Doa Salomo

Satu hal apa yang akan Anda minta dari Tuhan jika Anda benar-benar tahu bahwa itu tidak akan ditolak? Salomo memiliki pilihan seperti itu. Setelah Daud meninggal ia menjadi raja atas Israel dan ketika ia berada di sebuah tempat bernama Gibeon Tuhan menampakkan diri kepadanya dalam mimpi pada malam hari. "Berfirmanlah Allah: 'Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.'"(I Raja-raja 3:5) WOW! Ini lebih baik daripada jin dalam botol -- ini adalah Allah yang menciptakan langit dan bumi, yang mengatakan bahwa dia bisa mengajukan permintaan apapun tanpa memberi syarat atasnya.

Jawaban Salomo memenuhi syarat untuk dimasukkan sebagai "Doa Agung di Alkitab." Berikut adalah apa yang ia minta: "Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?" (I Raja-raja 3:9) Salomo meminta kebijaksanaan untuk menjadi raja yang baik. Alkitab mengatakan; "Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian." (Ayat 10) Sekarang mari kita lihat ini sedikit lebih dalam dengan menempatkan diri kita dalam keadaan dua orang: Salomo dan Tuhan. Pertama mari kita coba untuk masuk ke dalam keadaan Salomo. Kita memiliki beberapa petunjuk dalam hati Salomo karena sebelum ia membuat permintaan kepada Allah, ia mengungkapkan tiga hal tentang apa yang sedang dipikirkannya.

Membandingkan dengan Daud

Dia membandingkan dirinya dengan Daud, ayahnya. Bicara tentang tugas yang besar! Di bawah Daud, kerajaan berdiri dengan kokoh dan semua musuh-musuh Israel ditundukkan. Tuhan menyebut Daud sebagai seseorang yang berkenan kepada-Nya. Ini pastinya telah membebani Salomo karena dia mengatakan kepada Allah; "Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini." (Ayat 6)

Dengan kata lain, Salomo bertanya apakah Tuhan masih menunjukkan kebaikan kepada ayahnya Daud dengan menempatkan anaknya di atas takhta kerajaannya. Dia merasa berada di bawah bayang-bayang Daud. Dia belum merasakan atau memiliki otoritas kerajaan di pihaknya sendiri.

Membandingkan dengan Anak

Berikutnya Salomo mengungkapkan kepada Allah bagaimana ia memandang dirinya sendiri. Dia mengatakan; "Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman." (Ayat 7) Ketika Salomo naik takhta ia sepenuhnya dewasa tapi dia tidak merasa seperti itu; dia tidak merasa sanggup melakukan pekerjaan itu. Pernyataannya merupakan pengakuan yang rendah hati tentang tidak berpengalaman dan keraguan tentang kedewasaannya untuk memerintah.

Membandingkan dengan Umat

Akhirnya Salomo berpikir tentang siapa dia yang akan memerintah dan ia merasa sangat tidak memadai dan terintimidasi. Dia mengatakan, "Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya."(Ayat 8) Dia berkata ; "Hei, ini adalah orang-orang pilihan Allah, siapakah saya sehingga bisa menjadi raja atas MEREKA?"

Ketika Salomo pergi tidur malam itu di Gibeon, semua masalah tersebut tidak diragukan lagi membebani pikirannya dan telah ada sejak ia pertama kali naik tahta. Kemudian Allah bertemu dengannya dalam mimpi yang mencerminkan hati raja baru yang sedang bergumul. Hal ini sering terjadi yaitu kita bermimpi tentang hal-hal apa saja yang sangat mengganggu kita, tetapi dalam hal ini Allah yang memulai mimpi itu. Mengapa Tuhan memberikan Salomo kekuasaan penuh untuk meminta apa saja kepada Dia?

