Opini, refleksi, dan pemikiran seputar kehidupan doa serta kerohanian, yang mengajak Anda melihat doa secara relevan dalam konteks hidup dan pelayanan masa kini.
Saya diberi tahu bahwa burung nasar yang turun atas seekor binatang yang terluka akan langsung menuju mata dari korbannya. Sepertinya mereka tahu bahwa jika masih ada sedikit kemungkinan untuk hidup, maka mereka harus menyingkirkan penglihatan dari korbannya. Demikian pula setan, seperti burung nasar itu, mengerti akan nilai penglihatan bagi pendoa syafaat. Paulus juga mengetahui akan nilai ini dan ia berdoa supaya "mata hati" orang-orang percaya menjadi "terang". (Efesus 1:18, NEB) Namun sayang sekali, terlalu banyak pengikut Kristus yang tidak mencapai hasil karena mereka tidak memunyai visi. Fokus mereka sering kali tercerai-berai. Diperlukan suatu visi tunggal seperti yang dikatakan Jack Hayford, "Apabila engkau mengurangi lingkup suatu kegiatan atau kehidupan, maka engkau meningkatkan kekuatan dari kegiatan atau kehidupan itu".
Pada saat Yesus selesai berdoa, murid-murid-Nya berkata kepada-Nya, "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya." (
Pertanyaan:
Mengapa kita memohon kepada Allah untuk menolong kita agar kita tidak menjadi orang jahat?
Dalam Tips berikut ini Anda dapat mengetahui bagaimana cara-cara praktis mengajar anak berdoa. Selain itu Anda akan dibukakan wawasan yang lebih luas lagi tentang arti doa dan menolong anak untuk belajar mengerti jawaban Tuhan atas doa-doa mereka.
Ada beberapa teknik yang dapat diapkai untuk menolong anak-anak belajar menyusun doa sendiri dan masuk ke dalam suasana doa dalam hatinya untuk dirinya sendiri.
Ajaklah anak-anak bersama-sama mengikuti guru mengucapkan doa sederhana kalimat demi kalimat. Guru harus berhati-hati supaya suaranya tetap biasa dan bukanlah "suara khusus" dengan ucapan- ucapan yang tidak berarti.