Akan membuka halaman baru
Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa
Makna
Seperti Musa dan Yosua bekerja sama dalam pertempuran melawan Amalek, demikianlah Tuhan bermaksud agar doa syafaat dan penginjilan bertugas secara gabungan. Keduanya seperti tangan dalam sarung tangan, atau air di sungai, atau cabang dalam pokok anggur. Doa syafaat yang tidak dikaitkan dengan penyelamatan jiwa-jiwa, bagaikan anak panah yang dilepaskan tanpa sasaran, atau seorang atlet yang berlari dalam perlombaan yang tidak memunyai garis akhir, atau pertandingan sepak bola tanpa jala gawang. Jika kita berdoa untuk kebangunan rohani, kita harus berbuat sesuatu untuk hal itu. Doa syafaat adalah pekerjaan persiapan, sebuah bajak yang menghancurkan tanah untuk ditabur dan dipanen. Itu tidak berarti bahwa kita tidak perlu bersyafaat sampai ada kebaktian penginjilan atau pekerjaan serupa itu diselenggarakan, tetapi itu berarti bahwa kita harus memunyai suatu penglihatan dan rencana untuk menjangkau jiwa-jiwa. Penginjilan tanpa doa syafaat bagaikan mesin yang dijalankan tanpa tenaga listrik, atau menangkap ikan tanpa jala dan berusaha menangkap ikan seekor demi seekor pada ekornya. ... selengkapnya »
Di Belakang Layar
Alangkah istimewa hak seorang penginjil, bila ia memiliki banyak orang yang berdoa untuk mendukung penginjilannya! Merekalah pekerja mesiu yang menyediakan dinamit untuk pengeboman Injil terhadap neraka. Para tokoh doa syafaat itu lebih daripada mitra doa. Mereka adalah manusia jenis Musa. Dalam beberapa hal, kita takkan pernah dapat menjadi seperti Musa. Ia seorang pangeran, pemberi hukum, pembina bangsa, dan jenius. Tetapi, ia bahkan lebih besar daripada itu dan dalam hal itu, kita dapat menjadi seperti dia. Ia seorang pendoa syafaat! Sebagai seorang pangeran Mesir, Musa dilatih dalam peperangan dan barangkali bahkan memerintah prajurit-prajurit. Tetapi ketika keberadaan Israel terancam, Musa berubah menjadi pendoa syafaat. Ia membela umatnya dengan memohon untuk mereka kepada Allah. Ia tak menaruh keyakinan kepada kekuatannya sendiri, tetapi pergi mencari wajah-Nya. ... selengkapnya »
Sepanjang sejarah kekristenan, keadaan gereja tidak selalu cemerlang. Gambaran gereja mula-mula yang ideal (zaman para Rasul), menurun hingga mengalami "kematian" yang dikenal dengan zaman kegelapan atau "The Dark Ages". Saat itu, pujian dan penyembahan tidak terdengar lagi di gereja, karunia bahasa lidah hilang, dan konsep keselamatan oleh pengorbanan Yesus digantikan dengan konsep keselamatan yang dapat dibeli dengan uang. ... selengkapnya »
Apakah Pentakosta itu? Apakah ia hanya merupakan fakta sejarah semata -- kolot, tandus, masa lalu? Atau apakah Pentakosta adalah masa kini, energi kehidupan yang harus dihasilkan dalam sejarah kehidupan setiap individu dan setiap gereja di semua tempat dan untuk sepanjang waktu? Pentakosta adalah Injil dalam tindakan praktis dan sepenuhnya. Pentakosta adalah Roh Kudus dalam bentuk sebenarnya. Pentakosta memberikan kuasa untuk melaksanakan Injil. Injil tidak dapat dilaksanakan di tempat mana pun atau dalam kondisi apa pun secara agresif dan penuh kuasa, tanpa kuasa Pentakosta. Apa yang dilakukan Roh Kudus kepada murid-murid pada hari Pentakosta, harus dilakukan-Nya juga kepada kita. Roh Kudus yang telah membuat gereja bergerak dengan kekuatan penuh, dan hanya Dialah yang dapat membuat gereja tetap bergerak dan memiliki kuasa. ... selengkapnya »
