Blogs

Opini, refleksi, dan pemikiran seputar kehidupan doa serta kerohanian, yang mengajak Anda melihat doa secara relevan dalam konteks hidup dan pelayanan masa kini.

Jumat, 31 Juli 2015 -- Kyrgyzstan

13 / 7 / 2015

Berdoalah untuk Sister Janna (38), seorang misionaris di Kyrgyzstan. Sejak setahun yang lalu, Janna dan kedua anaknya hidup nomad dari desa ke desa untuk mengabarkan Injil, dan kini seorang memuridkan 9 orang dalam sebuah kelompok sel. Baru-baru ini, Janna dan anak-anaknya menerima ancaman dari penduduk lokal untuk menghentikan aktivitas penginjilan.

Kamis, 30 Juli 2015 -- Mali

13 / 7 / 2015

Tetaplah berdoa untuk umat Kristen pascapemberontakan Tuareg pada tahun 2012, yang memaksa mereka untuk mengungsi ke wilayah Bamako, Mali. Meski situasi negara berangsur pulih, kehidupan umat Kristen di Mali masih rentan terhadap penganiayaan. Berdoalah agar mereka terus bersemangat dalam menyampaikan kesaksian tentang kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus kepada saudara sebangsanya.

Rabu, 29 Juli 2015 -- Nigeria

13 / 7 / 2015

Akhir Maret lalu, Muhammadu Buhari dilantik menjadi Presiden Nigeria yang baru. Umat Kristen di Nigeria Utara merasa cemas bahwa Buhari akan menerapkan hukum Syariat secara menyeluruh di negara itu. Berdoalah agar Tuhan menjamah hati presiden Nigeria yang baru ini agar tidak menekan umat Kristen di negaranya.

Selasa, 28 Juli 2015 -- Tanzania

13 / 7 / 2015

Bulan Januari lalu, seorang guru Sekolah Menengah Hwazi di wilayah Kasulu, Tanzania, menghukum muridnya karena kedapatan mengenakan kalung Rosario. Di Tanzania, murid-murid dilarang mengenakan atribut/perhiasan bercorak agama meski belajar di sekolah umum yang memberikan kebebasan beragama. Berdoalah untuk situasi dan tantangan yang dihadapi oleh murid-murid Kristen di Tanzania.

Senin, 27 Juli 2015 -- Kenya

13 / 7 / 2015

Teruslah berdoa untuk keluarga dari 150 korban tewas dalam serangan di kampus Universitas Moi di Garissa, Kenya, pada April lalu. Berdoalah juga untuk korban selamat yang masih mengalami trauma hingga kini, akibat menyaksikan dengan mata kepala sendiri pembantaian massal oleh ekstremis Al Shabaab tersebut. Hanya Tuhan Yesus yang dapat memulihkan setiap hati yang terluka.

Minggu, 26 Juli 2015 -- Jazirah Arab

13 / 7 / 2015

"Saya bermimpi melihat seorang pria berbaju putih. Yesus menyatakan diri-Nya dan memerintahkan pada saya untuk mengikuti-Nya," ujar seorang percaya dari latar belakang M di Jazirah Arab. Tuhan telah memakai mimpi dan penglihatan sebagai alat untuk menyatakan diri-Nya kepada kaum SALAM di Jazirah Arab. Berdoalah agar ada lebih banyak lagi umat M yang dipilih menjadi anak-Nya.

Sabtu, 25 Juli 2015 -- Lebanon

13 / 7 / 2015

Satu dari empat orang di Lebanon adalah pengungsi asal Suriah. Berdasarkan perbandingan ini, dapat kita simpulkan bahwa Lebanon kini dipenuhi pengungsi asal Suriah, sementara hubungan bilateral kedua negara sejak tahun 1980 tidak begitu baik. Berdoalah agar masyarakat Lebanon dapat mengubah "kepahitan dan kebencian" menjadi "kasih" bagi para pengungsi asal Suriah.

Jumat, 24 Juli 2015 -- Suriah

13 / 7 / 2015

Peperangan yang masih berlangsung di Suriah berdampak buruk terhadap kelangsungan hidup warganya. Dulu, Aleppo adalah kota dengan populasi umat Kristen terbesar di Suriah, tetapi kini umat Kristen yang masih bertahan di kota ini menderita akibat langkanya air bersih, pemutusan aliran listrik, dan sulitnya mendapatkan bahan makanan. Berdoalah agar Allah terus memberkati umat-Nya di Aleppo, Suriah.

Kamis, 23 Juli 2015 -- Irak

13 / 7 / 2015

Bagi komunitas Kristen, inilah masa-masa tersulit sepanjang tahun ini. Tepat setahun yang lalu, ekstremis ISIS menginvasi wilayah-wilayah dengan populasi Kristen terbesar di Irak. Kenangan pahit akan hari di mana umat Kristen terpaksa meninggalkan rumah dan harta benda dapat muncul kapan saja dalam ingatan mereka. Berdoalah untuk pemulihan jiwa mereka.

Rabu, 22 Juli 2015 -- Tunisia

13 / 7 / 2015

Berdoalah untuk anak-anak Kristen di Tunisia yang berusia antara 0 -- 12 tahun. Mereka adalah generasi kedua dari umat Kristen berlatar belakang M di Tunisia. Sering kali mereka mengalami kesulitan di sekolah, merasa kesepian, dan membutuhkan bimbingan agar dapat bertahan hidup di tengah komunitas mayoritas M.