Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Loading

Doa dalam Surat Ibrani

Surat ini ditulis untuk memperlihatkan kemuliaan dari Pribadi dan pekerjaan Kristus; atau untuk memperlihatkan keunggulan Kristus dan firman-Nya atas Yudaisme dan Taurat Musa. Surat ini ditulis sekitar tahun 64-67.

Penulis surat ini mengirim suratnya kepada orang-orang Kristen Yahudi yang ada di suatu tempat yang tertentu; dan kepada sebuah jemaat tertentu, tetapi kita tidak tahu tempat jemaat itu.

Siapa penulis surat ini mengirim suratnya kepada orang-orang Kristen Yahudi yang ada di suatu tempat yang tertentu; dan kepada sebuah jemaat tertentu, tetapi kita tidak tahu tempat jemaat itu.

Siapa penulis surat ini tidak begitu jelas Dr. G. Campbell Morgan berpendapat bahwa surat ini mengandung ciri pemikiran Paulus dan gaya penulisan Lukas. Banyak orang yang percaya bahwa surat ini ditulis oleh Paulus, tetapi ada pula yang tidak sependapat. Dalam surat Ibrani, saya mendapati begitu banyak hal yang serupa dengan tulisan Paulus dalam surat-surat yang lain sehingga saya yakin surat ini ditulis oleh Paulus. Alasan lain mengapa saya yakin akan hal ini terletak dalam pertanyaan: Siapakah yang telah dipersiapkan dengan lebih baik untuk menulis surat semacam itu selain daripada Rasul Paulus yang begitu mengasihi jemaatnya, dan menginginkan mereka supaya mengetahui kekayaan-kekayaan rohani yang besar yang mereka dapat miliki dengan menerima Kristus sebagai Juru Selamat mereka?

Banyak orang Kristen Ibrani mengalami aniaya yang berat karena iman mereka dan bahkan beberapa di antaranya menjadi murtad dan berpaling kepada Yudaisme.

Maksud surat ini ialah untuk mengalahkan orang Kristen Yahudi dalam iman dan berpegang teguh kepada pengakuan iman mereka yang telah dinyatakan mereka kepada Yesus sebagai Mesias dan Juru Selamat. Paulus berharap dapat mengekang mereka yang dicobai untuk kembali kepada Yudaisme.

Surat ini berganti-ganti mengemukakan antara pengajaran dan peringatan, dan ditutup dengan sebuah seruan supaya mereka jangan menjadi murtad. Sementara ia berbuat demikian, Paulus memperlihatkan keunggulan Kristus atas para malaikat, atas Musa, atas imam-imam Yahudi, dan atas hukum Taurat. Paulus memperingatkan orang Yahudi yang percaya supaya mereka "beralih kepada perkembangan yang penuh" -- kepada kedewasaan rohani. Kita harus maju, kalau tidak, kita akan mundur.

Dalam surat ini kita diperingatkan untuk "dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia" (Ibrani 4:16). Paulus menunjukkan kepada kita "jalan ke tempat yang kudus itu" (Ibrani 9:8), hadirat Allah.

Ada suatu tempat perhentian tenang
Dekat hati Allah
Tempat di mana dosa tak dapat bersarang
Dekat hati Allah

C.B. McAfee

Komentar