Kisah Cinta Paling Mengagumkan
Karl Barth, teolog Swiss kontemporer, yang terkenal meskipun kontroversial, merupakan seorang pemikir besar, penulis yang produktif, dan seorang guru besar di beberapa universitas di Eropa.
Karl Barth, teolog Swiss kontemporer, yang terkenal meskipun kontroversial, merupakan seorang pemikir besar, penulis yang produktif, dan seorang guru besar di beberapa universitas di Eropa.
Sepasang insan muda saling mencintai. Cinta mereka seperti orang mabuk kepayang. Di rumah maupun di jalan, pagi maupun petang, si dia terus terbayang.
Sepasang suami istri yang sudah beberapa puluh tahun menikah pun saling mencintai. Namun, apakah suami istri ini mabuk cinta seperti muda-mudi tadi? Jelas tidak.
Pada malam kelahiran Yesus, sinar terang sebuah bintang mengumumkan kelahiran-Nya. Itulah pengumuman yang diharapkan dan didoakan banyak orang, meski banyak juga yang tidak memedulikannya.
Dunia melihat orang-orang Kristen merayakan kematian pada Jumat Agung, dan mereka tidak dapat mengetahui alasannya. Mereka berkata, "Itu sangat ekstrem! Mengapa, sebelum Allah dapat mengampuni manusia, Dia membutuhkan kematian Anak-Nya? Mengapa Dia tidak begitu saja, dengan murah hati, mengampuni dosa orang?
"Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku".
(Yohanes 16:26)
Ditulis oleh: N. Risanti
Dalam sebuah lagu berbahasa Inggris berjudul "Count Your Blessings", terdapat lirik sebagai berikut: "If I am weary, I can't sleep, I count my blessings instead of sheep ... and I'll fall asleep, counting my blessings." (Jika saya khawatir dan tidak dapat tidur, saya menghitung berkat saya dan bukan menghitung domba, lalu saya akan tertidur ketika menghitung berkat saya - Red.). Yah, lebih sering kita memikirkan hal-hal yang lain: hal-hal yang tidak atau belum dapat kita raih, hal-hal duniawi, berbagai keinginan atau hasrat untuk kepuasan diri, atau hanya terjebak memikirkan situasi dan kondisi yang sedang terjadi.