Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Roh Kudus -- Rekan Doa Kita

Roma 8:26-28, "Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Dua hal paling penting yang harus dipelajari oleh orang Kristen baru adalah (1) bagaimana mendapatkan sesuatu dari Tuhan, dan (2) bagaimana berbagi dengan orang lain, memberikan kepada orang lain apa yang diberikan Allah kepada kita.

Perlu diingat bahwa di dalam Alkitab, berdoa adalah meminta. Doa bukanlah pujian, melainkan meminta. Doa bukanlah ucapan syukur, melainkan meminta. Doa bukanlah pemujaan, melainkan meminta. Diskusi ini akan berkaitan dengan Roh Kudus, rekan doa kita, yang bersama-sama dengan kita dalam kehidupan doa kita.

  1. Roh Kudus berdoa syafaat dengan kita. Roma 8:26, "Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan." Meskipun diterjemahkan dengan kata yang sama dalam bahasa Indonesia, kata "berdoa[syafaat]" pada ayat 26 bukanlah kata yang sama dengan kata "berdoa[syafaat]" pada ayat 27. Pada ayat 26, kata itu berarti bahwa Roh Kudus pergi DENGAN kita kepada Bapa untuk membantu kita memohon kebutuhan kita dan, ya, untuk keinginan kita. Ada beberapa aspek: (1) Saya tidak tahu apa yang saya butuhkan. (2) Roh Kudus TAHU apa yang saya butuhkan. (3) Saya datang kepada-Nya, yaitu Roh Kudus, untuk mencari tahu kebutuhan saya. (4) Dia memberi tahu saya apa kebutuhan saya. (5) Saya membuat daftar hal-hal yang Dia ingatkan kepada saya. (6) Saya kemudian menghampiri Bapa. (7) Dia pergi dengan saya.

  2. Setelah saya datang ke Roh Kudus dengan pena dan kertas di tangan untuk meminta petunjuk dari-Nya mengenai kebutuhan saya, dan setelah saya membuat daftarnya, saya kemudian pergi kepada Bapa dengan kebutuhan yang telah diberikan oleh Roh Kudus kepada saya. Lalu, puji Tuhan, Roh Kudus pergi dengan saya kepada Bapa. Dia mengenal Bapa lebih baik daripada saya, dan Dia mengenal saya mungkin lebih baik daripada Bapa. Jadi, siapa yang lebih baik yang bisa pergi dengan saya ke Bapa ketika saya mengajukan permohonan saya, selain Roh Kudus yang telah memimpin saya membuat permohonan tersebut?

    Nah, ini untuk ilustrasi. Sebelum saya pergi kepada Bapa, saya bertanya kepada Roh Kudus apa yang saya butuhkan. Mari kita buat pengandaiannya. Misalnya, saya pergi ke Roh Kudus dan berkata, "Roh Kudus, saya ingin memiliki mantel kasmir dengan kerah berbulu. Bagaimana menurut-Mu?" Roh Kudus berkata, "Menurut-Ku, kamu perlu mantel baru, tetapi kamu pasti bisa bergaul tanpa mantel kasmir dan kamu tentu tidak perlu kerah berbulu." Jadi, Roh Kudus menuntun saya untuk meminta mantel. Saya kemudian bertanya kepada Roh Kudus, "Saya ingin topi berbulu." Roh Kudus mengingatkan saya bahwa saya mungkin bisa menggunakan topi, tetapi yang berbulu akan terlalu boros. Saya kemudian mengatakan kepada Roh Kudus agar Dia dan saya pergi kepada Bapa dan meminta setelan pakaian baru senilai 500 dolar Amerika. Roh Kudus mengingatkan saya bahwa saya perlu baju baru, tetapi tidak seharga 500 dolar Amerika.

    Jadi, saya membuat daftar: mantel baru, topi baru, dan setelan baru. Roh Kudus telah membimbing saya. Setelah Dia memimpin saya dan setelah saya menuliskan apa yang saya percaya, Roh Kudus ingin saya minta kepada Bapa, saya meminta Roh Kudus untuk pergi kepada Bapa. Ini yang Dia lakukan ketika permohonan saya dinaikkan kepada Bapa surgawi karena saya berdoa di dalam dan bersama Roh Kudus.

    Perhatikan Efesus 2:18, "karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa." Perhatikan kata "kedua". Kita menemukan kemudian bahwa kita berdoa KEPADA Bapa MELALUI Anak DENGAN Roh. Akses kita kepada Bapa adalah melalui Putra. Rekan doa kita ketika pergi kepada Bapa adalah Roh Kudus.

