Disiplin Doa

Doa pada dasarnya adalah sebuah percakapan antara kita, sebagai anak-anak Allah, dan Bapa kita di surga.

Jika Anda belum membaca tulisan-tulisan blog saya sebelumnya tentang perjalanan saya dalam disiplin rohani tahun ini, saya menyarankan untuk memulainya dengan membaca blog pengantar saya, serta blog saya pada bulan Januari tentang disiplin meditasi.

Disiplin Doa

Jika saya harus menebak, saya akan mengatakan bahwa setiap orang yang membaca tulisan blog ini pasti pernah berdoa pada suatu waktu dalam hidupnya. Bahkan, banyak dari kita mungkin akan mengatakan bahwa kita sangat akrab dengan disiplin doa, dan bahwa kita mempraktikkannya secara teratur.

Saya sendiri yakin bahwa saya memahami konsep doa sehingga saya tidak mengira bulan ini akan begitu mencerahkan bagi saya secara pribadi. Tentu saja, saya percaya bahwa akan ada beberapa hal baru yang saya pelajari dan saya berharap dapat bertumbuh dalam kehidupan doa saya, tetapi sekarang setelah membaca pasal tentang doa dan menghabiskan satu bulan mencoba (dan gagal) untuk meluangkan waktu yang terfokus pada doa, saya menyadari bahwa saya sangat sedikit mengetahui cara berdoa yang sebenarnya. Dalam beberapa hal, doa itu sangat sederhana, seperti yang selama ini saya percayai—yaitu sebuah percakapan antara seorang Bapa dan anak-Nya. Namun, ada begitu banyak sisi dari disiplin ini, dan begitu banyak cara di mana saya, entah bagaimana, terlalu mempersulit sekaligus kurang menekankan doa dalam hidup saya. Karena itu, saya sangat antusias untuk dapat membagikan sedikit tentang sesuatu yang saya pelajari bulan ini kepada Anda, dan saya juga berharap dapat mendengar pengalaman Anda tentang doa.

Apa itu doa, dan bagaimana kita melakukannya?

Inserted image

Richard Foster menguraikan dengan jelas dalam Celebration of Discipline bahwa kita seharusnya memandang doa melalui lensa sebagai anak laki-laki dan anak perempuan Allah (hlm. 40). Doa pada dasarnya adalah sebuah percakapan antara kita, anak-anak Allah, dan Bapa kita di surga. Walaupun saya mengetahui hal ini, dan saya bisa saja mengatakannya kepada siapa pun yang bertanya kepada saya tentang doa sebelum bulan ini, saya pikir jauh di dalam hati saya mendekati doa dari sudut pandang seorang hamba atau karyawan Allah, bukan sebagai anak-Nya, dengan berpikir bahwa saya harus mengatakan hal yang tepat, dengan cara yang tepat, dan pada waktu yang tepat untuk mendapatkan perhatian-Nya.

Namun, syukurlah itu sama sekali bukan kenyataannya. Allah lebih memerhatikan kondisi hati kita daripada cara kita menampilkan diri kita di luar, seperti yang dikatakan dalam 1 Samuel 16:7. Kerinduan hati-Nya bagi kita adalah supaya kita sepenuhnya tunduk kepada-Nya, supaya kita “memikirkan sama seperti pikiran-Nya” seperti yang dinyatakan Foster (hlm. 37), sehingga kita tahu apa yang harus dilakukan dalam situasi apa pun yang kita hadapi untuk menghadirkan realitas Kerajaan Allah ke bumi ini.

Tentu saja, saya dapat mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa saya belum sampai di sana, tetapi itulah keindahan dari menjalani sebuah perjalanan bersama Allah: ada kebebasan untuk berlatih, untuk belajar, dan bahkan untuk membuat kesalahan. Bapa kita yang baik dan penuh kasih ingin kita menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri agar kita dapat menjadi garam dan terang di dunia yang sangat membutuhkannya ini. Jadi, mengapa Ia tidak mengizinkan kita, bahkan mendorong kita, untuk mempraktikkan disiplin doa ini sekalipun kita belum “sempurna” di dalamnya? Pewahyuan ini, meskipun sangat sederhana, telah begitu manis dan membebaskan bagi saya bulan ini, dan saya berdoa agar hal itu juga bermanfaat bagi Anda.

Seperti apa bulan yang lalu ini?

Harapan saya ketika memasuki bulan doa ini adalah bahwa saya akan memiliki daftar orang untuk didoakan dan berusaha setia mendoakan mereka setiap hari. Namun, sejujurnya saya tidak merasa bahwa itulah arah yang Tuhan tunjukkan kepada saya pada musim ini. Sebaliknya, saya menghabiskan cukup banyak waktu hanya untuk berdoa memohon kasih karunia, sembari meminta agar keinginan dan pikiran saya diselaraskan dengan keinginan dan pikiran-Nya.

Saya juga merasa bahwa Ia meminta saya untuk berdoa secara konsisten dan dengan sengaja, pada pagi dan malam hari, bagi masa depan saya—bagi kota tempat saya akan tinggal, bagi orang-orang yang akan ada di sekitar saya, dan secara umum bagi segala sesuatu yang Ia ingin lakukan melalui saya ke depan. Saya tidak merasa memiliki arah yang lebih spesifik, tetapi yang saya miliki adalah rasa pengharapan yang diperbarui bagi hidup saya. Saya diingatkan bahwa Allah semesta alam benar-benar ingin memakai saya, dari sekian banyak orang, untuk membawa orang lain keluar dari kegelapan dan masuk ke dalam terang. Anugerah demi anugerah.

