Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Langkah-Langkah untuk Melahirkan Sebuah Visi

Sekali Tuhan telah menyatakan tujuan-Nya atas hidup Anda dan terus-menerus mengonfirmasinya, apa yang harus Anda lakukan? Jika Anda ingin melihat pemenuhan dari apa yang telah difirmankan Tuhan kepada Anda, Anda harus mulai bertindak terhadap visi itu dengan cara-cara yang sederhana, sama seperti yang saya lakukan.

  1. Doakan dan tulislah visi Anda.

    Langkah pertama dan yang paling penting adalah berdoa! Sederhana sekali, bawa visi Anda ke hadapan Tuhan dalam doa, penyembahan, dan puasa. Doakan terus-menerus setiap ayat yang diberikan kepada Anda berkenaan dengan visi itu. Sediakan waktu setiap hari untuk tahap yang paling penting ini.

    Langkah kedua adalah menuliskannya sehingga visi itu menjadi jelas di dalam pikiran dan roh Anda. Tuliskan visi itu di tempat Anda bisa membacanya setiap hari, di mana Anda bisa terus mengingatnya. Mengapa tidak menempelkan tulisan itu di kulkas Anda?

    Lalu Tuhan menjawab aku, demikian: "Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya,dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh (Habakuk 2:2-3).

    Ingat, visi itu milik Anda. Tidak setiap orang akan memahami visi itu, ataupun perlu menyetujuinya. Namun, visi itu diberikan Allah kepada Anda!

  2. Menyadari bahwa ada masa inkubasi -- masa penantian.

    Jika Anda merasa yakin bahwa visi itu diterapkan Allah, visi itu akan berjalan melalui masa inkubasi. Semua benih, tanaman, dan proyek mengalami masa inkubasi, termasuk visi Anda.

    Masa inkubasi ini adalah masa yang ada di antara saat pertama kali Allah menyampaikan visi itu dengan saat visi itu dinyatakan. Ini bukan merupakan masa yang statis; melainkan sebuah masa kerja di mana banyak hal terjadi.

    Sayangnya, masa inkubasi ini juga menjadi masa di mana banyak orang kehilangan apa yang telah disampaikan kepadanya. Banyak visi yang mati pada masa ini atau tidak dikembangkan karena kurangnya pemahaman. Masa inkubasi adalah masa ketika orang-orang menjadi berkecil hati, berkompromi, atau kehilangan kesabaran dalam penantian.

    Saya ingin sekali membawa perhatian Anda pada dua kata penting yang mengklarifikasi pentingnya menunggu atau masa inkubasi. Perhatikanlah kembali Habakuk pasal dua.

    Lalu Tuhan menjawab aku, demikian: "Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya. Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh (Habakuk 2:2-3).

    Kata "berlambat-lambat" adalah terjemahan dari kata Ibrani mahahh. Ini adalah kata yang sangat aktif dan mengimplikasikan sebuah keengganan atau penundaan yang aktif. Iman tidak pernah pasif, tetapi selalu aktif. Jadi, apa yang sedang dikatakan Allah adalah meskipun ada penundaan, tetapi iman yang aktif harus selalu diterapkan.

    Kata Ibrani untuk "menantikan" dalam ayat ini adalah chakah. Kata ini berasal dari kata yang berarti "menembus sesuatu". Kata ini bukanlah implikasi dari frase "menunggu sesuatu terjadi", melainkan kata ini dapat dibandingkan dengan sesuatu yang runcing yang menembus sebuah benda. Hal ini berarti bahwa sementara kita menunggu dalam masa inkubasi, kita perlu chakah secara konstan atau menembus alam roh dengan menggunakan alat berupa iman yang aktif (mahahh -- berlambat-lambat), sampai manifestasi dari visi itu menjadi nyata.

    Izinkan saya memberikan contoh pribadi yang lain tentang konsep masa inkubasi ini.

    Meskipun saya bekerja bersama Reinhard Bonnke, saya tidak berencana untuk tinggal dalam pelayanannya selamanya. Visi saya adalah menjadi pembawa Injil kepada bangsa-bangsa yang tidak diizinkan untuk mendengar Injil. Suatu pagi dalam doa saya, Tuhan datang dengan sebuah visi yang sangat kuat. Dia berkata, "Aku ingin engkau tinggal dalam pelayanan Reinhard Bonnke dan Aku ingin engkau memimpin doa syafaat." Saya benar-benar berpikir bahwa saya sedang bermimpi menaikkan diri saya sendiri karena hal itu tampak mustahil bagi saya waktu itu.

