Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Mengapa Saya Tidak Dapat Melihat Allah?

Pernah merasa seolah-olah Anda sedang bermain petak umpet dengan Sang Pencipta?

Dari waktu ke waktu, setiap orang bergumul dengan perasaan seolah-olah Allah sulit untuk ditemukan. Terkadang, doa-doa kita tampaknya "tidak mampu melampaui batas." Kita bertanya-tanya pada diri sendiri alasan Allah tidak muncul dengan cara yang dapat kita lihat dan dengar seperti yang dapat dilakukan dengan orang lain. Kita dapat melihat-Nya berkarya dalam kehidupan kita dan berbicara dengan-Nya melalui firman-Nya serta dalam doa. Namun, terkadang sulit untuk memahami alasan Allah yang tampak begitu tersembunyi dari kita. Lagi pula, banyak orang bahkan berpikir bahwa Allah tidak ada! Mengapa Ia tidak muncul saja dan membuktikan bahwa orang-orang itu salah dengan menemui mereka secara langsung seperti dalam film Bruce Almighty?

Anda Tidak Sendirian

Identitas kita di dalam Kristus membuat kita sepenuhnya beroleh akses kepada Allah walaupun dengan cara yang sangat terbatas di saat ini.
  1. Facebook
  2. Twitter
  3. WhatsApp
  4. Telegram

Sangat menenangkan untuk mengetahui bahwa Anda tidak sendirian jika Anda bergumul dengan hal ini. Setiap pendeta dapat memberitahu Anda tentang orang-orang yang melakukan konseling, yang harus melewati sebuah krisis karena berhadapan dengan masalah ini dalam pikiran mereka. Tentu saja, beberapa orang tampaknya tidak pernah terlihat membiarkan masalah ini menghambat mereka. Bagaimana pun juga, pada umumnya, kebanyakan orang sepertinya akan mengatakan bahwa mereka berharap seandainya mereka dapat mengalami kehadiran Allah dengan cara yang lebih nyata. Bahkan, kita dapat melihat kondisi semacam ini dalam Alkitab melalui pasal-pasal seperti:

  • Dalam Ayub 13:24, Ayub memohon Allah mengingat krisis yang tengah dialaminya dan menganggap Allah menjauhkan diri-Nya dari Ayub.
  • Dalam Yesaya 45:15, Yesaya mengamati bahwa Allah menyembunyikan diri-Nya dari umat-Nya karena dosa-dosa mereka.
  • Penulis Mazmur 10:1 menanyakan alasan Allah tidak memperlihatkan diri-Nya saat orang fasik mengambil keuntungan dari umat Allah.

Tiga Alasan Allah Bersembunyi

Alkitab tidak menyatakan kepada kita seluruh alasan Allah bertindak demikian. Namun, Alkitab meyakinkan kita bahwa Allah bertindak berdasarkan natur-Nya yang sempurna. Jadi, kita dapat mulai memikirkan segala macam alasan, yang konsisten dengan natur-Nya, bahwa Ia mungkin bersembunyi karena beberapa alasan. Inilah beberapa kemungkinannya:

1. Allah bersembunyi untuk melindungi kita. Mungkin, Allah bersembunyi karena kehadiran-Nya berdampak besar terhadap kita. Kita tahu bahwa jika seseorang melihat Allah sepenuhnya, ia pasti akan mati (Keluaran 33:18-20). Kita juga melihat beberapa contoh, seperti penglihatan Yesaya terhadap mereka yang berdiri di hadirat Allah. Mereka benar-benar "dihancurkan" karena kekudusan dan kemuliaan-Nya (Yesaya 6:1-6). Dosa Yesaya menyebabkan dirinya celaka karena kesalahannya dalam penglihatan ini adalah berdiri di hadapan Tuhan. Jika Allah sepenuhnya hadir di dunia, Ia juga akan langsung menghakimi dunia dengan cara segera mengakhiri kehidupan para pendosa yang terpisah dari Kristus. Kekudusan-Nya tidak memungkinkan-Nya untuk berhadapan dengan dosa. Oleh sebab itu, Allah menyembunyikan diri-Nya sebagai alasan bagi tindakan belas kasih. Ia menunda penghakiman untuk memberi banyak orang waktu untuk merespons Injil.

2. Allah bersembunyi demi hubungan. Allah bersembunyi sebab Ia menginginkan satu jenis hubungan dengan kita. Apa yang akan terjadi dengan mengalami kepenuhan kehadiran Allah dalam kehidupan kita sehari-hari? Apakah kita masih akan memiliki kehendak bebas? Pikirkan hal ini, jika Anda memiliki polisi pribadi yang mengikuti Anda ke mana pun setiap saat dalam hari-hari Anda, apakah Anda akan melakukan suatu kejahatan? Mungkin tidak, meskipun Anda menginginkannya. Paling tidak, Anda akan bertindak sangat berbeda daripada jika polisi itu tidak mengikuti Anda. Nah, mungkin Allah bersembunyi karena Ia ingin agar kita taat kepada-Nya. Kita mengasihi-Nya bukan karena kita terpaksa melakukannya atau hanya karena Ia terus menerus berada di dekat kita untuk memastikan bahwa apa pun yang kita lakukan adalah sempurna. Ketersembunyian-Nya mungkin merupakan suatu cara untuk memberikan kita kebebasan memilih untuk tetap taat.

