Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Loading

Doa 2

Mereka yang Berdoa Mengubah Dunia

Sekalipun secara teologis kita yakin bahwa Allah bekerja melalui doa, akan bermanfaat bila kita melihat teladan-teladan dari orang-orang yang telah berdoa. Teladan dari Nehemia, Hudson Taylor, Jim Eliot, dan orang-orang Kristen yang dibunuh di RRC, seharusnya mendorong kita untuk berdoa!

Nehemia

Ketika bangsa Israel berada di pembuangan, Nehemia mendapat visi dari Allah, yang memperlihatkan kesetiaan-Nya kepada umat-Nya, di hadapan para penawan mereka yang menyembah berhala. Allah menempatkan sebuah visi di dalam hati Nehemia, untuk membangun kembali tembok di sekeliling kota Yerusalem. Dalam Nehemia 1:4-5, Nehemia berkabung, berpuasa, dan berdoa di hadapan Allah. Ia memulai doanya dengan perkataan, "Ya, TUHAN, Allah semesta langit, Allah yang mahabesar dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan tetap mengikuti perintah-perintah-Nya." Nehemia mengetahui siapa yang berkuasa. Ia tahu bahwa visinya sia-sia tanpa kebesaran Allah di pihaknya.

Ia melanjutkan doanya, mengingatkan Allah akan janji-janji-Nya pada waktu lampau (pengertian Nehemia akan firman Allah memungkinkan dia untuk berdoa sesuai dengan kehendak Allah yang telah dinyatakan), mengaku dosa-dosanya dan dosa-dosa bangsanya, dan memohon agar Allah bertindak, sehingga ia akan dikenal -- sekalipun di negeri penyembah berhala. Jawaban Allah terhadap doa Nehemia yang lahir dari iman itu, tercatat dalam Nehemia 6:16, "Ketika semua musuh kami mendengar hal itu (penyelesaian pembangunan tembok), takutlah semua bangsa sekeliling kami. Mereka sangat kehilangan muka dan menjadi sadar, bahwa pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Allah kami." Semoga Allah memberikan keberhasilan seperti itu melalui doa!

Hudson Taylor

Allah menaruh sebuah beban rohani bagi bangsa China yang besar di hati pemuda ini. Doa merupakan pusat kehidupan Taylor, dan kehidupan seluruh utusan Injil yang dipengaruhinya untuk ikut dalam China Inland Mission. Ketika Taylor mempelajari China dan kebutuhan-kebutuhan setiap provinsi, ia melihat sebuah peta dan sebuah Alkitab yang terbuka. "Doa adalah satu-satunya cara yang dapat memberikan kelegaan kepada hatinya yang sangat terbeban." Doa-doa dan tindakan-tindakan Taylor menolong mengubah sifat misi-misi dunia. Allah memberikan Taylor visi untuk masuk ke pedalaman, tidak hanya mendatangi kota-kota di pesisir pantai saja. Visi ini memengaruhi didirikannya misi-misi seperti Afrika Inland Mission, Sudan Interior Mission, dan lain-lainnya. Taylor juga meninggalkan cara berpakaian orang Inggris pada waktu itu, mengenakan sebuah jubah China, dan mengikat rambutnya, sehingga ia dapat lebih berhasil mendekati orang-orang China. Dengan demikian, Taylor menjadi seorang yang menentukan model dalam adaptasi lintas budaya.

John Eliot

Jim Eliot, salah seorang utusan Injil yang paling terkenal pada abad XX, mati di tangan orang Indian Auca pada tahun 1955, tetapi pengaruh kehidupannya berlangsung sampai sekarang. Allah memakai Jim Eliot secara luar biasa, sekalipun dalam hidupnya yang pendek -- karena ia setia berdoa dan percaya bahwa, "orang kudus yang berjalan dengan lututnya, tidak pernah mundur". Setelah membaca, menyelami artinya, dan mencatat, Eliot mempersiapkan dirinya untuk berdoa. Ia memunyai daftar orang-orang yang harus didoakan, sebuah daftar untuk setiap hari dalam satu minggu, dan jika waktu di kamarnya terbatas, ia berdoa sambil berjalan untuk makan pagi di kampus, atau sambil berdiri dalam barisan di ruang makan.

Eliot mengerti arti peperangan rohani melalui doa, dan seperti Habel "Ia masih berbicara, sesudah ia mati" (Ibrani 11:4). Eliot menerima Dia sebagai dan berdoa agar Allah memakai hidupnya secara luar biasa. Allah menjawab doa Eliot, dengan membuatnya menjadi seorang martir abad XX, yang kehidupan dan kata-katanya telah menggerakkan ratusan orang untuk menginjil, dan memunyai keyakinan yang lebih mendalam mengenai visi dunia.

