Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Loading

Tuhan Menjawab Saat Aku Bersyukur

Ditulis oleh: Widodo

Pada tahun-tahun awal, ketika saya bekerja sebagai guru, sekitar tahun 2011, saya mengalami pergumulan berat dalam hal finansial. Sisa gaji saya waktu itu, setelah dipotong ini dan itu, sangat tidak mungkin untuk mencukupi kebutuhan yang lainnya. Akan tetapi, satu hal saya pegang waktu itu dan hingga kini, bahwa Tuhan akan selalu mencukupkan kebutuhan saya. Saya menjalani situasi ini selama satu tahun penuh.

Dalam menjalani masa-masa itu, saya tidak pernah berdoa dengan menangis-nangis memohon kepada Tuhan. Saya tidak ingin menjadi orang yang selalu menuntut dan meminta kepada Tuhan. Saya seringkali berpikir bahwa ketika saya meminta-minta kepada Tuhan, pasti pikiran saya akan berusaha mengatur Tuhan dan mereka-reka jalan keluar untuk hal tersebut, padahal Tuhan memiliki jalan dan caranya sendiri. Oleh karena itu, saya berdoa meminta kepada Tuhan tidak setiap waktu, melainkan membiarkan Tuhan mengetahui apa yang menjadi beban saya, karena tanpa saya ucapkan saya yakin Tuhan sudah mengetahuinya. 1 Kor. 2:9 adalah ayat yang selalu saya pegang dalam kehidupan saya. Dalam setiap doa saya, ucapan syukurlah yang senantiasa saya naikkan kepada Tuhan. Bersyukur atas apa yang telah saya capai, atas keberadaan saya dan atas segala yang terjadi dalam kehidupan saya. Karena permintaan yang tidak terjawab seringkali menimbulkan kekecewaan, sedangkan dengan bersyukur, saya senantiasa melihat tanah yang saya injak, bukan melihat ke langit. Ucapan syukur kepada Tuhan memberikan saya perasaan yang positif tentang Tuhan, dan saya juga yakin Tuhan disenangkan oleh ucapan syukur saya. Dan ternyata itu berhasil, saya melihat hasilnya, ketika saya tidak meminta tetapi bersyukur atas segala yang telah saya capai dan saya miliki, justru saya memperolehnya. Dalam kurun waktu satu tahun, saya tidak merasakan kekecewaan, bahkan Tuhan membuka jalan dengan berbagai cara yang tidak pernah saya pikirkan, sehingga setiap bulan kebutuhan keluarga saya selalu tercukupi. Yang lebih luar biasa lagi, di penghujung tahun, Tuhan membuat saya memperoleh promosi yang tidak pernah saya usahakan atau bahkan saya pikirkan, karena terus terang lebih banyak guru yang jauh lebih berpengalaman dan lebih baik dari saya, dan saya merasa mereka seharusnya lebih layak untuk mendapatkan hal tersebut.

Atas pengalaman itu, hingga kini saya mengisi doa saya sebagian besar dengan ucapan syukur dan penyerahan hidup kepada Tuhan. Akan tetapi, saya juga tetap akan meminta kepada Tuhan, yaitu ketika saya berdoa syafaat untuk orang lain. Bersyukurlah senantiasa.

Komentar