Bagaimana Cara Saya Berdoa?

Bagaimana Cara Saya Berdoa?

Berdoa -- terhubung dengan yang ilahi -- merupakan naluri alami manusia.

Berdoa adalah bagian dari kodrat manusia. Bertentangan dengan apa yang mungkin Anda pikirkan, Anda tidak harus percaya kepada Allah, menganut suatu agama tertentu, atau memiliki spiritualitas khusus untuk dapat berdoa.

Doa sering dipahami sebagai upaya menjangkau sesuatu atau seseorang di luar diri kita sendiri, seperti Allah, atau sebagai kepekaan terhadap sesuatu yang ilahi yang dirasakan jauh di kedalaman diri kita.

Sebagai individu, Anda dapat berdoa dengan berbagai cara: menggunakan kata-kata, membentuk pikiran, membayangkan gambar, atau menoleh ke dalam diri untuk meresapi keheningan dan kekosongan. Tidak ada satu cara yang benar untuk berdoa, karena setiap orang memiliki cara berdoa yang berbeda.

Anda tidak perlu bersikap sangat khidmat atau berusaha terlihat suci saat berdoa. Anda dapat berdoa melalui emosi dan perasaan apa pun yang sedang Anda alami. Tidak apa-apa untuk berdoa dalam kemarahan, sukacita, maupun dukacita yang mendalam.

Anda dapat berdoa sendirian atau bersama orang lain. Anda juga tidak harus menutup mata, menundukkan kepala, atau melipat tangan. Namun, bagi sebagian orang, sikap-sikap ini membantu menyingkirkan gangguan dan menenangkan diri sebelum berdoa.

Jika Anda ingin berdoa dengan kata-kata, Anda bebas mengucapkan atau memikirkan kata-kata apa pun yang Anda kehendaki. Ada banyak doa tertulis yang indah dan bermakna, tetapi kata-kata atau pikiran Anda sendiri tidak kalah baiknya.

Jika Anda ingin berdoa melalui gambar, bayangkan saja apa yang ingin Anda jadikan dasar doa. Itu bisa berupa seseorang, sebuah situasi, atau sekadar perasaan yang diwujudkan dalam gambaran tertentu, bahkan rangkaian bayangan yang tampak tidak beraturan.

Berdoa merupakan naluri alami manusia.

Jika Anda ingin memusatkan diri untuk menjernihkan pikiran dan menunggu dengan tenang, menjauhlah sejenak dari berbagai gangguan di sekitar Anda. Anda dapat mengarahkan perhatian pada napas dan ritme tubuh untuk membantu proses ini. Ada beragam bentuk meditasi dan latihan pemusatan perhatian yang dapat menolong Anda melakukannya.

Tidak ada doa yang harus disusun secara rapi dan sempurna agar menjadi bermakna atau efektif. Doa juga tidak harus memiliki awal atau akhir yang jelas.

Cara-cara Berdoa

Sebagian orang memilih menyalakan lilin sebagai sarana untuk memusatkan doa. Jika Anda berada di rumah dan menyalakan lilin tidak aman, lilin elektrik, lampu, atau senter di ruangan gelap dapat berfungsi dengan cara yang sama. Ada juga tempat untuk "menyalakan lilin" secara daring, dan tautannya dapat ditemukan di bagian sumber doa kami.

Sebagian orang menggunakan manik-manik, seperti rosario atau manik-manik doa, dalam berbagai tradisi iman untuk membantu berkonsentrasi saat berdoa. Meskipun terdapat doa-doa khusus untuk rosario, manik-manik ini juga dapat digunakan sebagai alat bantu untuk apa pun yang ingin Anda pikirkan atau ucapkan. Pegang setiap manik secara bergantian sambil berdoa hingga seluruh rangkaian dilalui. Terkadang, orang juga memegang salib kecil atau batu kerikil untuk membantu tetap fokus dan menyingkirkan gangguan.