Mendengar suara Tuhan? Siapa yang tidak tertarik dengan karunia yang satu ini? Selain menarik, juga orang yang memilikinya terlihat berbeda dibanding orang lain. Seolah-olah, pemilik karunia ini memiliki hubungan langsung dengan Tuhan, yang setiap saat dapat mendengar suara-Nya, mengerti isi hati-Nya, dan mampu menjadi jembatan orang itu dengan Tuhan. ... selengkapnya »
Keberadaan Iblis dan Roh-Roh Jahat
Beda dari yang dikesankan oleh film-film hantu Hong Kong yang jenaka, film-film misterius X-files yang mencampuradukkan data, fiksi, kebenaran, dan kesesatan, atau film-film hantu serial beberapa televisi Indonesia yang banyak mengundang asosiasi binal pemirsa; Alkitab menelanjangi taktik-taktik mematikan dan strategi-strategi busuk iblis dan roh-roh jahat. Alkitab menegaskan bahwa iblis adalah kepala dari para malaikat Tuhan yang jatuh. Iblis "diabolos" berarti musuh, sebab ia memang memusuhi Allah (1 Tawarikh 21:1; Ayub 1-2; Zakharia 3:1-2) dan menyerang umat Allah (Wahyu 12:9-10). Ia menjadi ilah dunia ini dengan memimpin orang-orang yang bergaya hidup duniawi, yaitu tidak tunduk terhadap kehendak Allah (Yohanes 12:31; 2 Korintus 4:4; Efesus 2:2; 1 Yohanes 5:9). ... selengkapnya »
Orang beriman harus senantiasa diperlengkapi dengan sejumlah jenis senjata. Efesus 6:10-11 berkata, "Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis." Orang semacam ini adalah orang yang siap menghadapi musuh. Iblis akan melakukan segala upaya untuk mencegah, jangan sampai Anda memiliki ilmu pengetahuan dari Allah. Sekalipun Anda berhasil memiliki senjata itu, ia akan berusaha merebutnya. Anda akan mengalami ujian dalam hal ini, dan ada beberapa orang yang tidak lulus dalam ujian tersebut. Iblis akan menyatakan bahwa Anda tidak memerlukan senjata itu. Sebaiknya senjata itu dibuang saja, sebab senjata itu tidak bermanfaat bagi Anda. ... selengkapnya »
Berikut ini adalah tanda dari orang-orang yang memiliki karunia doa syafaat.
Berdoa lebih lama. Saya menjumpai mereka paling tidak berdoa 1 jam sehari, dan lebih sering mereka berdoa selama 2 sampai 5 jam sehari.
Berdoa dengan lebih intensif.
Benar-benar menikmati kehidupan mereka dan menerima kepuasan pribadi lebih banyak dari waktu-waktu doanya. Melihat jawaban yang semakin sering dan dramatis bagi doa-doa mereka.
Benar-benar mengetahui bagaimana mendengar secara jelas suara Allah. Banyak mereka yang juga diberi karunia bernubuat.
Uilfredo Pareto, ekonom Italia, mendapatkan suatu penemuan yang mengherankan sehubungan dengan kecenderungan pada abad ini. Ia mendapatkan bahwa apa pun sistem perpajakan yang dipakai oleh suatu negara, sekitar 20 persen orang memegang kendali atas 80 persen uang yang beredar. Kemudian, "Prinsip Pareto" ini pun dicoba diterapkan dalam berbagai hal, contohnya: ... selengkapnya »
Saat merayakan Paskah, kita mengingat bagaimana penderitaan Tuhan di kayu salib untuk umat manusia yang berdosa. Bagi banyak orang, penyaliban dan kebangkitan Kristus adalah sesuatu yang begitu sering didengar di gereja sehingga sudah menjadi hal yang biasa. Padahal ini merupakan peristiwa luar biasa yang menjadi pusat pemberitaan Kabar Baik dalam misi. Mari kita renungkan lagi apa yang terjadi di bukit Golgota. ... selengkapnya »