Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Loading

Perang Rohani

Keberadaan Iblis dan Roh-Roh Jahat

Beda dari yang dikesankan oleh film-film hantu Hong Kong yang jenaka, film-film misterius X-files yang mencampuradukkan data, fiksi, kebenaran, dan kesesatan, atau film-film hantu serial beberapa televisi Indonesia yang banyak mengundang asosiasi binal pemirsa; Alkitab menelanjangi taktik-taktik mematikan dan strategi-strategi busuk iblis dan roh-roh jahat. Alkitab menegaskan bahwa iblis adalah kepala dari para malaikat Tuhan yang jatuh. Iblis "diabolos" berarti musuh, sebab ia memang memusuhi Allah (1 Tawarikh 21:1; Ayub 1-2; Zakharia 3:1-2) dan menyerang umat Allah (Wahyu 12:9-10). Ia menjadi ilah dunia ini dengan memimpin orang-orang yang bergaya hidup duniawi, yaitu tidak tunduk terhadap kehendak Allah (Yohanes 12:31; 2 Korintus 4:4; Efesus 2:2; 1 Yohanes 5:9).

Iblis bersama dengan semua makhluk rohani lain yang jatuh, yaitu para roh jahat dan manusia yang tidak mau taat terhadap Injil Yesus Kristus, adalah calon penghuni neraka. Mereka telah berkeras hati untuk menentang kebaikan, kebenaran, kehendak, dan kerajaan Kristus. Sementara masa penantian ini, mereka benar-benar memiliki kuasa untuk melakukan berbagai kejahatan yang intinya ditujukan kepada Allah, tetapi sasarannya sering kali ditembakkan kepada orang beriman. Calvin menggambarkan mereka bergentayangan ke sana ke mari mencari mangsa, namun sambil menyeret-nyeret rantai pengikat, sebab mereka telah ditaklukkan Kristus dan tidak mungkin mereka dapat mengalahkan Allah.

Strategi dan Kegiatan Roh-Roh Jahat

Dalam Perjanjian Lama, Iblis mencobai Hawa dan Adam karena manusia pertama itu memberi perhatian bagi tipu dayanya. Iblis dan roh-roh jahat mendapatkan peluang besar untuk merusak peradaban manusia. Kuasa kejahatan membelenggu hati dan tindakan manusia. Namun demikian, baru di Perjanjian Baru, ketika penyataan Allah hadir nyata dalam diri Yesus Kristus, perbuatan-perbuatan jahat iblis ditelanjangi. Selain mencobai Tuhan Yesus, di balik berbagai penyakit dan kemalangan tertentu ada kegiatan roh-roh jahat (Markus 5:1-15; 9:17-18; Lukas 1:14). Iblis ditelanjangi tipu dayanya dengan disebut sebagai malaikat terang (2 Korintus 11:14), singa yang mengaum-ngaum (1 Petrus 5:8), naga atau ular tua (Wahyu 12:9), pembunuh dan bapak pendusta (Yohanes 8:44). Dia berusaha mempertahankan manusia dalam dosa, menggelapkan pikiran mereka hingga tidak dapat menerima kebenaran Injil Kristus (2 Korintus 4:4), membuat para cerdik cendekia duniawi menganggap hikmat Allah sebagai suatu kebodohan (1 Korintus 1:18-25), dan menawan pikiran mereka dalam benteng kejahatannya (2 Korintus 10:5).

Kemenangan Kristus

Iblis dan roh-roh jahat hanyalah makhluk ciptaan Allah. Mereka berkuasa, tetapi tidak mahakuasa. Mereka lebih tinggi dan hebat dari manusia. Karena itu, kita tidak boleh bermain-main dengannya atau memberi peluang apa pun kepadanya. Namun, mereka tetap makhluk yang tunduk, tergantung eksistensi, dan ruang geraknya pada keputusan Allah yang berdaulat. Ketika mengutus para murid-Nya, Kristus memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat (Lukas 9:10; 10:17). Iblis dan roh-roh jahat takut dan tunduk kepada Yesus (Markus 1:25; 3:11-12; 9:25). Meski sudah dihancurkan Kristus di dalam peperangan dahsyat di salib, iblis dan roh-roh jahat masih diberi sisa kekuatan dan kesempatan. Namun, dengan mengandalkan kuasa dan wibawa serta perlengkapan perang rohani yang Kristus berikan, kita dapat mengalahkannya (Markus 16:15-18; Efesus 6:10-18). Itu sebabnya dalam kondisi dan keadaan bagaimanapun, iblis dan roh-roh jahat harus dipandang dan diperlakukan sebagai musuh yang sudah dikalahkan (Kolose 2:15).

