Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Loading

Sisihkan Doa Natal untuk Orang-Orang Kristen di Timur Tengah yang Menderita

Sisihkan doa Natal untuk orang-orang Kristen di Timur Tengah yang menderita

Bagi kebanyakan kita, Hari Natal adalah hari untuk tetap merasa hangat di dalam rumah, saling bertukar hadiah, menggunakan waktu bersama dengan keluarga (dan makan terlalu banyak) - atau jika Anda tidak suka seperti itu mungkin Anda hanya duduk di rumah dan menonton TV.

Banyak orang akan pergi ke gereja pada hari Natal untuk satu-satunya waktu di tahun ini. Dalam pola pikir negara-negara yang memiliki budaya Kristen, entah bagaimana terasa benar melibatkan Allah dalam beberapa titik dalam acara yang sedang berlangsung, bahkan jika kita sudah lupa bahwa Dia bagaimanapun juga adalah "alasan untuk musim itu".

Tahun ini, mungkin lebih daripada tahun-tahun lain yang dapat saya ingat, ribuan orang Kristen di seluruh dunia tidak akan mampu untuk merayakan salah satu ibadah raya terbesar mereka. Masa-masa ini akan menjadi rasa takut akan pembalasan, atau karena mereka telah dipaksa keluar dari rumah dan desa mereka dan jauh dari gereja, atau karena pemerintah mereka melarang setiap ekspresi iman mereka, atau alasan lain yang serupa.

Apa pun alasannya, berbagai peristiwa telah berkonspirasi untuk menjadikan orang-orang Kristen sebagai minoritas yang sangat mungkin paling teraniaya di dunia. Kita telah melihat berita tentang orang-orang Irak dan Suriah yang sudah hidup dalam kemiskinan dipaksa untuk meninggalkan anak-anak kecil mereka dan melarikan diri dari perkosaan, perbudakan atau kematian.

Tidak dipublikasikan secara luas bahwa orang Kristen Palestina dari Tepi Barat, Gaza, dan ya, Bethlehem, tempat kelahiran Yesus, juga merupakan tempat minoritas yang dianiaya. Hal tersebut tidak sesuai dengan (kepentingan) media Barat dan LSM untuk mempublikasikan masalah yang dihadapi umat Kristiani di tangan Muslim Palestina setiap hari; sejauh bahwa salah satu gereja Kristen terkenal di Betlehem memiliki ember-ember air di pintu untuk menangani bom api.

Saat Betlehem masih memiliki walikota Kristen setiap tahun, tidak ada lagi kota dengan orang-orang Kristen mayoritas seperti dulu sebelum perjanjian internasional memberikannya kepada Yasser Arafat sebagai kota "area A".

Satu-satunya negara di Timur Tengah yang memungkinkan kebebasan penuh beragama bagi orang Kristen adalah Israel, tempat dan budaya Yesus sendiri berasal. Ini adalah satu-satunya negara Timur Tengah dengan populasi Kristen berkembang. Kebetulan? Ironi? Atau bagian dari rencana ilahi? Silakan pilih.

Daerah Timur Tengah yang lebih luas telah lama menjadi rumah bagi sejumlah kecil sekte dan kelompok Kristen yang sering terisolasi. Beberapa bahkan masih berbicara dalam bahasa Aram, bahasa yang dipakai Yesus 2.000 tahun yang lalu.

Perang saudara di Suriah dan bertambah agresifnya Negara Islam baru-baru ini telah menyoroti posisi genting kelompok-kelompok ini.

Orang Kristen selalu menjadi minoritas di daerah ini, tetapi tidak pernah sebelumnya mereka begitu luas terancam punah sebagai masyarakat koheren.

Terserak, miskin, melarikan diri untuk menyelamatkan nyawa mereka, menggigil di tenda kemah pengungsian dengan sedikit makanan untuk keluarga mereka, ribuan orang Kristen menderita di masa Natal ini hanya karena menjadi Kristen dan karena berada di tempat yang salah pada waktu yang salah.

Di atas semua kesulitan mereka, satu hal yang sangat dihargai oleh masyarakat yang menderita ini adalah mengetahui bahwa saudara-saudara mereka di seluruh dunia berdoa bagi mereka; memohon kepada Allah Bapa kita bersama atas nama mereka. Orang Kristen percaya bahwa kita tidak akan pernah tahu hasil dari semua doa kita sampai kita sampai di surga, tetapi kita memiliki tugas sebagai orang yang memiliki agama yang sama dengan mereka di sini untuk memberikan dukungan rohani serta bantuan praktis.

Jadi, dalam masa Natal ini, sisihkan doa untuk orang-orang Kristen di Timur Tengah yang teraniaya. Berdoalah agar iman mereka diperkuat, mereka diberi ketekunan untuk bertahan sampai pada akhirnya keadaan menjadi membaik, dan mereka sekali lagi memiliki kebebasan untuk menyembah Yesus yang kita rayakan kelahiran-Nya pada Natal ini.

Selamat Hari Natal!
(t/Jing-Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : The Commentator
Alamat situs atau URL : http://www.thecommentator.com/article/5466/spare_a_christmas_prayer_for_the_suffering_mideast_christians
Judul asli artikel : Spare a Christmas prayer for the suffering MidEast Christians
Penulis artikel : Nick Gray
Tanggal akses : 3 Juli 2015

Komentar