Cara ketiga saya mempraktikkan disiplin doa ini lebih banyak berkaitan dengan mendengarkan daripada hal lainnya, yang tidak mengherankan mengingat Foster mengatakan bahwa “mendengarkan Tuhan adalah hal pertama, hal kedua, dan hal ketiga yang diperlukan untuk doa syafaat yang berhasil” (hlm. 39). Ketika saya menjadi lebih konsisten berdoa dalam waktu pribadi saya bersama Allah, saya merasa bahwa secara bersamaan saya juga menjadi lebih peka terhadap dorongan Roh ketika menjalani hari-hari saya. Ada peningkatan yang signifikan dalam hal saya diingatkan, seolah-olah tanpa sebab, tentang orang-orang dari masa lalu saya, bahkan mereka yang sudah bertahun-tahun tidak saya temui atau ajak bicara. Pada saat-saat itu, saya memutuskan bahwa hal terbaik yang bisa saya lakukan adalah mendoakan mereka. Kebetulan atau tidak, saya percaya bahwa Tuhan menggunakan momen-momen ini untuk membangkitkan iman saya dan menarik saya lebih dekat kepada-Nya.

Apa yang akan saya bawa dari bulan ini?

Sekarang, lebih dari sebelumnya, saya menyadari bahwa saya masih memiliki banyak hal untuk dipelajari tentang doa. Saya ingin dan perlu meluangkan lebih banyak waktu untuk mempelajari topik ini—hal-hal yang Yesus katakan tentang doa, cara Ia meneladankannya bagi kita, cara orang lain mempraktikkannya dengan berhasil, dan sebagainya. Saya juga perlu untuk benar-benar melakukannya. Saya sangat menyukai perkataan Foster, “Saya sangat bersyukur karena saya tidak menunggu sampai saya sempurna atau sampai segala sesuatu beres sebelum mendoakan orang lain, karena jika demikian saya tidak akan pernah memulainya” (hlm. 38). Akan selalu ada lebih banyak hal untuk dipelajari, tetapi waktu untuk berdoa adalah sekarang!

Doa pada dasarnya adalah sebuah percakapan antara kita, anak-anak Allah, dan Bapa kita di surga.

Secara praktis, saya ingin meluangkan lebih banyak waktu untuk mempraktikkan beberapa jenis doa syafaat yang disarankan oleh Foster. Salah satunya adalah sesuatu yang ia sebut sebagai “doa kilat,” yaitu mendoakan orang-orang yang kita temui setiap hari (hlm. 44). Doa-doa ini sederhana, tetapi penuh kuasa, dan diilhami oleh Roh Kudus. Saya pernah melakukannya secara sporadis sebelumnya, dan setidaknya hal itu telah menolong saya menjadi lebih peka terhadap segala sesuatu yang Allah ingin lakukan dalam kehidupan orang-orang di sekitar saya, meskipun saya percaya bahwa Ia dapat dan memang memakainya untuk lebih dari sekadar memberikan manfaat pribadi bagi saya.

Hal praktis lain yang ingin saya lakukan dengan lebih teratur adalah mendoakan dan memberkati anak-anak dalam hidup saya (hlm. 44). Saya memiliki hak istimewa untuk mengasuh sekelompok anak di gereja saya pada Minggu malam, dan sering kali di tengah upaya memastikan semua orang terurus, saya lupa bahwa saya memiliki kesempatan yang luar biasa untuk melayani anak-anak ini—generasi kita berikutnya. Saya ingin lebih sengaja meluangkan waktu untuk menyebutkan potensi emas dalam diri masing-masing dari mereka, meneguhkan mereka tentang diri mereka menurut rancangan Allah, dan secara umum memberitahukan kepada mereka betapa luar biasanya mereka! Sedikit peneguhan dapat berdampak sangat besar dalam hati siapa pun, terlebih lagi dalam hati seorang anak.

Apa selanjutnya dalam perjalanan ini?

Saya sangat menantikan bulan berikutnya ini. Bulan ini akan sepenuhnya berfokus pada puasa! Kunjungi kembali pada akhir bulan Maret jika Anda ingin mendengar tentang bulan saya yang berfokus pada puasa, dan beri tahu saya bagaimana Anda mengintegrasikan puasa ke dalam hidup Anda.

Dan seperti biasa, saya sangat ingin mendengar pemikiran dan pengalaman Anda tentang doa. Saya baru saja menyentuh permukaan topik ini dalam blog ini, jadi kita bisa melanjutkan percakapan di kolom komentar di bawah.

Terima kasih banyak telah meluangkan waktu untuk membaca pembaruan blog ini, dan saya harap bulan Maret Anda menyenangkan! (t/Jing-jing)

Diambil dari:

Nama situs

:

First15

Alamat artikel

:

https://www.first15.org/articles/the-discipline-of-prayer/

Judul asli artikel

:

The Discipline of Prayer

Penulis artikel

:

Caroline Richard