Penglihatan Dalam Kemuliaan: Doa
Banyak dari kita yang mengharapkan terjadinya pertemuan pribadi dengan Allah, tetapi kita ingin agar pertemuan itu terjadi sesuai dengan kehendak kita.
Melalui situs ini, Anda dapat menemukan artikel, renungan, kesaksian, tokoh, dan berbagai bahan inspiratif untuk memperkaya perjalanan iman, memperdalam relasi dengan Tuhan, dan menjadi berkat bagi sesama.
Kiranya setiap halaman yang Anda baca menjadi berkat, memperkaya perjalanan rohani, dan menguatkan langkah Anda setiap hari.
Kartu Doa Suku memuat pokok-pokok doa dari berbagai suku di Indonesia. Melalui kartu doa ini, Anda diajak mengambil bagian dalam doa bagi kebutuhan rohani dan pertumbuhan iman mereka.
Simak rekaman seminar GoPray! dan AI Talks yang akan mengajak Anda memperdalam pemahaman tentang doa serta mendoakan topik-topik doa yang disampaikan di dalamnya.
Memuat acara GoPray...
Memuat acara AI Talks...
Selami beragam artikel, renungan, kesaksian, blog, tokoh, dan ilustrasi yang akan menolong Anda bertumbuh dalam kehidupan doa dan iman.
Kumpulan artikel rohani yang memperdalam kehidupan doa Anda.
Bacaan harian untuk menguatkan iman dan saat teduh.
Kisah nyata kuasa Tuhan yang bekerja dalam hidup beriman.
Opini dan pemikiran segar seputar dunia kerohanian.
Inspirasi dari tokoh-tokoh iman yang luar biasa.
Cerita singkat yang memudahkan pemahaman makna doa.
Banyak dari kita yang mengharapkan terjadinya pertemuan pribadi dengan Allah, tetapi kita ingin agar pertemuan itu terjadi sesuai dengan kehendak kita.
Persahabatan Anila dan Perveen dimulai sejak disekolah, Perveen seorang gadis dari keluarga muslim yang ketat sedangkan Anila gadis Kristen yang sangat percaya akan Kebesaran Yesus. Seiring persahabatan mereka, Anila memberikan Alkitab kepada Perveen dan mengajarkan lagu-lagu Kristen yang dengan cepat dipelajarinya. Anila mulai mengundang Parveen menghadiri kebaktian Jumat Agung, pada saat mendengar presentasi Injil gadis muslim itu langsung menerima Yesus dalam hidupnya dan sangat bersemangat mengenai hubungannya bersama Yesus dan merasakan perubahan besar dalam hidupnya.
Bunyi-bunyi tembakan terdengar di luar gereja. Padahal sore itu gereja cukup ramai. Remaja-remaja hadir untuk mengikuti katekisasi dan penatua-penatua berkumpul untuk mengikuti rapat majelis. Ketika tembakan terdengar kami sedang menunggu kedatangan pak Pendeta. Aku pun berada di antara remaja-remaja itu. Peristiwa itu terjadi tahun 1964 waktu aku berusia 15 tahun.
Perjalanan hidup pasangan suami istri, Pdm. Ungke Godfried Dirk dan Ester Widyawati sangat unik. Mereka sama-sama mempunyai masa lalu yang kelam. Ester, anak pendeta yang getol belajar bela diri dan tari ular. Sementara Ungke, dari kecil sudah belajar karate, judo, dan silat di Perguruan Kayutsi, serta mempelajari kekebalan tubuh dan doyan berkelahi. Karena kemampuan bela dirinya, Ungke pernah menjadi pelatih di lingkungan Akabri dan Polri Yogyakarta. "Meskipun kami berdua dari keluarga Kristen, kami sama-sama punya masa lalu yang kelam. Namun, Tuhan begitu sabar terhadap kami, Ia terus menuntun kami mengenal-Nya," kata Ester yang dulu kerap mempertontonkan kebolehannya menari ular di kampus ataupun acara di kampung.
Peristiwa ini terjadi 25 tahun yang lalu di salah satu negara Asia. Saya melihat ke sekeliling gedung olahraga yang panas dan yang dipadati oleh sekitar 250 mahasiswa Kristen yang cerdas serta antusias. Jika kami melakukan apa yang hendak saya sampaikan, kami semua akan segera dijebloskan ke penjara.