Mana yang dari Iblis, Mana yang Kelemahan Kita?

Perlu kita sadari bahwa tidak semua masalah adalah ulah iblis dan antek-anteknya. Bisa juga (dan sangat besar kemungkinannya) masalah itu adalah akibat kelemahan kita sendiri. Masalahnya, kita sulit membedakan mana konflik dan masalah yang bersumber pada diri manusia sendiri, mana yang berasal dari kuasa kegelapan.

Bernard menyebut itu sebagai masalah "inter morsum serpentis et mortum mentis" (antara sengat iblis dan pikiran yang sakit terkena sengat). Bedanya, pertama, masalah yang datang dari hati kita sendiri tumbuh perlahan dan berangsur, sedangkan yang datang dari roh jahat adalah serangan dan bersifat mendadak. Kedua, ide atau kesalahan dari kita tidak begitu mengerikan seperti yang datang dari iblis dan roh jahat. Bukankah kita tidak takut melihat anak kita sendiri? Tetapi, ide yang datang dari iblis sangat menakutkan, misalnya, ide untuk menghujat dan dorongan untuk bunuh diri. Ketiga, hal yang berasal dari iblis dan dilemparkan ke dalam pikiran kita akan kita tanggapi dengan keengganan penolakan, pengelakan. Tak seorang pun dengan senang hati menyambut roh jahat bila ia menyerang, baik berupa ide maupun penampakan diri. Lebih dari semuanya, Roh Kudus akan memberi kita kemampuan membedakan roh, dengan mengajar hati kita berbagai prinsip kebenaran firman tentang hal-hal tersebut.

Perang Rohani Kita

Jadi, ada tiga kemungkinan dari apa yang kita sebut "perang rohani". Pertama, perang rohani dalam arti melawan kelemahan dosa diri sendiri. Kedua, perang rohani dalam arti melawan godaan keduniawian. Ketiga, perang rohani karena diserang roh-roh jahat. Dua yang pertama tidak perlu diartikan sebagai perang melawan kuasa-kuasa roh jahat. Di dalam Kristus, yaitu bila dalam pertolongan Roh Kudus kita bersatu dengan Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya, kita dapat mengatasi sifat dosa kita dan godaan dunia ini. Tetapi, bila kita tidak bersekutu dengan-Nya, bisa jadi kelemahan dan kegagalan kita dimanfaatkan iblis dan roh-roh jahat untuk kepentingan kejahatan mereka. Hanya konflik ketigalah yang patut kita golongkan sebagai perang melawan kuasa-kuasa jahat di angkasa. Bila itu terjadi, Tuhan tidak meninggalkan kita sebagai piatu. Pastikan bahwa tidak ada peluang di pihak kita yang menjadi sebab roh-roh jahat itu beroleh kesempatan menyerang kita. Arahkan usaha iman dan harap kita ke kuasa dan janji Tuhan Yesus. Dalam pertumbuhan, hidup sehari-hari, dan pelayanan, pasti tiga jenis perang rohani itu akan kita hadapi. Ingatlah: aku yang lama telah mati bersama Kristus. Dunia kehilangan daya tariknya bila keindahan Kristus terpampang jelas dalam hati sanubari kita. Roh-roh jahat sudah dilucuti kuasanya oleh Tuhan Yesus di salib-Nya. Itulah rahasia kemenangan Kristen.

Diambil dari:

Judul buku : Menerbangi Terowongan Cahaya
Penulis : Paul Hidayat
Penerbit : Yayasan Persekutuan Pembaca Alkitab, Jakarta 2002
Halaman : 74 -- 77

Komentar