    Menjelang siang pada hari yang sama, ada sebuah ketukan di pintu. Ketika saya membukanya, seorang pria berkata, "Nama saya Simon Roads. Apakah Anda Suzette Hattingh?" Saya menjawab, "Ya" dan ia melanjutkan, "Saya datang menempuh perjalanan sejauh 600 km dari Zimbabwe (Rhodesia pada waktu itu) untuk memberitahukan pada Anda bahwa Allah telah berbicara pada saya. Allah berkata, 'Pergilah ke Gaborone (ibu kota Botswana) di mana engkau akan menemukan pelayanan Reinhard Bonnke. Di sana, engkau akan bertemu dengan seorang wanita bernama Suzette Hattingh. Katakan padanya bahwa itulah yang dikehendaki Tuhan, engkau harus berdoa syafaat.'"

    Setelah diyakinkan mengenai visi itu, saya menemui pemimpin rohani saya, Pendeta Bonnke, dan menceritakan peristiwa itu kepadanya. Dengan ramah ia memberi tahu saya bahwa saat itu ia tidak mempunyai kesaksian mengenai hal itu, tetapi ia akan mendoakannya. Satu bulan, dua bulan, lima bulan -- kami berdua berdoa. Saya berkata dalam hati, berapa lama lagi Tuhan akan berbicara kepadanya? Tetapi saya tidak akan memberontak kepada pemimpin saya.

    Sembilan bulan kemudian, Pendeta Bonnke memanggil dan memberi tahu saya bahwa Tuhan telah berbicara kepadanya mengenai saya. "Suzette," katanya, "engkau harus berdoa syafaat!"

    Sekarang, saya mulai merasa takut. Saya telah berdoa selama sembilan bulan dan akhirnya inilah saatnya saya memulai sebuah bagian baru dalam pelayanan saya. Melihat kembali ke belakang, saya tidak pernah bisa mengucap syukur kepada Allah saat Pendeta Bonnke tidak menyetujui saya menjadi pendoa syafaat ketika saya menginginkan ia menyetujuinya. Saya memerlukan masa berlambat-lambat dan menunggu itu bertumbuh di dalam roh saya, menembus dunia rohani, untuk bisa mengatasinya secara efektif ketika waktu yang ditentukan itu datang. Ingat, bukan pemimpin Anda yang menghentikan Anda karena Allahlah yang bertanggung jawab. Dan, sekadar memberi sedikit nasihat: ketaatan bukanlah larangan, melainkan perlindungan.

    Masa penantian ini sungguh-sungguh menjadi masa persiapan Anda. Sama seperti seorang wanita hamil mulai mempersiapkan diri terhadap kelahiran sang bayi, demikian juga Anda seharusnya mempersiapkan diri melalui doa dan penyembahan.

  3. Hadirkan visi Anda ke dalam kenyataan.

    Ada poin lain yang menjadi sangat penting dalam kehidupan doa saya sementara saya mendoakan visi-visi yang diberikan Tuhan kepada saya. Poin ini menjadi penting khususnya dalam mendoakan sebuah bangsa atau pelayanan yang spesifik. Kejadian 1:1 berkata, "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." Kata "menciptakan" adalah kata bara dalam bahasa Ibrani, yang berarti "menciptakan, membuat, mengukir, atau memotong". Hal ini memberi kesan bahwa menciptakan serupa dengan memahat. Ketika Allah berfirman, "Jadilah terang," maka terang itu jadi dan firman itu masih memiliki kuasa yang sama untuk menciptakan sampai saat ini karena kita masih memiliki siang dan malam.