Republik Rakyat China (RRC)

Tidak ada orang yang dipilih dalam contoh ini (meskipun banyak di antara mereka adalah anak-anak dan cucu rohani dari Hudson Taylor), tetapi kegiatan kerohanian yang berlangsung di RRC saat ini, merupakan sebuah kesaksian dari pekerjaan Allah melalui doa. Pada akhir tahun empat puluhan dan awal tahun lima puluhan, ratusan utusan Injil diusir dari China. Namun Carl Lawrence mencatat bahwa, kebangunan rohani besar-besaran yang sedang berlangsung di China dewasa ini, terjadi karena "mereka yang meninggalkan China tidak pernah berhenti berlutut. Mereka meninggalkan China secara jasmani, tetapi tidak pernah meninggalkan China secara rohani".

Carl Lawrence memberikan penghargaan kepada para pendoa ini: "Mereka tidak dikalahkan, mereka hanya melanjutkan peperangan di salah satu arena yang paling berat: doa syafaat. Mereka sering difitnah, karena mereka tidak menyadari bahwa "kita hidup di dunia yang berbeda, dan tidak ada yang dapat Anda lakukan untuk China". Hanya sedikit di antara mereka yang (telah) diakui orang, karena memberikan sumbangan dalam membangun kerajaan-Nya. Meskipun demikian, mereka terus-menerus -- jam demi jam, hari demi hari, tahun demi tahun, mengingat nama-nama orang yang ditinggalkan mereka di desa-desa dan di masyarakat yang tersebar di seluruh China. Pekerjaan mereka jauh di luar deskripsi pekerjaan apa pun yang dapat direncanakan manusia.

Mereka berdoa dan Allah menjawab. Ketekunan mereka dalam doa telah memberikan hasil. Kesetiaan mereka dalam doa yang mengubah dunia, telah memberikan sumbangan kepada pekerjaan Allah yang besar di China, sebuah pekerjaan yang hanya sepenuhnya diketahui oleh Allah.

Belajar Mendoakan untuk Sebuah Visi Dunia

Berdoa merupakan sebuah tantangan yang besar bagi kita semua, karena doa bukan terjadi begitu saja. Doa merupakan suatu disiplin atau latihan rohani, yang mengalihkan perhatian kita kepada Allah. Ketika kita didesak untuk berdoa dan mendengarkan teladan-teladan orang-orang yang berdoa dengan setia, kita dapat dengan mudah bertindak berlebih-lebihan. Mungkin sebelumnya kita telah menjalani kehidupan tanpa doa. Namun, sekarang mungkin berusaha untuk meniru orang-orang kudus, yang terkenal dengan berdoa selama empat jam sepanjang siang hari atau sepanjang malam. Tetapi, ledakan tiba-tiba dari doa yang bersemangat seperti itu, akan mengecilkan hati kita. Bila keadaan rohani kita tidak siap, doa syafaat selama empat jam sama seperti berusaha untuk lari maraton tanpa latihan, atau lari dengan kelebihan berat 15 kilogram. Kita perlu mulai berdoa di mana kita berada, sesuai dengan keadaan rohani kita saat ini.

Dengan pikiran bahwa kita perlu berdoa sesuai dengan keadaan rohani kita, kita bebas mendengar pengajaran bahwa doa diukur, "bukan berdasarkan waktu, tetapi berdasarkan intensitasnya". Kita perlu belajar memikirkan doa dipandang dari segi-segi seperti "penuh semangat" atau "intensif", dan bukan dipandang dari lamanya. Jika lamanya doa menjadi ukuran kita, maka mungkin kita kehilangan keinginan untuk berdoa. Kita dapat menambah kadar dan kepentingan doa kita untuk pengabaran Injil, jika kita ingat untuk menerapkan prinsip-prinsip berikut ini.

  1. Mulailah dengan penyembahan. Seperti Nehemia, kita harus mengakui bahwa dalam doa, kita datang kepada Tuhan, Penguasa langit dan bumi.

  2. Mengakui dosa-dosa kita. Maksud Allah adalah untuk mengubah kita, dan pengakuan dosa membuka diri kita untuk mendengar suara-Nya.

  3. Mulailah dengan hati yang kecil. Jika kita berdoa tidak bagi siapa pun dalam pekerjaan pengabaran Injil saat ini, menambahkan satu orang saja dalam daftar doa kita merupakan kemajuan.

  4. Berdoalah secara khusus. Kita harus memilih satu kelompok masyarakat, seorang utusan Injil, atau satu negara yang dapat kita doakan, daripada memanjatkan doa-doa yang umum, "Berkatilah para utusan Injil."

  5. Jadilah seorang "Pahlawan Doa" bagi seseorang di negeri atau di kebudayaan lain. Seorang teman pengabar Injil saya, Marc Lashway, menetapkan tiga kelompok orang yang berdoa: "seorang pendoa adalah orang yang berdoa baginya sekali-sekali; seorang prajurit doa adalah seorang yang berdoa baginya dengan teratur (seminggu sekali atau setiap hari); seorang pahlawan doa adalah orang yang tidak hanya berdoa bagi dirinya setiap hari, tetapi yang meminta agar ia didoakan dalam setiap perkumpulan Kristen -- yang terus-menerus mendukung alasan berdoa baginya".

