HARI 27: YESUS DITANGKAP (16 Maret 2026)

Play Audio

Hari ke-27: YESUS DITANGKAP

Salah satu cara utama Allah menarik umat muslim kepada-Nya adalah melalui studi Alkitab yang sederhana, yang menelusuri kisah Kitab Suci dari Penciptaan hingga Kebangkitan. Aplikasi Waha menyediakan kumpulan kisah Alkitab yang telah diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa. Selama tiga puluh hari ke depan, kita akan berdoa melalui kisah-kisah ini yang menyatakan Yesus, Sang Firman yang menjadi manusia.

Saat Anda membaca ayat-ayat yang mungkin sudah sangat dikenal, bayangkanlah dengan penuh doa bagaimana rasanya membacanya untuk pertama kali — melihat hikmat, kuasa, keindahan, dan otoritas Allah, lalu ditarik untuk percaya kepada Kristus dan menyerahkan kesetiaan kepada-Nya.

Berdoalah bagi umat dan tempat Anda sesuai dengan apa yang Tuhan nyatakan melalui bagian Alkitab hari ini:

Matius 26:36-56 (AYT)

Kemudian Yesus tiba bersama murid-murid-Nya di tempat yang bernama Getsemani dan Dia berkata kepada murid-murid-Nya, "Duduklah di sini, sementara Aku ke sana untuk berdoa." Dan, Dia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus bersama-Nya, dan Dia mulai berduka dan bersusah hati. Kemudian, Dia berkata kepada mereka, "Hati-Ku sangat berduka, bahkan seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan tetaplah berjaga-jaga bersama-Ku." Dan, Dia sedikit menjauh, lalu sujud dengan wajah-Nya menyentuh tanah dan berdoa, kata-Nya, "Bapa-Ku, kalau mungkin, biarlah cawan ini berlalu dari-Ku. Akan tetapi, jangan seperti yang Aku kehendaki, melainkan seperti kehendak-Mu." Kemudian, Dia datang kepada murid-murid-Nya dan mendapati mereka sedang tidur. Lalu, Dia berkata kepada Petrus, "Jadi, kamu tidak sanggup berjaga-jaga bersama Aku selama 1 jam? Berjaga-jaga dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan. Roh memang penurut tetapi daging lemah." Yesus pergi lagi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya, "Bapa-Ku, jika ini tidak dapat berlalu kecuali Aku meminumnya, kehendak-Mulah yang akan terjadi." Sekali lagi, Dia datang dan mendapati mereka tidur karena mata mereka terasa berat. Maka, Dia meninggalkan mereka, dan Dia pergi lagi, lalu berdoa untuk ketiga kalinya, mengucapkan kata-kata yang sama. Kemudian Yesus kembali kepada murid-murid dan berkata, "Tidurlah sekarang dan beristirahatlah. Lihat, waktunya makin dekat dan Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. Bangunlah, mari kita pergi. Lihat, orang yang menyerahkan Aku sudah dekat." Sementara Yesus masih berbicara, Yudas, satu dari kedua belas murid itu datang. Bersama-sama dengan dia, kerumunan besar orang banyak dari imam-imam kepala dan tua-tua bangsa itu, dengan pedang dan pentung. Sekarang, ia yang menyerahkan Yesus memberi mereka tanda, katanya, "Siapa yang aku cium, itulah Dia, tangkaplah Dia." Yudas segera mendekat kepada Yesus dan berkata, "Salam, Rabi!" Dan, Yudas mencium-Nya. Yesus berkata kepadanya, "Teman, lakukanlah maksud kedatanganmu." Kemudian orang banyak itu mendekat, meletakkan tangan pada Yesus, dan menangkap-Nya. Dan, lihat, satu dari mereka yang bersama Yesus mengulurkan tangannya, menarik pedangnya, dan menyerang hamba imam besar itu, dan memotong telinganya. Kemudian, Yesus berkata kepadanya, "Kembalikan pedangmu ke tempatnya karena semua yang menggunakan pedang akan binasa oleh pedang. Atau, kamu pikir aku tidak mampu memohon kepada Bapa-Ku, dan Ia, sekarang juga, akan memberi-Ku lebih dua belas pasukan malaikat? Namun, bagaimana kemudian Kitab Suci akan digenapi yang mengatakan bahwa harus terjadi demikian? Pada waktu itu, Yesus berkata kepada orang banyak itu, "Apakah seperti melawan perampok kamu keluar dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Setiap hari, Aku duduk mengajar di Bait Allah dan kamu tidak menangkap Aku. Akan tetapi, semua ini terjadi supaya kitab-kitab para nabi digenapi." Kemudian, semua murid meninggalkan-Nya dan melarikan diri.

