Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Loading

Sebuah Doa demi Kemuliaan Allah (Yohanes 12:27-28)

Ketika Yesus membayangkan kematian-Nya di atas kayu salib, Ia berkata, "Sekarang jiwa-Ku terharu." Tetapi setelah disalib, Ia dapat berkata kepada kita, "Jangalsh gelisah hatimu" (Yohanes 14:1). Waktunya telah tiba, dan "Ia mengarahkan pandangan-Nya (seperti keteguhan gunung batu, Yesaya 50:7) untuk pergi ke Yerusalem" (Lukas 9:51) untuk mati di kayu salib. Mesias harus pergi ke kayu salib. Dalam keadaan demikian, kita mungkin mengira Dia menjadi gelisah. Akan tetapi, bagi Dia, seorang Manusia sejati yang tidak berdosa, kematian merupakan hal yang menjijikkan sebab itu adalah suatu kematian untuk penebusan, yaitu pada waktu kutukan Allah atas dosa-dosa manusia ditanggungkan ke atas Dia. Sebagai seorang manusia, Ia berseru, "Jiwa-Ku terharu." Tetapi sebagai Anak Allah, Ia berkata, "Muliakanlah nama-Mu." Jelaslah bahwa catatan Yohanes membuktikan kemanusiaan dan keilahian dari Yesus Kristus.

Ia tidak berkata, "Apakah yang akan Kukatakan? Bapa selamatkanlah Aku dari keadaan ini?" Ia berkata, "Bapa, muliakanlah nama-Mu." Tidak ada keraguan sedikit pun. Pengorbanan itu merupakan sesuatu yang sangat hebat yang tidak dapat dimengerti oleh seorang manusia pun.

Apakah benar atau tidak ini adalah catatan singkat Yohanes mengenai pengalaman Yesus di Taman Getsemani -- barangkali memang demikian. Dr. G. Campbell Morgan memberi komentar: Getsemani bukan sekadar sebuah pengalaman sejam atau dua jam dalam kegelapan malam. Getsemani juga adalah pengalaman jiwa-Nya sepenjang jalan menuju Bukit Golgota."

Ketika Yesus berdoa, "Bapa, muliakanlah nama-Mu," tampaknya Allah Bapa dipaksa untuk menjawab, dan Ia menjawab, "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!" Kematian Yesus di atas kayu salib membawa kemuliaan dan hormat kepada Allah Bapa, dan kepada Ia sendiri, dan juga kepada setiap orang yang percaya kepada Dia dan menerima Dia sebagai Juru Selamat mereka satu-satunya. Inilah untuk ketiga kalinya selama hidup Yesus bahwa Allah berbicara dari surga dalam suara yang dapat didengar oleh manusia: pada waktu Yesus dibaptis, pada waktu Yesus berubah rupa di gunung, dan pada saat itu. Ada orang yang hanya mendengar suara guntur, yang lain mengira bahwa mereka mendengar malaikat berbicara. Apakah yang Anda dengar?

Ya, Allah, penuhilah kami dengan iman yang berlimpah di dalam Yesus Kristus dan sukacita dalam mempercayai Dia, sukacita dalam mengenal Dia sebagai Juru Selamat kami pribadi. Maka kita dapat mendengar Dia berkata kepada kita: "Janganlah gelisah hatimu, percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku."

Komentar