10 Doa untuk Kebangunan Rohani

Kebangunan rohani adalah persoalan “keluarga”—yaitu keluarga Allah. Kebangunan rohani diperlukan ketika umat Allah mulai berkompromi, apatis, malas membicarakan dosa, dalam keadaan rohani yang “tertidur”, atau kehilangan perbuatan-perbuatan saleh dalam kehidupan lahiriah kita.

Orang-orang Kristen di seluruh dunia akan segera merayakan kemenangan Yesus atas maut pada saat Paskah. Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal, Yesus, untuk menjadi sama seperti kita, mati bagi kita, dan dibangkitkan dari antara orang mati. Tahun ini, kita menerima banyak laporan yang menguatkan tentang pencurahan Roh-Nya, kebangunan rohani, dan kebangunan iman di banyak tempat. Orang-orang percaya menyatakan kerinduan untuk melihat kebangunan rohani di komunitas mereka seperti kebangunan-kebangunan di masa lalu (lihat Revival Library untuk deskripsi kebangunan historis) atau laporan tentang kebangunan rohani di Asbury dan universitas-universitas lainnya. Doa untuk kebangunan rohani sedang berlangsung di seluruh dunia.

Inserted image

Apa Itu Kebangunan Rohani? Lebih dari sekadar luapan emosi atau ibadah yang “membuat perasaan enak,” kebangunan rohani berakar pada Firman Allah, pertobatan, kesaksian, penyembahan dengan segenap hati, dan doa yang sungguh-sungguh. Jonathan Edwards, yang memainkan peran penting dalam Kebangunan Besar Pertama, berkata, “Karena kita memiliki Allah yang mendengar doa seperti yang telah kita dengar, marilah kita banyak terlibat dalam kewajiban untuk berdoa: marilah kita berdoa dengan segala doa dan permohonan; marilah kita hidup dalam kehidupan yang penuh doa, tekun dalam doa, berjaga-jaga di dalamnya dengan segala ketekunan; berdoa senantiasa, tanpa henti, dengan sungguh-sungguh, dan tidak menjadi lemah.”

Bisakah Kita Berdoa untuk Kebangunan Rohani? Kebangunan rohani dimulai dalam doa. Kebangunan itu dinyatakan melalui pertobatan yang penuh dengan kerendahan hati, semangat yang diperbarui untuk taat dan setia kepada Firman Allah, kerinduan akan Allah, dan keberanian untuk bersaksi tentang Injil.

Doa untuk kebangunan rohani adalah salah satu pendahulu umum dari kebangunan iman yang memperbarui semangat kita. Seperti yang dikatakan oleh pendeta Presbiterian Dr. A. T. Pierson, “Tidak pernah ada kebangunan rohani di negara atau tempat mana pun yang tidak dimulai dengan doa bersama.”

Jadi, berikut ini adalah 10 jenis doa untuk kebangunan rohani yang dapat Anda doakan sendiri atau bersama orang lain.

Doa-Doa Singkat untuk Kebangunan Rohani dengan Kutipan Alkitab

1. Mazmur 139:23–24

Doa untuk kebangunan rohani tidak harus panjang, terlebih lagi jika berasal langsung dari Firman Allah. Doakan ayat-ayat dari Mazmur 139 ini untuk kebangunan rohani pribadi:

Selidikilah aku, ya Allah, dan kenali hatiku, ujilah aku dan kenali pikiran-pikiranku. Dan, lihatlah jika ada jalanku yang mendukakan, dan pimpin aku pada jalan kekekalan. (AYT)

2. Mazmur 42:1–5a

Doa yang lebih panjang untuk kebangunan rohani pribadi ini menggunakan ayat-ayat dari Mazmur 42. Ingatlah bahwa pendek atau panjang, yang penting bagi Allah adalah keadaan hati kita, bukan jumlah kata-kata kita:

Seperti rusa yang rindu akan aliran-aliran sungai, begitu juga jiwaku terhadap Engkau, ya Allah. Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup. Kapan aku boleh datang dan muncul di hadapan Allah? Air mataku telah menjadi makananku siang dan malam. Sementara itu, sepanjang hari mereka berkata kepadaku, “Di mana Allahmu?” Aku ingat, saat mencurahkan jiwaku, aku berjalan bersama kumpulan orang, dan bergerak perlahan ke rumah Allah, sambil menyuarakan sukacita dan nyanyian syukur, bersama dengan kerumunan yang mengadakan perayaan. Mengapa kamu menunduk, hai jiwaku, dan menggeram di dalam diriku? Berharaplah di dalam Allah! Sebab, aku akan bersyukur lagi kepada-Nya karena keselamatan di hadapan-Nya. (AYT)

Doa-Doa untuk Kebangunan Rohani Berdasarkan Pola Alkitab

3. Mazmur 51:1–10

Kita dapat menggunakan kata-kata pemazmur sebagai pola, dengan memparafrasekan dan berdoa dengan kata-kata kita sendiri seperti doa berikut yang didasarkan pada Mazmur 51:

