Berkenan Di Hati-Ku

"Berkenan di hati Allah" adalah cita-cita hidup umat Allah sepanjang zaman. Sekalipun banyak ditemui kegagalan dalam prosesnya, tetapi cita-cita demikian tidak pernah padam, bahkan di hati para nabi. Daud merupakan sosok yang diakui Allah berkenan di hadapan-Nya. Ini pengakuan Allah, bukan manusia. Setelah Saul disingkirkan, Allah mengangkat Daud menjadi raja.

Tentang Daud Allah telah menyatakan, "Aku telah mendapat Daud bin Isai, seorang yang berkenan di hati-Ku dan yang melakukan segala kehendak-Ku." (Kisah Para Rasul 13:22) Perhatikanlah bahwa pengakuan itu berhubungan dengan "hati" Allah.

Bagaimana Daud dapat berkenan di hati Allah? Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan (Kisah Para RAsul 13:36).

Jika kita ingin berkenan di hati Allah, maka kita harus dapat menemukan perintah Allah bagi kita dan melakukannya. Tidak mungkin seseorang dapat berkenan di hati Allah jika ia tidak melakukan perintah Allah. Kita harus dapat melakukan perintah itu pada zaman kita, pada angkatan kita, di mana pun kita ditempatkan saat ini.

Oleh karena masalah "berkenan" ini berkaitan dengan "hati" Allah dan "kehendak"-Nya, maka kita harus dapat menemukan satu dari sekian banyak kehendak Allah yang benar-benar merupakan kerinduan hati Allah yang terdalam, dan menetap di hati-Nya sepanjang masa.

Diambil dari:

Judul buletin : Mission.com No. 6/Tahun ke-2/2005
Judul artikel : Berkenan di Hati-Ku
Penulis : Tidak dicantumkan
Penerbit : MissionCare, Bandung 2005
Halaman : 1

Komentar