3. Allah bersembunyi agar kita mencari Dia. Lebih lagi, mari mengingat bahwa Allah adalah Pribadi yang mengasihi kita. Daripada terus menerus memenuhi kita dengan hadirat-Nya, mungkin Allah ingin memberikan kita kesempatan untuk benar-benar merindukan agar dapat bertemu dan mencari-Nya. Seseorang pernah berkata bahwa Allah tidak selalu meletakkan kue-kue-Nya pada rak terendah. Maksudnya adalah bahwa terkadang Allah meletakkan hal-hal termanis dalam hidup, seperti berada dalam hadirat-Nya, pada jangkauan yang lebih tinggi untuk memastikan bahwa mereka yang mencari-Nya adalah yang benar-benar menginginkan-Nya. Tentu saja, Alkitab mengajarkan kita bahwa tidak seorang pun mencari Allah (Roma 3:11), tetapi karena Allah menemukan kita, Ia memberikan kemampuan kepada kita untuk bersungguh-sungguh mencari-Nya.

Apakah kita mencari di tempat yang tepat?

Tanda-tanda kehadiran Allah di dunia mungkin tampak berbeda dari yang kita harapkan. Beberapa orang berkata, "Saya sungguh berharap Allah akan memberikan suatu pertanda bahwa Ia di sini bersama saya." Nah, mungkin saja Ia melakukannya, tetapi bukan seperti yang kita inginkan. Tentu saja, di beberapa tempat dan dalam beberapa kesempatan, Allah membuat kehadiran-Nya diketahui dengan cara yang luar biasa, seperti membangkitkan orang dari kematian. Namun, pada waktu yang berbeda, Ia membuat diri-Nya dikenali dengan mengubahkan kehidupan orang dan membangkitkan mereka dari kematian rohani. Dalam kedua hal tersebut, Allah sedang membuat diri-Nya terlihat dengan cara yang penuh kuasa. Injil memiliki kuasa untuk benar-benar mengubahkan seseorang. Kuasa ini seharusnya dipahami sebagai kehadiran Allah sembari Ia berkarya di tengah-tengah kita!

Apakah kita dibutakan oleh dosa?

Gambar: tidak melihat Allah

Dosa kita dapat membuat kita tidak mampu mengenali kehadiran Allah. Paulus sepertinya mengatakan dalam Roma 1:18-21 bahwa setiap orang jauh di lubuk hatinya tahu bahwa Allah ada dan kita mengetahui beberapa kepastian kebenaran tentang Dia. Namun, keberdosaan orang-oranglah yang "menekan" pengetahuan ini. Bukan berarti beberapa orang tidak benar-benar ragu atau mempertanyakan tentang kehadiran atau keberadaan Allah, melainkan bahwa dosa berdampak pada orang-orang sehingga dapat menyebabkan kita mengabaikan atau mengesampingkan kebenaran. Dosa selalu memperkeruh keadaan antara kebenaran dan dusta.

Bagaimana dengan Yesus?

Saat kita telah melihat Yesus, kita telah melihat Allah (Kolose 1:15). Mempelajari kehidupan Yesus menyediakan kita seluruh detail tentang Allah dan cara Ia mengasihi kita. Di dalam Yesus, Allah hadir di tengah-tengah kita dan mengajar sehingga kita dapat dibersihkan dari dosa-dosa dan mengalami kehadiran-Nya yang sempurna di surga. Melalui pelayanan Yesus, kita melihat Roh Kudus datang dan tinggal dalam diri orang-orang percaya, membuat mereka peka terhadap kehadiran Allah, dan membuat mereka semakin serupa dengan Yesus. Identitas kita di dalam Kristus membuat kita sepenuhnya beroleh akses kepada Allah walaupun dengan cara yang sangat terbatas di saat ini.

Akhirnya, kita menantikan waktu di mana kita tidak lagi akan merasa bahwa Allah bersembunyi. Dalam Wahyu 22:1-5, kita melihat tempat kediaman masa depan yang telah dipulihkan dari pengaruh dosa. Dalam ciptaan yang baru, tidak akan ada lagi yang menghalangi kita dari melihat wajah Allah dan tidak akan ada lagi kegelapan oleh karena cahaya wajah-Nya. (t/N. Risanti)

Diterjemahkan dari:
Nama situs : Fervr
Alamat situs : https://fervr.net/bible/why-cant-i-see-god
Judul asli artikel : Why can't I see God?
Penulis artikel : Josh Waltman

Komentar