Sekarang saatnya untuk masuk ke keadaan Allah, tetapi itu bisa menjadi hal yang berbahaya untuk dilakukan. Siapa yang bisa benar-benar mengetahui pikiran Tuhan? Maka dengan pemahaman bahwa saya tidak mengklaim mampu untuk berbicara atas nama Allah, juga saya tidak ingin menaruh kata-kata di mulut-Nya tentang apa yang saya pikirkan. Saya pikir, Tuhan memberi Salomo pilihan untuk meminta apa saja karena Dia tahu Dia bisa percaya padanya. Yesus berkata; "Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati." (Matius 12:34 b) Allah melihat kerendahan hati pada diri Salomo, tidak sombong untuk melakukan pekerjaannya. Dia melihat seorang pria yang merasa dirinya tidak siap untuk menjadi raja, namun yang sangat ingin menjadi seorang penguasa yang baik seperti Daud, ayahnya.

Hal yang kedua adalah bahwa sementara Tuhan tahu hati Salomo, Salomo mungkin tidak. Pertanyaan yang benar-benar baik seperti yang Allah ajukan dapat mengekspos diri kita yang sesungguhnya. Kadang-kadang apa yang kita lihat dalam hati kita sendiri dapat memberikan kita kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan besar, atau mungkin menunjukkan kepada kita bagaimana dangkalnya kita dan betapa kita membutuhkan hati yang baru. Namun, pikiran lain adalah bahwa Tuhan ingin menghormati pilihan raja yang baru. Tidak peduli apa yang akan diminta oleh Salomo; tidak ada yang terlalu besar bagi Tuhan. Sama seperti orangtua yang dengan bangga berkata kepada anak mereka yang lulus dari perguruan tinggi; "Apa yang kau inginkan untuk kelulusan?" Jika mereka kaya mereka mungkin mengatakan ; "Aku akan memberikan apa pun yang kau inginkan, aku sangat bangga padamu."

Tuhan sangat senang dengan permintaan Salomo sehingga Dia berkata; "Maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau." (Ayat 12) Salomo menjadi orang paling bijaksana yang pernah hidup. Tapi itu belum semua. Tuhan mengatakan kepadanya bahwa karena ia telah meminta kebijaksanaan bukan umur panjang, kekayaan atau nyawa musuh-musuhnya; "Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorangpun seperti engkau di antara raja-raja." (Ayat 13)

Apa yang Akan Anda Minta?

Sekarang Anda dapat melepas keadaan ilahi itu dan kembali pada Anda sendiri. Di awal artikel ini saya bertanya satu hal apa yang akan Anda minta kepada Allah jika Anda tahu pasti bahwa itu tidak akan ditolak. Apakah Anda pernah memikirkannya? Apakah menurut Anda permintaan Anda akan menjadi salah satu doa agung di Alkitab? Jangan berpura-pura di depan Allah dan mengatakan sesuatu yang Anda pikir terdengar baik atau super rohani; Anda juga tidak perlu berasumsi bahwa Anda tidak memiliki apa-apa yang cukup signifikan untuk diminta karena Anda bukan seorang raja. Ini adalah tentang hati. Apa yang sesungguhnya ada dalam hati Anda? Doa Salomo adalah salah satu doa yang agung karena hatinya benar ketika ia mendoakannya. Dengarkan janji Allah bagi mereka yang memiliki hati seperti itu:

"Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk." Yesaya 57:15

Meskipun doa Anda tidak bisa lagi dimasukkan dalam Alkitab, doa itu bisa menjadi doa yang agung di mata Tuhan. Dan mungkin akan mengejutkan karena pada akhirnya, Allah memberikan apa yang Anda minta -- dan bahkan mungkin semua yang tidak Anda minta. Sama seperti Salomo!(t/Jing Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Hannah's Cupboard
Alamat URL : http://hannahscupboard.com/solomons-prayer.html
Judul asli artikel : Great Prayers of the Bible: Solomon -- Prayer for Wisdom
Penulis artikel : Barbara Lardinais
Tanggal akses : 25 Juni 2013

Komentar