Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Kabar Baik: Yesus Berdoa untuk Kesatuan

Yesus Berdoa untuk Kesatuan di Antara Para Murid

Terdapat 3 elemen penting di dalam doa yang didoakan Yesus untuk para murid-Nya, seperti yang tertulis di Yohanes 17:9-19. Yang pertama adalah pengenalan bahwa murid-murid tersebut telah dipilih oleh Allah dan bahwa mereka adalah kepunyaan Allah. Yang kedua adalah permintaan untuk kesatuan di antara murid-murid tersebut, seperti halnya kesatuan di antara Bapa dan Anak. Yang ketiga adalah permohonan untuk perlindungan bagi kedua belas murid. Semua pernyataan Yesus tersebut tercatat dalam bab pendahuluan, yang kemudian dibungkus dalam doa ini.

Dalam bagian dari seri Doa Yesus untuk murid-murid-Nya ini, fokus adalah tentang perlunya persatuan di antara dua belas murid. Kesatuan, seperti yang diucapkan oleh Daud dalam Mazmur, memiliki nilai yang luar biasa dalam pandangan Tuhan. Seperti kata Daud, "Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!" (Mazmur 133:1) Yesus mengetahui isi Alkitab dengan sangat baik, dan mungkin Ia teringat akan Mazmur ini ketika berdoa untuk para murid-Nya. Yesus tahu bahwa jika mereka bersatu, satu dengan yang lain serta dengan Allah, mereka akan menjadi saksi yang berguna dan efektif bagi-Nya.

Agar Injil dapat disebarkan ke seluruh dunia, orang-orang yang membawa pesan Injil tersebut haruslah memiliki kesatuan hati dan pikiran. Mereka semua harus berbagi tanggung jawab, tidak hanya dalam hal misi, tetapi juga pesan. Yesus mengatakan kepada mereka bahwa kesaksian mereka yang terbesar kepada dunia adalah ketika mereka mengasihi satu sama lain dan memiliki kesehatian. "Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." (Yohanes 13:35) Kasih dari satu orang kepada yang lain ini termasuk tidak hanya saling menghormati sebagai manusia, tetapi juga kepedulian dan belas kasih sebagai sesama saksi di dalam pelayanan kepada Yesus Kristus. Persatuan di antara murid-murid sangatlah penting.

Dalam Yohanes 17:11-13 ditulis bagian kedua dari doa Yesus: "Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Akan tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka."

Yesus telah sampai pada akhir pelayanan-Nya di dunia. Ia akan segera diserahkan kepada pejabat Romawi dan disalibkan. Ia tahu bahwa diri-Nya akan dibangkitkan lagi, tetapi Ia juga tahu bahwa diri-Nya akan kembali kepada Bapa. Ini berarti bahwa para murid akan ditinggalkan di bumi untuk melaksanakan tugas mereka. Yesus berdoa bahwa mereka akan tetap dipelihara atau dijaga sehingga mereka dapat mengalami kesatuan yang sama seperti apa yang terjadi di antara Bapa dan Anak. Mereka harus mengetahui dan memahami kehendak Bapa, serta menaatinya. Mereka harus memerhatikan orang yang sakit, yang lumpuh, yang buta, anak yatim, dan para janda. Mereka dikehendaki untuk memiliki keinginan agar umat manusia dipulihkan dan didamaikan, seperti yang Yesus inginkan. Untuk melakukan hal tersebut, berarti mereka harus tunduk pada otoritas Allah. Dengan demikian,, mereka akan dapat mengarahkan semua orang kepada keselamatan dari Yesus Kristus.

Selama pelayanan Yesus, Ia bersama dengan kedua belas murid-Nya dan mengajarkan mereka tentang kerajaan yang hidup. Ia melakukan mukjizat di depan mereka dan mengucapkan kata-kata dari Bapa kepada mereka. Yesus menyelesaikan setiap tugas yang diperintahkan oleh Bapa untuk dilakukan-Nya, termasuk menyiapkan dua belas orang untuk jalan yang terbentang di depan mereka. Tak satu pun dari mereka telah hilang, atau rusak, kecuali yang Yesus sebut sebagai "dia yang telah ditentukan untuk binasa", atau pewaris kebinasaan kekal. Dia berbicara tentang Yudas Iskariot, sang pengkhianat.

Kesebelas murid lainnya, bersama dengan Matias yang menggantikan Yudas sebagai murid, tetap bersatu, baik sebelum maupun setelah kebangkitan Yesus. Kesatuan itulah yang memungkinkan mereka untuk menyebarkan Injil ke seluruh dunia, yang kemudian dikenal sebagai 30 tahun dunia setelah kenaikan Yesus. Karena usaha mereka, pesan Injil masih terdengar di seluruh dunia saat ini. (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Share Faith
Alamat URL : http://www.sharefaith.com/guide/christian-ministries/ministry-of-jesus/prayers-of-jesus/jesus-prays-for-unity.html
Judul asli artikel : The Gospels: Jesus Prays for Unity (Jesus Prays for Unity Among the Disciples)
Penulis artikel : Amy Miller
Tanggal akses : 10 Oktober 2014

Komentar