Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Publikasi e-Doa, e-Doa Juni, Volume 2012, No. 56

Doa Syafaat Sebagai Balok Pendobrak 1
EDITORIAL

Doa Syafaat Sebagai Balok Pendobrak 1 (Editorial)

Shalom,

Doa adalah senjata yang ampuh untuk mendukung kita dalam setiap peperangan rohani yang kita hadapi. Baik dari Alkitab maupun dari kesaksian-kesaksian yang kita dengar, baca, atau alami, ada banyak contoh mengagumkan yang menjadi bukti dari kuasa doa. Salah satu contoh itu adalah pertempuran orang Israel melawan bangsa Amalek, yang menyatakan kuasa doa Musa dari atas bukit, untuk mendukung pasukan Israel dalam peperangan itu.

Lalu apa hubungannya dengan kita pada abad modern ini? Apakah doa masih memiliki kuasanya? Apa fungsi doa dalam peperangan rohani yang mengawali segala upaya penginjilan? Untuk membahas hal tersebut kami, menyajikan dua artikel yang akan hadir berturut-turut dalam dua edisi bulan Juni ini. Kiranya melalui artikel tersebut, kita semakin diteguhkan dalam kehidupan doa kita. Selamat menyimak. Tuhan Yesus memberkati.

Redaksi Tamu e-Doa,
Yosua Setyo Yudo  ... selengkapnya »

ARTIKEL DOA

Doa Syafaat Sebagai Balok Pendobrak (1)

Di Belakang Layar

Alangkah istimewa hak seorang penginjil, bila ia memiliki banyak orang yang berdoa untuk mendukung penginjilannya! Merekalah pekerja mesiu yang menyediakan dinamit untuk pengeboman Injil terhadap neraka. Para tokoh doa syafaat itu lebih daripada mitra doa. Mereka adalah manusia jenis Musa. Dalam beberapa hal, kita takkan pernah dapat menjadi seperti Musa. Ia seorang pangeran, pemberi hukum, pembina bangsa, dan jenius. Tetapi, ia bahkan lebih besar daripada itu dan dalam hal itu, kita dapat menjadi seperti dia. Ia seorang pendoa syafaat! Sebagai seorang pangeran Mesir, Musa dilatih dalam peperangan dan barangkali bahkan memerintah prajurit-prajurit. Tetapi ketika keberadaan Israel terancam, Musa berubah menjadi pendoa syafaat. Ia membela umatnya dengan memohon untuk mereka kepada Allah. Ia tak menaruh keyakinan kepada kekuatannya sendiri, tetapi pergi mencari wajah-Nya.  ... selengkapnya »

Komentar