Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Loading

Doa Profetik: Pengubah Peta Masa Depan 1

Tersesat tidak hanya terjadi di dalam rimba gelap yang penuh semak dan tumbuhan raksasa. Di tengah kota yang terang benderang pun orang bisa tersesat. Untunglah ada peta sebagai petunjuk jalan. Walaupun ada dua hal yang berbeda, peta dan para nabi dapat masuk dalam satu golongan, yaitu golongan pemberi petunjuk. Peta menunjukkan jalan dan para nabi menunjukkan "masa depan". Peta mencegah orang tersesat di kota, para nabi mencegah orang tersesat di kemudian hari akibat keputusan yang salah. Nama Yahaziel tidak pernah terdengar sebelumnya, namun tiba-tiba saja ia menjadi pemeran utama dalam skenario ini. Entah apa yang akan terjadi bila Yahaziel tidak tampil. Mungkin halaman terakhir sejarah bangsa Yehuda ialah zaman pemerintahan Yosafat karena setelah itu mereka punah. Yahaziel adalah seorang penyelamat bangsa. Tetapi, Anda tidak akan menemukan namanya dalam daftar para pahlawan di Yehuda, apalagi dalam daftar raja-raja. Suara profetik yang ditaruh Allah dalam hatinya mengalir melalui ucapan-ucapannya.

"Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku Raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. Besok pagi haruslah kamu turun menyerang mereka. Mereka akan mendaki pendakian Zis, dan kamu akan mendapati mereka di ujung lembah, di muka padang gurun Yeruel. Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu." (2 Tawarikh 20:14-17).

"Rencana yang sedikit aneh...," bisik seorang jenderal pada rekannya. Terselip nada keraguan walaupun tidak berani terus terang menentang. "Belum pernah saya pelajari yang demikian di akademi militer," sambung rekannya. Bisik-bisik ini tidak menembus tembok kantor Yosafat. Tetapi, Yosafat dapat membaca dalam raut wajah mereka. Berbeda dengan mereka, Yosafat memutuskan untuk percaya. Ia tahu, jika Sang Mahakuasa berbicara, tidak ada gunanya bertanya-tanya. Ia menggelar peta di meja dan mengundang semua jenderal merundingkan rencana esok hari. Peta dataran Yehuda dibuka bersebelahan dengan peta yang diberikan Allah lewat Yahaziel. Lewat tengah malam, pertemuan baru selesai. Namun, mata Yosafat belum juga terpejam. Selain karena terlalu bersemangat, ia juga masih berpikir keras tentang jenderal-jenderalnya, bagaimana meyakinkan mereka. "Kadang ilmu dan pengalaman menjadi penghalang," pikir Yosafat. Pagi-pagi benar, Yosafat bersiap. Sekali lagi, kentungan dibunyikan dan rakyat berkumpul di halaman. Di hadapan semua jenderal dan pasukan, Yosafat berkata, "Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!" (2 Tawarikh 20:20) Yosafat tahu, peta Allah tidak mungkin salah. Walaupun tidak ada bukti dan belum terjadi, namun petunjuk-Nya merupakan jaminan.

Kata-kata Profetik Merupakan Ucapan yang Menghidupkan

"Allah pasti sedang bergurau," pikir Yehezkiel ketika diminta bernubuat pada tulang-tulang di hadapannya agar hidup kembali (Yehezkiel 37:1-14). "Jangankan tulang mati, orang-orang Yehuda yang hidup dan punya dua telinga pun tidak mendengarkan perkataanku," ucapnya dalam hati (Yehezkiel 3:7). Tetapi demi sopan santun, ia menjawab, "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui." (Yehezkiel 37:3) Bukannya Yehezkiel tidak tahu, mungkin lebih tepatnya ia tidak mau tahu. Apatis dan pesimis. Perkataannya tidak didengarkan dan pengajarannya pun tidak digubris. Selama ini, tidak ada sesuatu pun yang ia kerjakan yang memberikan hasil. Berjam-jam ia berdoa bagi kotanya, namun Yerusalem tetap berupa reruntuhan. Berhari-hari ia menyiapkan Firman. Jangankan didengar, ia malah diancam supaya diam.