    Izinkan saya menjelaskannya dengan cara berikut: Ketika Allah berfirman dalam Kejadian 1, firman itu keluar dan menciptakan, dan masih tetap menciptakan! Sekali lagi, Yesaya 55:11 dengan jelas menyatakan bahwa fiman yang keluar dari mulut Allah tidak akan kembali dengan sia-sia. Sekarang, bayangkan firman Allah berada di dalam mulut Anda! Firman itu memiliki kuasa untuk menciptakan! Karena Roh Allah tinggal di dalam diri Anda. Di dalam doa dan penyembahan kita bersekutu dengan Bapa dan melalui kita surga melibatkan diri di dalam urusan dunia. Dalam kerendahan hati, penyembahan, dan doa yang sungguh-sungguh kita bisa memulai meminta hal-hal yang tidak tampak seluruhnya itu, memahatnya, sesuai bentuk aslinya, dan mewujudkannya di dalam alam roh. Izinkan saya memberikan satu contoh kepada Anda.

    Suatu pagi, Allah membangunkan saya dan saya mulai berdoa. Dia memberi tahu saya untuk berhenti mendoakan terjadinya kebangunan rohani atau aliran mukjizat yang lebih besar. Dia memberi tahu saya untuk berdoa supaya mukjizat-mukjizat kesembuhan itu terjadi: akan tetapi, tidak ada orang sakit di dalam ruangan tempat saya berdoa! Namun, saya mengetahui kuasa untuk mulai menghadirkan hal-hal yang tidak tampak seluruhnya itu sehingga ketika hal-hal itu muncul di hadapan saya, penembusan atau doa telah dilakukan di alam roh dan mukjizat menjadi nyata. Saya telah sering melihat hal itu dalam pelayanan penginjilan kami. Allah menyuruh saya berdoa selama beberapa minggu sebelumnya mengenai berbagai penyakit yang akan muncul dalam pelayanan penginjilan itu dan kadang-kadang, mukjizat kesembuhan terjadi saat saya masih berkhotbah. Firman Tuhan memiliki kuasa untuk menciptakan.

    Saat Anda berdoa, apa yang Anda berikan kepada Roh Kudus sehingga Dia bisa menciptakan sesuatu melaluinya? Yang Anda berikan itu bukanlah kebanggaan, melainkan kerja sama; sekali lagi, jika Anda melakukan kesalahan, jangan khawatir. Lagi pula, hanya Anda dan Yesus yang bersama-sama di dalam doa dan Roh Allah mengetahui maksud hati Anda. Mulailah menghadirkan visi Anda ke dalam kenyataan dan biarkan Roh Allah mengubahnya sesuai dengan yang dikehendaki-Nya.

  4. Jangan mencoba untuk mengambil jalan memutar dari rencana asli Allah.

    Sayangnya, karena berlalunya waktu dan semakin meningkatnya ketidaksabaran, Abraham mengizinkan seorang Ismael terlahir. Sering kali kita juga mengompromikan visi yang sesungguhnya melalui tekanan dari masalah-masalah lain atau kita mengizinkan orang lain berbicara kepada kita mengenai hal lain. Ismael bukanlah anak yang dijanjikan Allah; ia adalah "gagasan bagus" Abraham. Ishaklah anak yang dijanjikan dalam visi itu.

    Sering kali, Ismael-Ismael kita muncul dalam bentuk rencana-rencana atau cara-cara kita sendiri yang kita gunakan untuk menolong visi itu ada. Itu bukan rencana atau tujuan Allah.

    Kembalilah kepada apa yang telah difirmankan Allah kepada Anda. Kembalilah kepada maksud visi sejati Allah yang Mahatinggi bagi Anda dan dengan demikian Anda akan dapat menjaga gambaran yang diberikan oleh Roh Kudus itu tetap jelas dan tajam, dan visi itu akan terjadi. Meskipun hal itu berlambat-lambat, jangan cemas karena pada saatnya Allah akan memastikan bahwa visi itu datang sesuai dengan rencana dan tujuan-Nya bagi hidup Anda.

Diambil dari:

Judul asli buku : Discovering the Secret to A Successful Prayer Life
Judul buku terjemahan : Menemukan Rahasia Kehidupan Doa yang Dijawab
Judul bab : Lahirnya Sebuah Visi
Judul asli artikel : Langkah-Langkah untuk Melahirkan Sebuah Visi
Penulis : Suzette Hattingh
Penerjemah : Tim Metanoia Publishing
Penerbit : Metanoia Publishing, Jakarta 2008
Halaman : 149 -- 154

Komentar