Bapa, kasihanilah aku. Kasih-Mu tidak pernah gagal. Dalam belas kasihan-Mu, hapuskan noda dosa-dosaku. Basuhlah aku hingga bersih dan tahirkan hatiku dari segala dosa. Aku dihantui oleh pemberontakan dan ketidaktaatanku kepada-Mu. Aku mengakui dosa-dosaku kepada-Mu sekarang dan mengakui bahwa aku layak menerima hukuman-Mu. Aku adalah orang berdosa, tetapi karena Yesus Kristus, aku tahu Engkau mengampuni aku. Sucikan hatiku. Jadikan aku bersih, dan hatiku akan diperbarui. Pulihkanlah sukacita keselamatanku! Tolong aku berpaling dari dosaku. Ciptakanlah hati yang murni di dalam diriku, ya Allah. Perbaruilah roh yang teguh di dalam diriku. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin.

4. Daniel 9:4–6, 9–10, 18–19

Daniel menaikkan doa pengakuan dosa atas nama bangsanya, dan kita dapat menggunakannya sebagai pola untuk mempersembahkan doa pengakuan bersama:

Bapa Allah, Engkaulah Tuhan kami. Betapa besar dan dahsyat Engkau, ya Allah! Kasih-Mu tidak berkesudahan, dan Engkau setia pada janji-janji-Mu. Kami telah berdosa dan berbuat salah. Kami telah memberontak terhadap-Mu dan meremehkan perintah-perintah-Mu. Kami telah menyimpang dari ketaatan semula dan membiarkan kasih kami menjadi dingin. Kami berhenti mendengarkan Firman-Mu dengan hati yang siap taat. Namun, Engkau penuh belas kasihan dan pengampunan. Bapa Allah, dengarkanlah kami. Lihatlah kami dalam kebutuhan kami akan belas kasihan dan anugerah-Mu. Lihatlah pelayanan jemaat kami yang terpuruk. Kami tahu kami tidak layak menerima pertolongan-Mu. Kami datang bukan dalam nama kami sendiri, melainkan dengan berani dalam nama Yesus. Kasihanilah kami. Ampunilah dosa-dosa kami. Dengarlah dan bertindaklah. Jangan tunda untuk membangunkan hati kami dan membuat jemaat kami mengasihi Engkau dan hidup bagi-Mu sebagaimana Engkau telah memanggil kami untuk melakukannya. Dalam nama Yesus kami berdoa, amin.

5. Ratapan 3:17–24

Jangan takut untuk berseru kepada Allah dari tempat kesedihan atau dukacita. Meratapi keadaan hati kita, jemaat kita, atau bangsa kita dapat menjadi titik awal pertobatan dan kebangunan rohani.

Doa ratapan dapat diselingi dengan keheningan. Jangan takut akan keheningan dalam doa. Ada kalanya kita tidak memiliki kata-kata dan Roh Kudus berdoa bagi kita (Roma 8:26).

Doakan doa ratapan ini berdasarkan Ratapan 3:

Bapa, aku tidak merasakan damai sejahtera dan aku lupa akan perasaan bersukacita dan hidup berkecukupan. Aku merasa seolah-olah segala kebaikan telah lenyap dari hidupku, semua yang kuharapkan dari-Mu. Aku telah mengembara dan tertindas. Aku mengalami kepahitan dan penderitaan. Jiwaku berat dan sedih karena dosaku dan keadaan berdosa orang-orang di sekitarku. Namun demikian, aku tahu masih ada harapan. Aku tahu kasih-Mu begitu besar sehingga aku tidak akan dikalahkan oleh dunia yang telah jatuh ini. Kasih-Mu tidak pernah gagal. Rahmat-Mu baru setiap pagi. Besarlah kesetiaan-Mu! Engkaulah bagianku dalam hidup ini. Aku akan menantikan dengan rendah hati pembebasan-Mu, dalam nama Yesus. Amin.

Doa-Doa Kebangunan Rohani dari Sejarah

6. Doa Charles Spurgeon tentang Kekudusan

Pendeta Charles Spurgeon terkenal karena khotbah dan doanya. Berikut ini adalah sebagian dari doanya tentang kekudusan yang dapat kita doakan untuk kebangunan rohani kita sendiri:

“Kami menyembah Engkau karena Engkau kudus dan kami mengasihi Engkau karena kesempurnaan-Mu yang tak terbatas. Kini kami merindukan dan berseru meminta kekudusan bagi diri kami sendiri. Kuduskanlah kami sepenuhnya, roh, jiwa, dan tubuh. Tuhan, kami meratapi dosa-dosa kehidupan kami di masa lalu dan kekurangan kami saat ini. Kami memuji Engkau karena Engkau telah mengampuni kami. Kami telah diperdamaikan dengan-Mu oleh kematian Anak-Mu. Ada banyak orang yang tahu bahwa mereka telah dibasuh dan bahwa Ia yang menghapus dosa telah menghapus dosa mereka. Merekalah yang sekarang berseru kepada-Mu untuk dibebaskan dari kuasa dosa, dibebaskan dari kuasa pencobaan dari luar diri mereka, tetapi terutama dari dosa yang berdiam di dalam diri mereka sendiri.”

