Doa bagi Para Pemimpin Gereja
Biarlah para imam-Mu berbajukan kebenaran, dan biarlah orang-orang saleh-Mu bersorak-sorai.
Mazmur 132:9 (AYT)
Opini, refleksi, dan pemikiran seputar kehidupan doa serta kerohanian, yang mengajak Anda melihat doa secara relevan dalam konteks hidup dan pelayanan masa kini.
Biarlah para imam-Mu berbajukan kebenaran, dan biarlah orang-orang saleh-Mu bersorak-sorai.
Mazmur 132:9 (AYT)
Pemberitahuan awal: Istri saya sedang menyelesaikan sentuhan akhir sebuah renungan berjudul "Doa Syafaat yang Penuh Keberanian". Renungan ini termasuk sedikit karya yang sepenuhnya berfokus pada doa syafaat dan merupakan hasil kolaborasi antara saya dan empat belas penulis kontributor. Kami berharap dapat menerbitkannya dalam format buku cetak di Amazon pada tanggal 1 November.
Di hadapan takhta, Anak Domba memerintah—air mata dihapus, luka disembuhkan, dan semua bangsa bersatu dalam penyembahan kekal.
Dari air mata di kubur lahir pengharapan kekal: Yesus bangkit, memanggil nama, mengalahkan maut, dan memberi damai bagi yang percaya.
Di kayu salib, Yesus mengampuni musuh, menerima pendosa, dan menyerahkan nyawa-Nya—kasih ilahi menang atas dosa, maut, dan penolakan manusia.
Di Getsemani, Yesus memilih taat di tengah duka, ditinggalkan sahabat, dan ditangkap—kasih-Nya tetap teguh demi keselamatan manusia.
Di tengah pengkhianatan, Yesus memecah roti dan mencurahkan darah-Nya—kasih perjanjian baru yang mengampuni, menyatukan, dan memberi pengharapan.
Yesus, Tuhan dan Guru, merendahkan diri membasuh kaki murid-murid-Nya—kuasa sejati dinyatakan melalui kasih, pelayanan, dan ketaatan.
Yesus menangis bersama yang berduka, lalu mengalahkan maut—Dia adalah kebangkitan dan hidup, memberi pengharapan kekal bagi yang percaya.
Firman Allah jatuh ke hati yang berbeda; hanya hati yang rindu dan berakar dalam kebenaran akan berbuah, menemukan Kerajaan sebagai harta sejati.