    Sekarang, perhatikan Matius 18:19, "Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga." Kata "sepakat" adalah kata yang membuat kata-kata kita menjadi "simfoni" atau "harmoni". Ketika kita selaras dengan Roh Kudus, kita bisa menaikkan permohonan kita kepada Bapa. Tidak hanya kita dapat menaikkan permohonan itu kepada Bapa, tetapi Roh Kudus akan menemani kita saat kita menghampiri takhta kasih karunia.

    Sekarang, perhatikan Kisah Para Rasul 15:28, "Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini." Ah, ini adalah kata-kata indah: "Adalah keputusan Roh Kudus, DAN KAMI". Perhatikan kesepakatan yang ada di sana. Ada persekutuan antara Roh Kudus dan para rasul. Mereka telah bersekutu dengan Roh Kudus dan ada keselarasan di antara mereka.

    Ada cara lain yang digunakan Roh Kudus untuk membantu kita ketika kita berdoa. Dia berbicara kepada orang berdosa sama seperti saya berbicara kepada orang berdosa, Dia juga berbicara kepada Bapa karena saya berbicara kepada Bapa. Dia telah membantu saya membuat daftar doa. Saya membuat daftar doa sesuai pimpinan-Nya dan membawanya ke hadapan Bapa. Roh Kudus pergi dengan saya ketika saya pergi kepada Bapa dan sekarang, puji Tuhan, Dia berbicara kepada Bapa ketika saya berbicara kepada Bapa. Saya berkata, "Bapa, beri saya mantel baru." Roh Kudus berkata, "Ya, Bapa, ia membutuhkan mantel baru. Dia dan Aku telah berbicara tentang hal itu." Saya berkata, "Bapa, beri saya topi baru." Roh Kudus berkata, "Bapa, Aku percaya dia perlu topi baru. Kami telah membicarakan hal ini juga." Saya meminta, "Bapa, beri saya setelan baru." Roh Kudus berkata, "Bapa, saya percaya ia membutuhkan baju baru. Dia dan Aku telah membicarakan hal ini sebelum datang kepada-Mu."

    Secara ringkas dan praktis, mari mengulasnya. Sudah saatnya bagi saya untuk berdoa; yaitu, meminta kepada Tuhan untuk beberapa hal. Saya berlutut dan berbicara dengan Roh Kudus. Saya katakan kepada-Nya apa yang sekiranya saya perlukan. Dia memberi pengaruh pada saya tentang kebutuhan saya. Dia membuat saya menuliskan daftar doa berisikan hal-hal yang saya minta kepada Bapa. Lalu, saya pergi kepada Bapa dalam doa. Roh Kudus yang terkasih menyertai saya. Ia menuntun saat saya bicara kepada Bapa dan kemudian, Ia berbicara kepada Bapa dengan saya, mengingatkan Bapa bahwa kami telah berbicara bersama-sama sebelum datang untuk menaikkan permohonan.

    Lalu, saya bisa mengklaim Mazmur 37:4, "dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu." Lalu, saya bisa mengklaim Yohanes 15:7, "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." Ada cara agar orang Kristen dapat berjalan dalam Roh sedemikian rupa sehingga Tuhan akan memberinya kuasa. Dia akan memberikan cek kosong kepada orang Kristen ketika kita berjalan di dalam Roh, dengan Roh, dan melalui Roh. Kita ingin menjadi seperti yang diinginkan Allah, kesenangan kita menjadi kesenangan-Nya, keinginan kita menjadi keinginan-Nya.

  3. Roh Kudus berdoa syafaat bagi kita untuk hal-hal yang tidak kita minta. Baca Roma 8:27. Kata "berdoa[syafaat]" di sini tidak menyatakan pertemuan Roh Kudus bersama kita untuk memohon. Ini adalah Roh Kudus datang sendiri di hadapan Allah untuk kita atas nama kita. Di sini, Dia mengatakan kepada Allah tentang kebutuhan yang lupa kita minta. Ia memberi tahu Bapa tentang kebutuhan kita, bahkan ketika kita lupa menaikkannya. Anggaplah, misalnya, saya berdoa kepada Bapa untuk "mantel dan setelan baju", tetapi saya lupa topinya. Saya berkata, "Bapa, tolong beri saya mantel baru dan baju baru." Roh Kudus berkata, "Bapa, dia perlu topi baru juga." Anda lihat, Dia berdoa syafaat UNTUK saya seperti sebelumnya Dia bersyafaat DENGAN saya.