Ada pula orang-orang yang memilih cara-cara kreatif dalam berdoa, misalnya dengan menuliskan atau menggambar hal-hal yang ingin didoakan, lalu membuang kertas tersebut setelah selesai berdoa. Sebagian orang menggambar sebuah lingkaran secara bertahap sambil memikirkan pokok-pokok doa mereka, kemudian menyatukan lingkaran itu sebagai penutup proses doa. Yang lain menata atau memindahkan benda-benda tertentu sebagai sarana pemusatan doa. Ada juga yang berdoa sambil menjalani rutinitas dan aktivitas sehari-hari, atau sambil memperhatikan foto-foto maupun artikel surat kabar.

Anda juga dapat berdoa dengan bernyanyi, menari, atau melantunkan doa. Nyanyian dan lantunan tertentu sering digunakan untuk menciptakan suasana batin yang lebih tenang dan penuh doa.

Menemukan "Pengait" untuk Doa Sepanjang Hari

Sebagian orang yang berdoa secara teratur melakukannya pada waktu-waktu tertentu setiap hari. Jika Anda belum terbiasa berdoa atau merasa kesulitan, memulai doa sambil melakukan aktivitas rutin sehari-hari sering kali terasa lebih menolong. Misalnya, ketika Anda lebih banyak berada di rumah, Anda mungkin menjadi lebih sadar akan berbagai kegiatan rutin yang dilakukan pada waktu-waktu yang relatif tetap. Aktivitas seperti membuat kopi atau menyiapkan makanan, menunggu air mendidih, menggosok gigi, mencuci tangan, memberi makan anjing atau kucing, memberi makan bayi, menidurkan anak-anak, menyalakan komputer, atau mengganti kata sandi dapat menjadi "pengait" bagi hal-hal yang ingin Anda persembahkan dalam doa.

Inserted image

Sebagai alternatif, Anda dapat memanfaatkan jeda-jeda singkat, seperti saat surat datang atau ketika mengantre untuk masuk ke supermarket. Jeda-jeda ini dapat menolong Anda mengingat kebutuhan orang lain, misalnya para pekerja toko atau petugas pengantar surat. Berdoa dalam momen-momen seperti ini sering kali menumbuhkan rasa harapan dan syukur. Menghitung berkat-berkat yang Anda terima dalam jeda-jeda tersebut juga dapat menjadi bagian dari doa.

Anda juga dapat mencari benda-benda di rumah yang menyimpan kenangan atau keterkaitan khusus dengan orang-orang tertentu, lalu merenungkan kenangan itu dengan rasa syukur atau bahkan kemarahan. Jika Anda keluar untuk berolahraga, berjalan kaki dapat berubah menjadi perjalanan bersama Allah. Ritme berjalan, berlari kecil, atau bersepeda dapat diselaraskan dengan kalimat doa singkat yang diulang dalam hati.

Jenis-Jenis Doa

Mengapa Anda ingin berdoa? Berikut beberapa alasan mengapa banyak orang merasa perlu berdoa:

  • Meminta pertolongan.
  • Meminta pertolongan bagi orang lain.
  • Meminta pengampunan.
  • Bersyukur dan bergembira.
  • Mengalami rasa kagum dan keajaiban.

Percaya kepada Allah

Anda tidak harus percaya kepada Allah untuk dapat berdoa. Namun, kebanyakan orang merasakan adanya "Yang Lain" yang dengannya mereka terhubung saat berdoa. Orang-orang ateis pun terkadang berdoa, meskipun mereka tidak meyakini adanya Allah yang menerima doa-doa mereka.

Apakah Allah Menjawab Doa?

Banyak orang bersaksi bahwa doa mereka telah dijawab. Karena itulah, doa dengan ucapan syukur juga menjadi hal yang penting. Namun, sering kali dibutuhkan waktu untuk memahami apa sebenarnya "jawaban" itu. Jawaban tersebut mungkin tidak datang dengan cara yang Anda inginkan atau harapkan. Dunia mungkin tidak berubah karena doa Anda, dan apa yang Anda mohonkan juga bisa saja tidak terjadi secara langsung.