Pernahkah Anda merasa seperti Yehezkiel; berteriak dalam doa, namun kota Anda tetap hangus dalam kerusuhan? Anda mempersiapkan firman Tuhan dan kata-kata penguatan, namun jika berkumpul dengan relasi, mereka membicarakan ekonomi yang semakin hancur, gosip-gosip kerusuhan yang semakin santer, dan berita-berita yang membawa depresi lainnya. Bersusah payah Anda mengusahakan bantuan sembako, namun satu per satu dari mereka pergi tanpa mengucapkan terima kasih. Telah panjang lebar Anda memberi tahu anak Anda, namun sedikit pun tidak digubris. Bertahun-tahun Anda berdoa agar suami atau istri bertobat dan berubah, namun tampaknya tambah parah.

Ketika kita melihat Yehezkiel, sebenarnya kita sedang becermin. Pantulan diri Yehezkiel adalah gambaran kehidupan kita. Tidak ada sedikit pun semangat tergambar di wajahnya, dan Yehezkiel tidak berusaha merangkai kata-kata hingga Allah sendiri harus mendikte Yehezkiel tentang apa yang harus diucapkannya kata demi kata. "Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada tulang-tulang ini: Aku memberi nafas hidup di dalammu, supaya kamu hidup kembali. Aku akan memberi urat-urat padamu dan menumbuhkan daging padamu, Aku akan menutupi kamu dengan kulit dan memberikan kamu nafas hidup, supaya kamu hidup kembali. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN." (Yehezkiel 37:5-6).

Yehezkiel harus menahan matanya yang melotot, supaya tidak keluar dari rongga matanya ketika ia melihat tulang-belulang itu saling berpasangan. Urat-urat mulai mengikat tulang satu dengan yang lain dan daging memberikan bentuk manusia yang sempurna. Untuk kedua kalinya, Allah meminta Yehezkiel bernubuat, memerintahkan napas dikeluarkan melalui hidung-hidung mereka. Tepat seperti perkataan Yehezkiel, tulang-tulang itu berubah menjadi sekumpulan besar tentara yang gagah perkasa. Tulang-tulang itu tidak berubah sebelum Yehezkiel mengucapkan perkataannya.

Orang lumpuh tidak berjalan sebelum Petrus berkata, "Berjalanlah!" (Kisah Para Rasul 3:6). Yosafat dan Bangsa Yehuda tidak akan memenangkan peperangan sebelum Yahaziel mengucapkan perkataan profetiknya. Betapa pentingnya perkataan mereka karena di dalam rangkaian kata-kata sederhana itu, Allah menyelipkan kuasa-Nya. Perkataan profetik bukanlah sekadar untaian kata-kata yang bermakna, namun lebih dari itu merupakan kata-kata yang dahsyat yang Allah genapi. Ada kehidupan dalam tulang kering. Ada kesembuhan dan kekuatan di kaki yang lemah dan timpang. Tiba-tiba ada persediaan makanan di tengah bencana kelaparan yang hebat (2 Raja-raja 7:1). Ada kemenangan bagi sebuah bangsa (2 Tawarikh 20).

Ucapan profetik yang dikatakan Yehezkiel tidak hanya menghidupkan timbunan tulang kering itu, tetapi juga menghidupkan semangat Yehezkiel yang saat itu kering kerontang. Kondisi semangatnya lebih parah daripada tulang-tulang yang ia lihat. Ucapan profetik Anda bagi kota tempat Anda tinggal, akan menghidupkan kembali ekonomi yang kering kerontang dan memberi daging pada tubuh yang mirip tulang dibalut kulit akibat kelaparan. Ucapan profetik Anda juga akan menghidupkan tulang-tulang yang mulai kering dalam diri Anda. Ketika Anda berada di lembah yang tidak lagi memiliki pemandangan selain tulang-tulang kering kerontang, ucapkanlah perkataan profetik Allah yang akan menghidupkan.

Banyak tanda dan petunjuk dibuat oleh orang. Tanda lalu lintas perlu dipatuhi agar orang tidak saling menabrak. Petunjuk pemakaian obat dibuat agar orang tidak overdosis. Buku panduan dibuat agar orang dapat mengoperasikan komputer dengan maksimal. Demikian pula dengan petunjuk-petunjuk yang Allah berikan melalui perkataan profetik, yang intinya adalah penerimaan dan deklarasi perkataan Allah yang digerakkan oleh Roh Kudus melalui manusia sebagai alatnya. Macam-macam fungsi perkataan profetik, antara lain seperti berikut ini:

1. Menyatakan Keputusan Allah

"Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi." (Amos 3:7) Sebelum krisis terjadi, bisnis properti sedang marak-maraknya. Para loper berlomba membagi-bagikan 'flayer' di pertokoan, mal, hingga gedung pertemuan. Apakah Anda sadar dengan apa yang mereka jual? Rumah belum ada, semen belum tersedia, batu bata juga belum dibeli. Mereka menjual seonggok tanah kering yang disertai dengan selembar peta berwarna -- peta masa depan. Beberapa orang berusaha membeli peta masa depan mereka karena masa depan lebih pekat dari rimba belantara.

