Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Doa dan Mukjizat

Serangan yang kita alami, meskipun tampaknya berasal dari alam natural, hanyalah gejala dari permusuhan yang nyata dari penguasa kegelapan.

Baru-baru ini, saya memikirkan tentang kekuatan lokomotif dan kemiripannya dengan kuasa doa dalam hidup kita.

Apa yang membuat sebuah lokomotif bergerak? Lokomotif memiliki poros, roda, mesin, dan banyak lagi. Namun, lokomotif akan menjadi tidak lebih dari sebuah patung jika mesinnya tidak bekerja. Itulah yang membuat lokomotif bergerak.

Alkitab memberi tahu kita dalam Matius 7:8, "Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan." Kita bisa melihat ada kekuatan besar yang tersedia bagi kita melalui doa.

Selama beberapa minggu terakhir ini, saya mempelajari hubungan antara doa dan mukjizat, dan saya memperhatikan bahwa kedua hal ini sering bekerja bersama-sama.

Saya ingin menunjukkan beberapa contoh dalam Alkitab tentang kuasa mukjizat Allah yang bekerja sebagai demonstrasi ilahi bahwa Allah di surga mendengar doa orang-orang di bumi, yang menjadi jalan masuk-Nya ke dalam urusan manusia.

Ketika Anda memperhatikan cerita-cerita ini, bayangkan mereka dalam pikiran Anda dan biarkan Tuhan berbicara kepada Anda melalui mereka.

Kita akan mulai dengan Yosua bab sepuluh. Bangsa Israel telah bertempur sepanjang hari melawan musuh mereka, orang Amori, dan malam mulai tiba. Yosua, pemimpin mereka, tahu bahwa sangat penting bagi bangsa Israel untuk memenangkan ini, dan mereka membutuhkan siang hari yang lebih banyak.

Karena itu, berkatalah Yosua kepada Tuhan pada hari ketika Tuhan menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel, dan dia berkata di hadapan orang Israel: "... 'Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!' Maka, berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. Belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seorang manusia secara demikian, sebab yang berperang untuk orang Israel ialah TUHAN." (Yosua 10:12-14)

Mengapa mukjizat ini terjadi? Yosua berbicara kepada Tuhan dan berkata, "Di hadapan orang Israel, Matahari, berhentilah." Tuhan mendengarkan permintaan doa seorang pria, dan mukjizat bagi bangsa Israel pun terjadi.

Kita bisa melihat banyak contoh lagi di Perjanjian Lama yang menunjukkan bahwa doa terhubung dengan sebuah mukjizat. Elia berdoa agar hujan berhenti, dan hal itu terjadi selama 3,5 tahun. Kemudian, Elia berdoa agar hujan turun lagi dan terjadilah demikian. Doa seorang pria, dan dua mukjizat mengubah seorang raja dan sebuah bangsa.

Karena doa Ishak, Allah memberikan Yakub dan Esau kepada Ribka. Yusuf adalah anak dari doa Rahel. Doa Hanna melahirkan Nabi Samuel pada saat kemunduran terjadi atas bangsa Israel. Doa Ezra mendatangkan keyakinan bagi seluruh kota Yerusalem. Untuk menjawab doa Hizkia, seorang malaikat membunuh 185 ribu tentara Sanherib dalam satu malam.

Sekarang, mari kita lihat kisah Daniel. Dalam bab dua dari kitab Daniel, kita menemukan bahwa kemuliaan Yehuda dan Yerusalem telah lenyap. Nebukadnezar, Raja Babel, telah datang ke Yerusalem dan menghancurkan Bait Allah, menyita beberapa perkakas dari rumah Allah dan mengambil beberapa tawanan dari orang-orang terpilih termasuk Daniel dan tiga temannya, Hananya (Sadrakh), Misael (Mesakh), dan Azarya (Abednego), dan membawa mereka ke Babel. Kita melihat dalam Daniel 2:1 bahwa Tuhan mulai bekerja dengan orang nomor satu Setan.

Pada tahun kedua dari pemerintahan Nebukadnezar, Nebukadnezar mendapat mimpi yang membuat rohnya gelisah dan dia tidak bisa tidur.

Dalam mimpinya, Nebukadnezar melihat satu sosok pria, dan pada akhir dari mimpi, batu menggelinding ke kaki sosok ini dan menghancurkannya. Terbangun dari ketakutan dan putus asa dalam mengartikan mimpi itu, Nebukadnezar membangunkan seluruh orang bijaksana di istana. Ia meminta mereka untuk menceritakan apa mimpi itu serta mengartikannya.

Tentu saja, tidak ada seorang pun dari para astrolog, peramal, penyihir, atau orang bijak di istana yang bisa melakukannya. Upaya mereka yang lemah untuk meyakinkan raja mengenai mustahilnya tugas itu, justru membuatnya marah dan sangat marah sehingga ia memerintahkan agar semua orang bijaksana di Babel dibunuh. Setelah keputusan tersebut ditetapkan, Ariokh pergi ke rumah Daniel, karena ia dan teman-temannya adalah orang bijak, sehingga mereka mungkin juga akan dibunuh. Daniel, tentu saja, agak berbeda dari semua orang itu. Dia berasal dari kerajaan yang ternama, mempelajari kitab suci, dan seorang pria yang luar biasa dalam berdoa. Mungkin dari semua orang di kerajaan itu, Daniel adalah yang paling menghargai suara Tuhan.

Daniel bertanya kepada Ariokh mengapa keputusan itu begitu mendesak, dan Ariokh menjelaskan permasalahannya kepada Daniel. Terlepas dari keputusan dan fakta bahwa raja menolak permintaan orang bijak "yang lain" untuk memberi lebih banyak waktu, Daniel pergi tanpa ragu-ragu untuk meminta lebih banyak waktu. Entah bagaimana iman Daniel terkomunikasikan kepada raja karena permintaannya dikabulkan.