Meratapi keadaan hati kita, jemaat kita, atau bangsa kita dapat menjadi titik awal pertobatan dan kebangunan rohani.

7. Doa Pendeta Billy Graham

Billy Graham menaikkan doa ini bagi AS pada pelantikan Presiden Clinton tahun 1997:

“Tuhan… ingatkanlah kami hari ini bahwa Engkau telah menunjukkan kepada kami sesuatu yang baik dan yang Engkau tuntut dari kami; yaitu berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah kami. Kami memohon agar sebagai bangsa, merendahkan diri di hadapan-Mu dan mencari kehendak-Mu bagi hidup kami dan bagi bangsa yang besar ini. Tolong kami sebagai bangsa untuk berupaya sebaik mungkin untuk memperkuat keluarga-keluarga kami dan memberi anak-anak kami harapan serta dasar moral bagi masa depan. Kiranya kerinduan kami adalah melayani Engkau, dan dengan demikian melayani satu sama lain. Inilah yang kami doakan dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Amin.”

Doa-Doa Kebangunan Rohani dari Hati

8. Doa yang Sederhana dan Berani

Allah senang mendengar umat-Nya berdoa dari hati. Ibrani 4:16 meyakinkan kita bahwa karena Kristus, kita dapat berdoa dengan berani dan penuh keyakinan.

“Bapa, terima kasih karena Engkau begitu mengasihi kami sehingga Engkau mengutus Anak-Mu yang tunggal, Yesus, untuk mati bagi kami dan bangkit kepada hidup yang kekal. Terima kasih untuk Roh Kudus-Mu. Kami mengakui bahwa kami adalah orang-orang berdosa dan bahwa kami bergantung kepada Yesus untuk keselamatan dan hidup yang kekal. Kami mengakui bahwa kami telah gagal memenuhi panggilan kami di dalam Kristus dan telah menyimpang dari kasih mula-mula kami. Ampunilah kami, dalam nama Yesus. Dalam nama-Nya saja kami datang dengan berani memohon pencurahan baru dari Roh-Mu. Bangkitkanlah hati kami. Perbaruilah roh kami. Pulihkanlah sukacita kami. Segarkan kembali semangat kami untuk mengasihi dan melayani dunia yang diselamatkan oleh karena kedatangan-Mu. Dalam nama Yesus, Amin.”

9. Doa untuk Kebangunan Rohani Seluruh Jemaat

Kebangunan rohani dimulai dari hati pribadi, tetapi kerinduan kita adalah melihatnya menyebar ke seluruh jemaat. Kita dapat berdoa untuk kebangunan rohani bersama dari hati kita.

“Tuhan, kami dengan rendah hati memohon pengampunan dan belas kasihan-Mu. Kami telah berdosa terhadap-Mu dan menyimpang jauh dari jalan-jalan-Mu. Kami gagal mengasihi, menaati, dan memberikan kepada orang lain pengampunan yang telah kami terima serta belas kasihan yang telah kami alami. Kami bertobat dari dosa-dosa kami. Kami kembali kepada-Mu mencari kebangunan rohani, pembaruan, dan pemulihan. Penuhilah kami dengan Roh Kudus-Mu dan biarlah hidup serta hubungan kami mencerminkan Yesus Kristus. Bangkitkanlah kami, dalam nama Yesus, Amin.”

Lagu-Lagu yang Mengiringi Doa untuk Kebangunan Rohani

10. Berdoa Melalui Nyanyian Rohani

Meskipun berdoa melalui nyanyian rohani mungkin masih terasa baru bagi Anda, ada banyak lagu rohani dengan lirik yang memohon kebangunan rohani dari Allah. Nyanyikan lagu tersebut sekali, bacalah liriknya sebagai doa, lalu nyanyikan kembali. Gunakan lagu-lagu seperti “Spirit of God, Descend Upon My Heart” dan “Revive Us, Again.” Lagu-lagu kontemporer yang dapat digunakan sebagai doa untuk kebangunan rohani antara lain “Shine, Jesus, Shine” oleh Graham Kendrick dan “He Reigns” oleh Steven V. Taylor dan Peter Furler. (t/Jing-jing)

Diambil dari:

Nama situs

:

Christianity.com.

Alamat artikel

:

https://www.christianity.com/wiki/prayer/prayers-revival.html

Judul asli artikel

:

10 Prayers for Revival

Penulis artikel

:

Lori Stanley Roeleveld