Apa yang diajarkan oleh bagian ini kepada kita tentang Allah,

Yesus sepenuhnya mampu menghentikan penangkapan dan penyaliban-Nya yang akan datang. Namun, Dia menyerahkan diri-Nya dengan sukarela -- bukan karena kelemahan, melainkan karena ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa. Berulang kali Yesus berdoa, "Bukan kehendak-Ku, tetapi kehendak-Mu yang terjadi." Berdoalah agar keindahan pengorbanan sukarela Yesus menuntun banyak orang di negeri ini untuk mengasihi dan mengikuti-Nya.

Kita juga belajar bahwa Yesus mengalami kesedihan terdalam yang pernah dialami manusia. Dia tidak bersikap stoik atau acuh tak acuh terhadap penderitaan. Berdoalah bagi mereka yang berada dalam kesedihan mendalam di negeri ini agar mereka mengetahui bahwa Yesus mengalami kesedihan yang lebih besar dan rindu hadir bersama mereka di tengah penderitaan mereka.

Apa yang diajarkan oleh bagian ini kepada kita tentang kemanusiaan,

Manusia itu lemah. Tubuh kita mudah lelah. Petrus penuh semangat dan menyatakan bahwa dia siap mengikuti Yesus ke mana pun, berapa pun harganya. Namun, ketika Mesias memintanya berjaga dan berdoa, dia bahkan tidak sanggup menjaga matanya tetap terbuka. Berdoalah agar gambaran ini menyadarkan umat muslim di tempat ini bahwa mereka tidak akan pernah cukup berpuasa, tidak akan pernah cukup berdoa, dan tidak akan pernah cukup memberi untuk memperoleh keselamatan. Kiranya kesadaran ini mendorong mereka kepada kasih karunia Yesus.

Tidak seorang pun di antara kita menjadi sahabat Yesus seperti Dia telah menjadi sahabat kita. Berdoalah agar banyak orang di negeri ini mengalami persahabatan yang sejati dengan Yesus, sehingga relasi ini mengubahkan mereka semakin hari semakin serupa dengan gambar-Nya.

Pemahaman tentang bagaimana bagian ini berhubungan dengan umat Islam,

Hanya ada satu jalan bagi kita untuk dilepaskan dari tubuh maut ini. Anak Allah berdoa kepada Bapa-Nya, “Jika ada cara lain, ambillah cawan ini dari Aku.” Namun, Bapa tidak mengambilnya. Hanya dengan meminum cawan penderitaan inilah hidup kekal tersedia bagi semua yang percaya.

Halima telah mendengar kisah-kisah tentang Yesus dan meminta agar kisah-kisah itu diceritakan kepadanya berulang kali. Dia mengasihi kisah-kisah tersebut dan bahkan menyatakan kuasa Yesus dengan mengakui bahwa Dia adalah Allah. Namun, ketika keluarganya datang berkunjung dan ibunya berpuasa serta ayahnya menjalankan waktu-waktu doa, Halima kesulitan mempertemukan kesalehan lahiriah keluarga Muslimnya dengan Injil yang menyatakan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan. Dia tidak dapat menerima bahwa Allah tidak akan mengampuni ketidakpercayaan mereka kepada Yesus hanya karena kesungguhan hidup religius mereka. Dia meyakini bahwa Allah akan melihat “kehidupan baik” mereka, mengampuni mereka, dan memberikan hidup kekal.