  4. Ada beberapa hal yang saya butuhkan, yang saya tidak tahu bahwa saya membutuhkannya. Ada beberapa hal yang saya lupa ketika saya datang kepada Bapa. Roh Kudus mengetahui kebutuhan saya. Beberapa mungkin bukan hal-hal yang saya pilih sendiri, tetapi Dia tahu apa saja itu sehingga Dia berdoa syafaat di hadapan Bapa untuk meminta hal-hal yang saya butuhkan. Saya mungkin ingin semua hari cerah, tetapi Dia tahu saya membutuhkan hari yang berawan. Saya mungkin ingin semua kemenangan, tetapi Dia tahu bahwa saya harus mengalami kekalahan. Saya mungkin ingin semua senyuman, tetapi Dia tahu bahwa saya butuh air mata. Di sinilah Roma 8:28 berlaku, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

    Tahun yang lalu, saya sedang berkhotbah di sebuah tenda besar di Jacksonville, Florida. Setelah kerumunan sudah bubar suatu malam, saya berlutut di altar untuk berdoa. Saya pikir saya sendirian. Seorang pendeta berjalan di samping saya dan bertanya apakah ia boleh berdoa dengan saya. Tentu saja, saya sangat senang dia bergabung dengan saya dalam doa. Ia berdoa dengan suara keras, "Ya Tuhan, saya benci bubuk soda." Saya tidak percaya apa yang saya dengar. Kemudian dia berdoa, "Ya Tuhan, saya benci tepung." Saya tidak percaya apa yang saya dengar. Dengan berlinang air mata, ia berkata, "Ya Tuhan, saya benci soda kue." Kemudian dia berdoa, "Ya Tuhan, saya benci garam." Dia terus mendaftar beberapa hal yang ia benci. Dan, semakin ia berdoa, semakin keras dia berdoa. Lalu, senyuman muncul di wajahnya saat suaranya terus diarahkan ke surga. "Tetapi, ya Tuhan," katanya, "Kumpulkan semua hal yang saya benci, aduk mereka, masukkan mereka dalam oven dan masaklah mereka, dan saya yakin saya suka biskuit panas!"

    Itu adalah penjelasan terbaik dari Roma 8:28 yang pernah saya dengar. Terima kasih Tuhan bahwa Roh Kudus tahu apa yang saya butuhkan, dan Ia berdoa syafaat bagi saya.

    Sekarang mari kita ulas, orang Kristen yang terkasih, lain waktu jika Anda datang kepada Allah dalam doa mengenai kebutuhan Anda, pertama-tama berbicaralah kepada Roh Kudus. Berbicaralah sesuatu seperti ini, "Ya Roh Kudus, saya memiliki sebuah pena dan kertas di tangan, dan saya sedang dalam perjalanan kepada Bapa untuk menaikkan kebutuhan saya. Maukah Engkau menolong saya membuat daftar doa saya?" Katakan apa yang Dia ingin untuk Anda minta dari Bapa. Tanyakan pendapat-Nya tentang hal itu. Kemudian, mintalah Dia untuk memberi tahu Anda tentang hal-hal lain yang harus Anda minta. Setelah menyelesaikan daftar doa Anda, datanglah kepada Bapa Surgawi dengan dipimpin oleh Roh Kudus, mintalah Roh Kudus untuk maju bersama dengan Anda di hadapan takhta kasih karunia. Lalu, berdoalah dalam Roh kepada Bapa, percayalah Roh Kudus membantu Anda meyakinkan Bapa mengenai apa yang Anda dan Dia telah putuskan untuk diminta. Bersyukurlah bahwa Roh Kudus akan bekerja atas nama Anda. Sadarilah hal-hal yang lupa Anda doakan, Dia tidak akan lupa untuk menyebutkannya kepada Bapa. Untuk hal-hal yang Anda bahkan tidak tahu Anda butuhkan, mintalah Roh Kudus untuk mengajukan permohonan kepada Bapa jika Dia pikir itu adalah yang terbaik. (t/Jing Jing)

Diterjemahkan dan disesuaikan dari:

Nama situs : Jesus is Savior
Alamat URL : http://www.jesus-is-savior.com
Judul asli artikel : The Holy Spirit — Our Prayer Partner
Penulis artikel : Pastor Jack Hyles
Tanggal akses : 8 Oktober 2013

Komentar