis : The Voice of The Martyrs
Penerbit : KDP, Surabaya 2005
Halaman : 19

Dipublikasikan di: http://kesaksian.sabda.org/titanic_dr_robert_bateman

Komentar