Seiring waktu, Halima mulai mengejar kesalehan dengan lebih giat. Dia menghitung doa-doanya dengan tasbih, berpuasa dua kali seminggu, dan sangat berhati-hati menjaga kesopanan dalam berpakaian. Dia berkata, “Jelas mana yang baik dan mana yang buruk. Kamu bisa merasakannya.”

Seperti banyak orang lainnya, Halima mempercayai kebohongan bahwa manusia sendirilah yang menentukan jalan menuju Allah — bahwa baik dan buruk ditentukan oleh apa yang terasa benar bagi kita.

Lalu, bagaimana orang Kristen dapat memiliki kepastian akan hidup kekal? Allah sendiri menyatakan bahwa hanya ada satu jalan menuju Bapa — melalui Yesus, Anak-Nya. Berdoalah agar kerendahan hati dan pertobatan lahir di hati orang-orang di negeri ini.

Panduan tentang cara berdoa atas ayat ini bagi umat Kristen yang menjangkau umat Muslim di lokasi ini,

Ketika orang-orang percaya menderita karena Kristus, keluarga mereka sering kali kebingungan tentang bagaimana harus berdoa. Jika kita tahu bahwa “berbahagialah mereka yang dianiaya demi kebenaran”, apakah keliru berdoa agar mereka dibebaskan dari penjara? Jika Allah bekerja dengan kuasa-Nya bahkan di balik jeruji, haruskah kita bersedih dan memohon agar keluarga dipersatukan kembali?

Ayat ini meneguhkan kita bahwa di tengah kesedihan, kita boleh berdoa dengan jujur dan kudus, “Jika mungkin, ambillah cawan ini dari kami.” Namun, pada saat yang sama, kita berdoa, “Bukan kehendak kami, ya Allah, tetapi kehendak-Mu yang terjadi.” Allah terus memajukan Injil. Allah terus membangun Gereja-Nya. Kita mempercayai Dia bahkan ketika kita belum dapat melihat jalan-Nya.

Melalui air mata, kita datang kepada Allah dengan doa yang jujur dan penuh keputusasaan, sambil bersandar pada kedaulatan-Nya yang sempurna — Dia yang mendengarkan dan Dia yang mengasihi.

  • Berdoalah bagi orang-orang Kristen di tempat ini yang menghadapi kesedihan mendalam, kesulitan, dan penganiayaan, agar mereka menemukan penghiburan dalam keyakinan bahwa Yesus melihat dan memahami.
  • Dunia muslim masih menantikan banyak orang Kristen yang menanggapi panggilan Allah dengan ketaatan nyata, bukan sekadar persetujuan intelektual. Berdoalah agar orang-orang percaya mengikuti jalan Tuhan mereka -- bahkan ketika ketaatan membawa mereka melewati kesedihan -- demi membawa Kabar Baik kepada umat muslim.

Ayat-ayat Alkitab yang dapat digunakan dalam doa :

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa segala belas kasihan dan Allah segala penghiburan, yang menghibur umat-Nya dalam segala penderitaan mereka, supaya mereka sanggup menghibur orang lain dengan penghiburan yang sama yang mereka terima dari Allah. Sebagaimana orang-orang percaya di negeri ini turut mengambil bagian dalam penderitaan Kristus dengan limpah, kiranya mereka juga mengalami penghiburan-Nya. (2 Korintus 1:3-5)

Berdoalah agar orang-orang di tempat ini, seperti Paulus, dapat bersaksi di tengah penderitaan yang menghancurkan, “Hal ini terjadi supaya kami jangan mengandalkan diri kami sendiri, tetapi mengandalkan Allah yang membangkitkan orang mati.” (2 Korintus 1:9)