Beberapa waktu yang lalu di sebuah mal, banyak dijumpai orang yang membeli kupon jasa paranormal. Festival paranormal bukan lagi hal aneh di kota megapolitan. Hal ini sempat menjadi pembahasan di televisi, mengapa orang-orang yang mengaku dirinya modern masih berpegang pada paranormal. Di pintu masuk utama mal, terpampang foto-foto beserta riwayat kesaktian tiap paranormal. Ada yang menggunakan jampi-jampi dan ada yang lebih modern memakai magnet. Macam-macam caranya, tetapi tujuan mereka adalah mencoba memberikan peta masa depan kepada klien.

Para ahli ilmu pengetahuan juga tidak mau ketinggalan. Brad Leithauser memperkirakan adanya gejolak psikologi sebagai akibat perubahan iklim dunia dan perkembangan teknologi yang sangat cepat. Ahli ekonomi Ravi Batra, penulis "The Great Depression of 1990" mengatakan bahwa menjelang milenium kedua, ada transformasi ekonomi yang luar biasa. Masyarakat dibagi menjadi "yang punya" dan "yang tidak punya", yang akan mengakibatkan kekacauan walaupun akhirnya menuju pembentukan masyarakat yang lebih baik. John Naisbitt, salah satu "penjual peta" terlaris di dunia, dalam bukunya "Megatrend" menggambarkan dunia yang akan datang: global namun terbagi-bagi menurut suku/nasionalisme, modern namun peduli terhadap agama.

Bisnis peta masa depan memang sangat menguntungkan karena orang selalu ingin tahu apa yang akan dihadapi esok -- tidak peduli berapa pun usia mereka. Tuhan pun tahu hal ini. Jauh-jauh hari Allah telah memberi tahu apa yang akan terjadi. Adam dan Hawa belum lagi punya anak, tetapi Allah telah berbicara soal Penebus yang akan lahir dari keturunan mereka (Kejadian 3:15, Lukas 2:11). Yesus belum lahir, tetapi Zakaria telah mencatat bahwa suatu hari Ia akan mengendarai keledai muda (Zakaria 9:9, Matius 21:2-7). Dunia belum berakhir ketika Allah memberikan Kitab Wahyu untuk menjelaskan apa yang akan terjadi. Pernahkah Anda meminta peta Allah atas kota Anda? Menanyakan petunjuknya atas kota Anda? Perkataan profetik apa yang perlu diucapkan, untuk membawa kehidupan di jalan-jalan kota dan doa-doa apa yang perlu dinaikkan untuk membangun benteng perlindungan di sekitarnya?

2. Membangun Jemaat

"Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat." (1 Korintus 14:4) Sebetulnya, di bawah peta jalan-jalan raya, ada sebuah peta lain yang tidak terlihat. Perusahaan Air Minum memiliki peta mengenai jalur-jalur pipa air minum. PT Telkom menyimpan peta tentang kabel-kabel telepon yang ditanam di bawah aspal. Tidak semua orang dapat melihat apa yang ada di bawah aspal tebal. Tetapi, jika seseorang memiliki petunjuknya, ia mengerti dengan tepat di mana pipa-pipa itu berada. Di balik perkataan yang halus dan wajah kalem Timotius, tidak ada seorang pun yang dapat menyangka bahwa ia dapat memimpin sebuah jemaat. Pemuda ini sangat pemalu. Mungkin, itu karena sejak kecil ia tidak pernah masuk ke golongan mana pun. Walaupun ibunya seorang Yahudi, namun ayahnya yang berasal dari Yunani tidak pernah membawa Timotius kecil untuk disunat. Akibatnya, anak-anak Yahudi tidak menganggapnya sebagai teman, sedangkan rekan-rekannya orang Yunani enggan mengajaknya bermain karena ibunya seorang Yahudi.

