Biarlah para imam-Mu berbajukan kebenaran, dan biarlah orang-orang saleh-Mu bersorak-sorai.
Mazmur 132:9 (AYT)
Mazmur 132 berfokus pada Daud dan perhatiannya terhadap “rumah” Allah di Yerusalem, yaitu bait Allah yang akan dibangun oleh Salomo, anak Daud. Dalam konteks ini, pemazmur berdoa bagi para imam yang melayani di bait Allah: “Biarlah para imam-Mu berbajukan kebenaran, dan biarlah orang-orang saleh-Mu bersorak-sorai” (132:9, AYT). Kata yang diterjemahkan di sini sebagai “kebenaran” adalah tzedeq, yang merupakan kata dasar dalam bahasa Ibrani untuk “kebenaran.” Dengan demikian, ayat ini dapat diterjemahkan secara lebih harfiah, “Biarlah para imam-Mu berpakaian kebenaran, dan biarlah orang-orang saleh-Mu bersorak-sorai.”
Betapa kita perlu berdoa seperti ini pada masa kini! Gereja terus mengalami kehancuran yang terjadi ketika para pemimpin Kristen gagal mengenakan kebenaran. Percabulan, ketidakjujuran finansial, dan haus akan kekuasaan telah menjatuhkan banyak pemimpin, membawa aib bagi gereja, serta melemahkan pelayanannya di dunia. Tentu saja, para pemimpin kita perlu mendisiplinkan hidup mereka dan membangun sistem pertanggungjawaban agar mereka tidak jatuh ke dalam godaan yang menjerat mereka. Namun, para pemimpin gereja tidak akan berpakaian kebenaran tanpa kasih karunia Allah. Dan, karena alasan inilah, kita harus terus-menerus berdoa bagi mereka, agar Allah membimbing mereka, memberkati mereka, dan melindungi mereka.
Ketika saya menulis ini, saya teringat seorang sahabat terkasih di Gereja Presbiterian Irvine. Sam sekarang telah bersama Tuhan, tetapi ia adalah anggota gereja yang setia selama sebagian besar dari enam belas tahun masa pelayanan saya sebagai pendeta senior di gereja tersebut. Dalam kurun waktu itu, Sam mengatakan kepada saya bahwa ia telah mendoakan saya sekitar 500 kali. Hampir setiap hari Minggu setelah salah satu khotbah saya, ia akan datang dan mengatakan sesuatu seperti, “Firman yang bagus, Mark. Saya selalu mendoakanmu.” Saya tidak bisa cukup menekankan betapa besar artinya hal itu bagi saya. Saya tahu saya sangat membutuhkan banyak doa, dan saya tahu bahwa Sam sedang berdoa. Sungguh suatu dorongan yang luar biasa!
Meskipun kita tidak memiliki para imam yang melayani Allah di bait Allah secara harfiah, kiranya Mazmur 132:9 mengingatkan kita untuk berdoa bagi para pemimpin Kristen kita: bagi para pendeta dan imam, bagi para pelayan dan penatua, bagi para diaken dan misionaris, bagi para manajer dan direktur utama, bagi para guru dan kepala sekolah, bagi para supervisor dan wakil presiden, dan bagi semua orang yang melayani Allah sebagai pemimpin di gereja-Nya atau di lembaga mana pun. Dan kemudian, jika saya boleh menambahkan satu nasihat lagi, saya mendorong Anda untuk mengikuti teladan Sam dengan memberitahukan kepada para pemimpin Anda bahwa Anda mendoakan mereka.
PERTANYAAN UNTUK REFLEKSI: Apakah Anda mendoakan para pemimpin di gereja atau di tempat kerja Anda? Apa yang dapat membantu Anda untuk mendoakan mereka dengan lebih teratur? Apakah ada seseorang secara khusus yang perlu Anda doakan akhir-akhir ini? Apakah ada seseorang yang perlu Anda beri tahu bahwa Anda mendoakannya?
DOA: Ya Tuhan, kiranya mereka yang melayani sebagai pemimpin berpakaian kebenaran. Kiranya mereka memuliakan Engkau dalam segala yang mereka lakukan, baik dalam peran resmi mereka maupun dalam kehidupan pribadi mereka. Ketika mereka dicobai untuk berbuat dosa, berilah mereka kekuatan untuk menolak. Tolonglah mereka untuk membangun dalam hidup mereka konteks dukungan dan pertanggungjawaban yang akan menolong mereka ketika mereka lemah.
Biarlah para imam-Mu berpakaian kebenaran, dan biarlah orang-orang saleh-Mu bersorak-sorai.
Hari ini, Tuhan, aku berdoa secara khusus bagi mereka yang memegang jabatan kepemimpinan resmi di gereja. Aku memikirkan para pemimpin di gerejaku sendiri . . . . [Doakan para pendeta, penatua, staf, dan lain-lain.]
Dalam mendoakan para pemimpin, Tuhan, aku juga diingatkan bahwa Engkau telah memanggil kami semua ke dalam pelayanan-Mu. Sekalipun kami tidak memiliki tanggung jawab resmi, kami semua adalah hamba-Mu, kami semua dipanggil ke dalam pelayanan-Mu. Oleh karena itu, ketika aku berdoa bagi para pemimpin, aku juga berdoa bagi seluruh umat-Mu, termasuk diriku sendiri. Kiranya kami berpakaian kebenaran Kristus, hidup dalam iman kami di dunia ini dengan integritas dan kerendahan hati.
Aku berdoa dalam nama Yesus, Amin. (t/Jing-jing)
|
Diambil dari: |
||
|
Nama situs |
: |
Theology of Work |
|
Alamat artikel |
: |
https://www.theologyofwork.org/the-high-calling/prayer-church-leaders/ |
|
Judul asli artikel |
: |
A Prayer for Church Leaders |
|
Penulis artikel |
: |
Tim Theology of Work |
- Log in to post comments