  6. Gunakanlah sumber-sumber yang tersedia untuk mengarahkan doa Anda.

  7. Jika Anda sedang mendoakan seorang utusan Injil, bacalah laporan berkalanya, dan selidikilah tempat di mana utusan Injil itu melayani, sehingga Anda dapat berdoa dengan benar. Utusan Injil yang tinggal di pusat-pusat kota besar, mungkin tidak membutuhkan doa untuk perlindungan terhadap ular-ular berbisa, tetapi mungkin mereka memerlukan doa agar mereka dilindungi dari para perampok!

Dalam bukunya "Excellence in Leadership", John White menceritakan mengenai seorang utusan Injil yang pergi ke Buenos Aires, Argentina, dengan membawa kopernya yang penuh dengan kancing, jarum, dan berbagai macam barang lainnya, yang pikirnya akan diperlukan di sebuah negara yang "terbelakang". Ketika ia memasuki sebuah kota modern dengan penduduk 7,5 juta orang, ia malu karena begitu buruknya ia mempersiapkan diri. Dengan cara yang sama, mungkin doa-doa kita tidak sesuai untuk orang yang sedang kita doakan, jika kita tidak mengetahui apa-apa mengenai daerah tempat mereka tinggal.

Allah Bekerja melalui Doa!

Doa, misi, dan penginjilan saling berhubungan, karena doa membawa kita berhadapan muka dengan muka dengan Allah dan rencana-Nya. Kita harus berdoa untuk menghadapi tugas penginjilan dunia yang belum selesai. Kita harus berdoa jika kita ingin membangun sebuah visi dunia pribadi. Kebutuhan, kesempatan, dan Tuhan mendorong kita untuk berdoa. Pada saat kita berdoa, kita akan melihat cara-cara Allah bekerja yang penuh kuasa, bahkan cara-cara yang tidak kita ketahui atau mengerti. Melalui doa-doa kita, Allah mengizinkan kita untuk menjadi bagian dari perubahan dunia yang dilakukan-Nya. Saya ingin membagikan kepada Anda sebuah contoh tentang bagaimana Allah bekerja melalui doa.

David Howard adalah seorang utusan Injil di Kolombia, Amerika Selatan. Orang-orang percaya ada di mana-mana! Allah bekerja dengan hebat, dan David bersukacita melihat buah ini. Akan tetapi, pada saat yang sama, kakak laki-laki David, Phil, bekerja keras di antara orang Indian Slavey di daerah barat laut Kanada. Phil telah bekerja dengan orang-orang Indian ini selama 14 tahun, tanpa seorang pun yang bertobat. Pada suatu malam, David membagikan keprihatinannya mengenai kakaknya, Phil, kepada orang-orang Indian yang bekerja bersamanya di Kolombia. Setelah membagikan keprihatinannya, David duduk. Pemimpin desa itu bangkit dan mengundang orang-orang untuk berdoa. David menggambarkan apa yang terjadi selanjutnya: "Ia tidak perlu mengulangi undangan itu. Dua ratus orang segera berlutut dan mulai berdoa. Kebiasaan mereka adalah berdoa bersama dengan suara nyaring. Pada sore itu, mereka berdoa selama satu jam lima belas menit tanpa berhenti. Mereka mencurahkan seluruh isi hati mereka bagi Phil dan istrinya, Margaret, dan untuk orang-orang Indian Kanada itu."

Perhatian orang Indian Kolombia kepada Phil berjalan terus lama setelah mereka mulai mendoakan. Mereka mengirimkan surat-surat yang membesarkan hati dan terus mendoakan. Kemudian David Howard mendapatkan bahwa Phil, setelah 14 tahun melayani, telah lemah keadaan rohaninya. Pikirnya, apa gunanya? Ia bertanya-tanya mengapa ia harus bertekun. Pada suatu malam, ia pergi tidur dengan perasaan kalah dan kecil hati, tetapi pada keesokan paginya, ia bangun dengan suatu sukacita yang baru, dengan keberanian untuk melanjutkan pekerjaan untuk mana Allah telah memanggilnya. Ketika kedua saudara tersebut membandingkan tanggal-tanggal itu, waktunya persis sama: pada malam ketika Phil tidur dengan perasaan murung, kemudian bangun dengan perasaan segar lagi, adalah pada malam ketika orang-orang Indian Kolombia menghabiskan waktunya mendoakan Phil dengan tekun. Tidak hanya semangat Phil yang dibangkitkan dalam waktu yang singkat, Roh Kudus mulai bekerja, dan para petobat pertama dari suku Indian Slavey menyampaikan keputusan mereka kepada Phil. Satu per satu mereka mulai berdatangan, sebagai jawaban atas doa orang-orang lain yang berada 6.437 kilometer atau lebih jauhnya!

Merupakan satu kehormatan bila kita harus menghadap Allah dalam doa dan memohon kepada-Nya -- Ia tidak hanya akan membuat kita seperti anak-Nya, Yesus Kristus, tetapi Ia juga akan bekerja dengan hebat di dalam dunia!

Diambil dari:

Judul asli buku : A Mind for Mission
Judul buku : Pemberitaan Injil Tugas Siapa?
Penulis : Paul Borthwick
Penerjemah : Ester Santoso
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
Halaman : 51 -- 57

Komentar