Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Loading

Apa yang Harus Dilakukan Saat Anda Menantikan Allah

Apakah Anda pernah berdoa untuk sebuah situasi dalam hidup Anda dan sedang menantikan sebuah terobosan? Apakah Anda bertanya-tanya mengapa jawabannya belum juga datang? Apakah Anda merasa seolah-olah kemenangan melewatkan Anda?

Kadang-kadang ketika kita berdoa begitu lama dan sungguh-sungguh untuk suatu situasi dalam hidup tanpa menerima jawaban, kita hanya belajar untuk menjalaninya. Kita melakukan urusan-urusan kita, bertanya-tanya apakah atau kapankah Tuhan akan mengirimkan jawabannya. Tetapi, sesungguhnya Tuhan mendengar doa-doa itu, dan Dia mengerjakan jawabannya meskipun kita mungkin tidak tahu semua rinciannya. Situasi kita dapat berubah secara tiba-tiba – dengan cepat tanpa peringatan!

Tapi satu hal yang pasti: Sebelum Tuhan bergerak dengan tiba-tiba, kita akan menunggu. Menunggu jawaban adalah suatu fakta kehidupan - tak seorang pun yang terlepas dari itu. Jadi pertanyaannya adalah, bukan apakah kita akan menunggu, melainkan bagaimana kita akan menunggu. Dan, saya percaya bahwa bagaimana kita menunggu akan menentukan berapa lama jawaban itu datang.

Dua Cara Menunggu

Kita semua akan menunggu secara pasif, atau kita akan menunggu dengan penuh harap. Seseorang yang pasif berharap sesuatu yang baik akan terjadi dan bersedia duduk-duduk menunggu untuk melihat jika itu terjadi. Setelah waktu yang singkat, ia menyerah, mengatakan, "Cukup! Saya sudah menunggu dan menunggu dan tidak ada yang terjadi." Orang yang pasif memiliki banyak keinginan tapi tidak memiliki banyak kekuatan!

Orang yang berharap, di sisi lain, penuh pengharapan, percaya bahwa jawabannya akan muncul sebentar lagi. Keyakinannya bukanlah hal yang pasif. Hatinya penuh harapan, mengharapkan masalahnya pasti terselesaikan kapan pun. Dia bangun setiap pagi berharap untuk mendapatkan jawabannya. Dia mungkin menunggu dan menunggu, tapi tiba-tiba apa yang ditunggunya terjadi.

Harapkan Itu Akan Terjadi

Ini sama seperti ketika seorang wanita hamil; dikatakan bahwa dia mengharapkan bayi. Dia membawa dalam dirinya janji seorang bayi, dan meskipun dia tidak bisa melihatnya, dia tahu itu ada. Saat ia mengetahui kehamilannya, ia mulai merencanakan kehadiran bayinya. Dia mulai mengumpulkan barang-barang yang dibutuhkan dan sibuk menyiapkan kamar anak. Dia aktif mempersiapkan kehadiran si bayi karena dia tahu janji itu akan dipenuhi - itu hanyalah masalah waktu. Dia hamil dan dia akan menunggu selama itu dibutuhkan.

Kita tahu kata menunggu berarti "mengharapkan" atau "mencari." Tetapi ingat, itu juga berarti "melayani " - seperti seorang pelayan yang menunggu di dekat meja Anda di restoran. Tindakan kita menunggu tidak seharusnya dihabiskan dengan duduk-duduk pasif berharap bahwa sesuatu akan terjadi dalam waktu dekat.

Berharap dengan Iman

Setelah kita meminta Tuhan untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah, kita harus sabar menunggu jawaban-Nya. Kita harus melayani secara aktif, agresif dan penuh harap. Ketika hati kita sangat ingin mendengar dari Tuhan, Dia dengan senang terburu-buru untuk mendadak memberikan jalan keluar-Nya. Dalam banyak kejadian, masa penantian ini benar-benar berfungsi sebagai masa persiapan untuk jawaban itu. Jika Tuhan segera menjawab, banyak dari kita yang akan kurang-siap untuk menerima jalan keluar-Nya.

Kadang-kadang kita berada dalam kekacauan yang mengerikan sehingga sulit untuk membayangkan menunggu satu detik lagi. Tetapi kita harus tetap menunggu Tuhan dan percaya kepada-Nya dengan iman yang manis dan sederhana. Kemudian, dengan cara yang kita tidak pernah bisa ketahui - Allah bergerak dengan tiba-tiba!

Kemudian Tiba-tiba saja...

Dalam Alkitab Paulus dan Silas mengetahui tentang hal menunggu, dan mereka menunggu dengan baik. Kisah Para Rasul 16 bercerita tentang bagaimana mereka diserang oleh orang banyak, dipukuli dan dijebloskan ke penjara. Ayat 24 mengatakan kepala penjara menempatkan mereka ke dalam penjara (penjara bawah tanah) dan mengikat pergelangan kaki mereka. Dia memastikan mereka tidak akan bisa melarikan diri. Namun sekitar tengah malam, Tuhan muncul. Tentu akan lebih baik jika Dia datang sedikit lebih awal, tapi tampaknya Paulus dan Silas tidak keberatan - mereka hanya memutuskan untuk mulai bernyanyi dan menyembah Tuhan. Mereka mulai menunggu Tuhan.

Ayat 25 & 26 mengatakan, "Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua." Allah menjawab mereka dengan tiba-tiba !

Ketika orang-orang dengan sabar dan penuh harap menunggu Tuhan di tengah-tengah situasi yang mengerikan, tiba-tiba Allah menerobos.

Jadi, jangan menyerah! Jangan berhenti percaya! Tetap percaya penuh dan berpengharapan. Kuasa Allah tak terbatas, dan Dia akan menerobos untuk Anda.(t/Jing Jing)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Joyce Meyer
Alamat URL : http://www.joycemeyer.org/articles/ea.aspx?article=what_to_do_when_youre_waiting_on_god
Judul asli artikel : What to Do When You’re Waiting on God
Penulis artikel : Joyce Meyer
Tanggal akses : 1 November 2013

Komentar