Namun, doa tetap merupakan sarana yang kuat untuk pertumbuhan rohani dan hubungan antarmanusia. Orang sering merasa lebih baik dan hidup dengan lebih baik ketika mereka didoakan, baik secara bersama-sama maupun secara pribadi. Doa menolong kita menghadapi kecemasan dan emosi, sekaligus menciptakan ruang untuk mengubah hal-hal yang masih dapat kita ubah, serta menemukan harapan di masa-masa tergelap. Melalui doa, kita dapat semakin mengenal Allah dan memahami pencarian serta perjalanan rohani kita sendiri. Doa juga dapat menolong dalam situasi-situasi yang sangat berat, seperti kelahiran seorang bayi, penyakit, atau kematian orang yang kita kasihi. Dalam keadaan penuh kecemasan atau tekanan, doa dapat meneguhkan rasa sukacita dan pengharapan, membuka atau menutup pengalaman tertentu, atau sekadar menyertai perjalanan hidup sehari-hari Anda.

Doa Kristen -- "Doa Bapa Kami"

Kitab Injil Matius mencatat bahwa Yesus pernah ditanya tentang cara terbaik untuk berdoa. Jawaban yang Dia berikan adalah "Doa Bapa Kami", yaitu doa yang Yesus (Tuhan) ajarkan kepada para pengikut-Nya. Versi modern doa tersebut adalah:

Bapa kami yang di surga,
Dikuduskanlah nama-Mu,
Datanglah Kerajaan-Mu,
Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya,
Dan ampunilah dosa-dosa kami seperti kami juga mengampuni mereka yang berdosa kepada kami.
Dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,
Tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat.
Amin.

Dalam doa ini, bagian awal membentuk kerangka untuk membantu kita memikirkan dan membangun relasi dengan Allah. Yesus mengajar agar kita memandang Allah sebagai orang tua yang penuh kasih, bukan sebagai kekuatan jauh yang harus kita teriaki.

Selanjutnya, Dia mengarahkan kita untuk mengakui Allah sebagai kudus, sumber dari segala yang baik. Bagian berikutnya mengajak kita memohon agar tujuan kasih Allah dinyatakan di dunia ini melalui Kerajaan-Nya. Membuka doa dengan cara seperti ini menolong kita memusatkan perhatian pada kasih, kebaikan, dan tujuan ilahi yang sedang kita hidupi, bukan pada hal-hal yang kita tinggalkan.

Pada bagian selanjutnya, Yesus mengajarkan agar kita memohon apa yang benar-benar kita perlukan -- kebutuhan fisik seperti makanan, serta kebutuhan rohani berupa pengampunan dan pendamaian dengan sesama. Setelah itu, kita meminta Allah menolong kita menjauh dari hal-hal yang menjauhkan kita dari kasih, kebaikan, dan tujuan-Nya, sekaligus memohon perlindungan agar kita tetap aman.

Ketika kita mengucapkan "Amin" di akhir doa, hal itu menjadi penegasan atas semua yang telah kita persembahkan dalam doa. Kata ini berarti, "Jadilah demikian."

Mengucapkan Doa Bapa Kami dapat menjadi langkah awal yang baik dalam berdoa, sebelum menambahkan hal-hal lain yang secara khusus ingin Anda doakan atau renungkan.

Selain itu, ada doa lain yang dikenal sebagai Doa Yesus. Doa ini sering digunakan oleh orang Kristen untuk terhubung dengan Allah secara sederhana, menenangkan, dan berulang-ulang:

"Tuhan Yesus Kristus, Anak Allah, kasihanilah aku, orang berdosa."

Kata "dosa" berarti meleset dari apa yang Allah kehendaki bagi kita. Doa ini merupakan ungkapan permohonan pertolongan kepada Allah yang menyertai kita, sekaligus pengakuan bahwa kita membutuhkan pertolongan-Nya.

(t/Jing-jing)

Diambil dari:

Nama situs

:

Christianity

Alamat artikel

:

https://www.christianity.org.uk/article/how-do-i-pray

Judul asli artikel

:

How do I pray?

Penulis artikel

:

Tim Christianity