Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Loading

Pertanyaan-pertanyaan Anak Seputar Doa

Secara spontan seorang anak bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang doa yang tidak boleh kita jawab dengan sekenanya. Berikut ini beberapa pertanyaan anak seputar doa beserta dengan jawaban yang dapat kita berikan kepada mereka. Jawablah dengan menggunakan kata- kata yang dengan mudah dapat dimengerti oleh anak-anak.

1. Pertanyaan:
Apakah doa itu?

Jawaban:

Doa adalah cara kita berbicara dengan Allah sama seperti kita saling berbicara dengan sahabat-sahabat dan orangtua kita. Doa juga merupakan cara yang diberikan oleh Allah agar kita dapat menyampaikan rasa terima kasih kita kepada-Nya dan mengajukan permohonan atas keterlibatan-Nya dalam kehidupan kita. Doa merupakan bagian penting dari persekutuan kita dengan Allah. Para sahabat saling berbicara satu terhadap yang lain. Sama seperti Allah yang berbicara dengan para sahabat-Nya. Mereka berkomunikasi. Mereka berdoa.

Ayat kunci:

"Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku!" (Mazmur 54:4)

Ayat terkait:

Efesus 2:18; Kolose 4:2; 1Timotius 2;1; Wahyu 8:3-4.

Catatan untuk guru dan orangtua:

Doa bukanlah merupakan tujuan akhir. Tujuan akhir dari doa adalah terjadinya hubungan dengan Allah dengan segala sesuatu yang muncul sebagai akibatnya. Bantulah anak-anak Anda untuk mulai mengerti tentang hal ini dan proses selanjutnya akan menjadi lebih mudah bagi mereka untuk menangkapnya.

Pertanyaan:
Untuk apakah doa itu?

Jawaban:

Tujuan doa adalah agar kita dapat lebih dekat dengan Allah. pada saat kita berkata kepada Allah tentang permintaan maaf atas dosa- dosa kita, pengucapan syukur atas segalanya yang telah diperbuat Allah dan mengajukan permohonan pertolongan kepada Allah, Allah mulai mengubah kita. Allah mulai mengubah pikiran-pikiran dan kemauan-kemauan kita, dan Dia akan memperlihatkan kepada kita apa yang Dia inginkan untuk kita lakukan. Kita akan menjadi lebih mengasihi dan melihat hal-hal dari sudut pandang Allah. Demikian juga, doa memberi kita suatu kesempatan untuk mengatakan, "Kehendak-Mu jadilah". Inilah jalan bagi kita untuk bekerja sama dengan Allah dalam mengubah dunia.

Pikirkanlah dengan cara ini: Allah adalah Bapa kita. Dia mencintai dan ingin memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita, mengajar bagaimana kita harus hidup, menjaga kita, dan memakai kita. Dia ingin menjadi sahabat kita. para pendoa mohon kepada-Nya untuk melakukan hal itu dalam hidup kita. Kita beroda karena doa itu mengudang Bapa kita yang tercinta untuk bekerja dalam hidup kita dan dalam dunia ini.

Ayat kunci:

"Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu." (Yohanes 16:24)

Ayat terkait:

Mazmur 4:2, 17:6; Filipi 4:6; Yakobus 5:16; 1Petrus 3:12.

Catatan untuk guru dan orangtua:

Doa adalah sesuatu yang hampir sama dengan percakapan antara orangtua dengan anaknya. Analogi ini akan membantu Anda menjelaskan tentang masalah doa.

Pertanyaan:

Mengapa kita harus berdoa dan bukannya cukup dengan memintanya kepada Allah?

Jawaban:

Berdoa itu bukan merupakan sesuatu yang harus selalu bersifat formil (resmi). Dapat berwujud alamiah seperti berbicara dengan seorang teman. Kapan saja kita memiliki kebutuhan, kita cukup melakukannya dengan berbicara dengan Allah. Kita dapat mengatakan tentang apa yang menyebabkan kita tertarik, katakan kepada-Nya tentang apa yang kita khawatirkan, atau mohonlah pertolongan kepada-Nya. Karena itu, pada saat kita berdoa, kita sebenarnya hanya memohon kepada Allah. Kita berbicara dengan Sahabat kita yang terbaik. Kita dapat berdoa tentang apa saja, setiap saat, di setiap tempat, karena Allah mengasihi kita.

Ayat kunci:

"Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku." (Mazmur 34:5)

Ayat terkait:

Filipi 4:6; 1Tesalonika 5:17; 1Timotius 2:1; Filemon 1:4.

Catatan untuk guru dan orangtua:

Berdoa seharusnya menjadi satu bagian kehidupan yang normal dari seorang anak. Semakin banyak percakapan dengan mereka dan hidup nyata dalam doa, semakin mudahlah bagi anak untuk mengerti. Doa tidak seharusnya dilakukan dengan sikap yang terlalu formil sehingga menjadi bagian yang terpisah dari kegiatan kehidupan anak-anak itu.

Diambil dari:

Judul buku : 107 Pertanyaan Anak-anak tentang Doa (Terjemahan dari 107 Question Children Ask about Prayer)
Penulis : Dave Verman, Jim Galvin, Jim Wilhoit, Daryl Lucas, Rick Osborne, Jon Farfar, Lil Crump
Penerbit : Betlehem Publishers , Jakarta 1998
Halaman : 1 -- 3

Dipublikasikan di: http://pepak.sabda.org/pertanyaan_pertanyaan_anak_seputar_doa

Komentar