Timotius tumbuh menjadi seorang pemuda yang sensitif, pemalu, bahkan sedikit penakut. Berulang kali Paulus mengingatkan pemuda ini melalui suratnya, agar ia menjadi sedikit lebih berani dan tidak minder (2 Timotius 1:7, 1 Timotius 4:12). Tetapi, sebuah nubuatan mengubah jalan hidup Timotius. Para penatua dapat melihat bahwa di balik "aspal yang tebal" terletak ribuan kabel telepon, alat komunikasi yang canggih, dan terdapat pipa-pipa air minum yang jernih. Mereka mendoakan Timotius, memberikan nubuatan yang membangun, dan kemudian menempatkan Timotius untuk menangani kasus-kasus pelik dan sensitif di Korintus, serta mengawasi sebuah gereja di Efesus selama Paulus di penjara. Berbagai karunia dan harta karun dalam kehidupan jemaat digali oleh nubuatan para nabi. "Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua." (1 Timotius 4:14) Ada teknologi canggih di bawah aspal tebal dan tambang berharga di bawah lapisan tanah. Ada pemimpin-pemimpin, penanam gereja, penginjil, gembala di balik wajah-wajah pemalu di gereja Anda yang hanya bisa dilihat dalam peta petunjuk Allah.

3. Membangun, Menasihati, dan Menghibur

"Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati, dan menghibur." (1 Korintus 14:3) Menasihati berasal dari kata "parakiesin", yang artinya memberikan nasihat, semangat, kekuatan, serta mengajak orang untuk berdiri di pihak Allah. Siapakah yang tidak membutuhkan nasihat? Siapakah yang tidak mau diberi semangat? Hampir semua orang mengangkat tangan jika ditanya apakah mereka membutuhkan nasihat dan semangat. Walaupun Daud seorang raja, namun ia tetap membutuhkan nasihat. Nabi Natan tidak tahu-menahu soal hubungan gelap Daud dengan Betsyeba, walaupun beberapa hidung di istana sudah mengendus-endus akan bau busuk ini. Berita mengejutkan itu ia terima langsung dari Allah. Natan berpikir keras bagaimana caranya menegur Daud dengan tetap mempertahankan kepalanya, paling tidak sampai itu selesai disampaikan. Perumpamaan yang halus menyamarkan teguran yang keras. Akhirnya, kisah berakhir dengan "happy ending". Daud bertobat dan Natan pulang dengan kepala utuh di tempatnya. Jika saja Natan tidak mendengar dari Tuhan dan tidak berani mengatakan nasihatnya, Daud mungkin akan mati (2 Samuel 7).

Jika masuk ke ruangan, Barak harus menunduk karena jika tidak kepalanya akan terantuk kosen pintu. Badannya tinggi, besar, kekar, dan otot-ototnya mencuat karena banyak latihan beban. Namun, kekuatan ternyata tidak terletak pada otot dan keperkasaan, tidak hanya dibuktikan dengan besarnya badan. Jika Debora tidak memberikan vitamin dan obat kuat melalui kata-kata profetiknya, badan besar dan otot kekar Barak tidak ada fungsinya dalam peperangan. Setelah mendengar bahwa ia akan pulang dengan selamat membawa kemenangan, barulah Barak bersedia pergi berperang. Rupanya belum cukup di situ. Seperti seorang anak yang sedang merayu ibunya agar ditemani di hari pertama sekolah, Barak meminta Debora pergi bersamanya. Apabila tidak, ia memilih untuk pulang, "Jika engkau turut maju, aku pun maju, tetapi jika engkau tidak turut maju, aku pun tidak maju." (Hakim-hakim 4:8)

Dengarkan perkataan profetik ini.

"Majulah .... Aku akan menyerahkan dia ke dalam tanganmu", demikian nubuatan Debora untuk Barak. (Hakim-hakim 4:7)

"Janganlah kamu takut dan terkejut -- bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah," kata Yahaziel kepada para perwira dan rakyat Yehuda. (2 Tawarikh 20:15)

"TUHAN telah menjauhkan dosamu itu, engkau tidak akan mati," kata Nabi Natan pada Daud. (2 Samuel 12:13)

"Seorang raja damai akan lahir," kata Yesaya pada Israel. (Yesaya 9:5)

Selain menasihati dan memberi semangat, perkataan-perkataan profetik juga sangat menghibur. "Menghibur" berasal dari kata "paramuthian", yang artinya memberikan kekuatan, pengharapan, meringankan kesedihan atau kesulitan seseorang. (Yesaya 51:3; 40:1,9)

Diambil dari:

Judul buku : Kota Doa
Judul asli artikel : Doa Profetik: Pengubah Peta Masa Depan
Penulis : Jimmy B. Oentoro
Penerbit : Harvest Publication House, Jakarta 1998
Halaman : 187 -- 195

Komentar