Daniel kemudian pergi ke rumahnya dan memberi tahu teman-temannya tentang keadaan ini, dan kelompok doa kecil ini berdoa kepada Tuhan mengenai situasi ini "dengan maksud supaya mereka memohon kasih sayang kepada Allah semesta langit mengenai rahasia itu, supaya Daniel dan teman-temannya jangan dilenyapkan bersama-sama orang-orang bijaksana yang lain di Babel." (Daniel 2:18)

Mereka membawa persoalan mereka ke hadapan Tuhan. Mereka tidak punya alternatif lain. Hanya Allah yang bisa memberikan penafsiran kepada mereka.

Anda lihat, inilah yang dimaksudkan Allah sejak awal. Ia menunggu doa dari Daniel dan teman-temannya. Tuhan tidak pernah lepas dari doa, apa yang dapat Ia lakukan melalui doa.

Malam itu juga, mimpi dan artinya diwahyukan kepada Daniel dalam suatu penglihatan. Daniel kemudian menyembah Tuhan.

"Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan! Dia mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja, Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian; Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya. Ya Allah nenek moyangku, kupuji dan kumuliakan Engkau, sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan, dan telah memberitahukan kepadaku sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu: Engkau telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja." (Daniel 2:20-23)

Daniel memanggil Ariokh dan berkata, "Bawalah aku menghadap raja, maka aku akan memberitahukan kepada raja makna itu!" (Daniel 2:24). Daniel melakukan hal itu.

Dalam menanggapi penafsiran Daniel, Raja Nebukadnezar sujud dan memberi penghormatan kepada Daniel (sebagai nabi besar dari Tuhan yang tertinggi) dan memerintahkan bahwa persembahan dan dupa harus diberikan kepadanya (untuk menghormati Tuhannya). (Daniel 2:46)

Ini dimulai dengan mimpi dan doa oleh empat orang. Astaga, betapa luar biasanya doa itu!

Karena doa, struktur pemerintahan suatu negara diatur ulang. Melalui satu doa, Tuhan mengambil Setan dan menanggalkan kekuasaannya dalam situasi itu.

Yeremia 33:3 berkata, "Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui."

"Berserulah kepada-Ku dan Aku akan menjawab engkau" -- bukankah ini yang terjadi pada Daniel?

Dalam Perjanjian Baru, kita melihat Yesus berdoa di depan murid-murid-Nya; Lukas 6:12, Markus 1:35, Markus 6:46-47, dan Matius 26:36-46, sebagai contoh. Doa yang dijawab adalah salah satu kekuatan yang paling meyakinkan dan menimbulkan iman di dalam firman Allah.

Sungguh menarik bagi saya bahwa Yesus, Anak Allah, juga ada di bawah hukum doa. Dia datang dalam misi yang langsung dari Bapa. Hidup-Nya dan hukum kehidupan-Nya hanyalah melakukan kehendak dan misi dari Bapa. Berkat-berkat, kesembuhan, dan kekuasaan yang Dia tunjukkan di seluruh dunia adalah karena betapa hidup-Nya berpusat pada doa. Ketekunan dan ketabahan dalam doa merupakan proses untuk mendapatkan pasokan terbanyak dari Allah.

Gereja mula-mula juga berisikan teladan. Tugas pertama yang diberikan Yesus kepada mereka adalah pergi ke ruang atas dan berdoa. Apa yang mereka doakan? Mereka tidak tahu itu, tetapi mereka berdoa untuk pencurahan Roh Kudus. Dalam Kisah Para Rasul pasal empat, seluruh gereja datang bersama-sama dan berdoa agar tanda dan mukjizat terjadi dalam nama Yesus. Dalam Kisah Para Rasul pasal lima, kita melihat pencurahan kesembuhan terjadi di Yerusalem. Mereka membawa orang-orang yang sakit dan meletakkannya di tempat tidur, dengan harapan bahwa Petrus yang akan lewat setidaknya akan menyembuhkan mereka dengan bayangannya. Bahkan, roh jahat tidak tahan dan keluar karena doa-doa yang dinaikkan oleh orang-orang kudus.

Pikirkan tentang Paulus. Kata-kata yang membentuk tulang punggung doa bagi pelayanannya dan gerejanya adalah: "Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus." (Efesus 6:18) Paulus juga berbicara tentang pentingnya doa dalam Efesus 6:12,

"Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara."

Sejarah gereja telah mengalami satu konflik. Serangan itu termasuk yang kita alami, meskipun mereka tampaknya berasal dari alam natural, itu hanyalah gejala permusuhan yang nyata dari penguasa kegelapan. Ketika para pemimpin negara tidak diberi kuasa dan kehadiran Allah, kekuatan jahat bisa datang dan memerintah suatu bangsa. Paulus menunjukkan ini ketika ia berkata,

"Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juru Selamat kita." (1 Timotius 2:1-3)

Ingatlah bahwa kejatuhan dan kebangkitan setiap bangsa terletak pada doa. Biarkan doa Anda dimulai dengan figur otoritas, dan kemudian diikuti Roh yang memimpin dari sana. Di sinilah "bagaimana" dan "di mana" Tuhan kita bergabung dalam aksi itu)(t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Cfaith
Alamat URL : http://www.cfaith.com/index.php/105-featured-c5-articles/21650-prayer-and-miracles
Judul asli artikel : Prayer and Miracles
Penulis : Lynne Hammond
Tanggal akses : 13 Mei 2015

Komentar