Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Doa

Loading

Senjata Kita Dalam Peperangan

Orang beriman harus senantiasa diperlengkapi dengan sejumlah jenis senjata. Efesus 6:10-11 berkata, "Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis." Orang semacam ini adalah orang yang siap menghadapi musuh. Iblis akan melakukan segala upaya untuk mencegah, jangan sampai Anda memiliki ilmu pengetahuan dari Allah. Sekalipun Anda berhasil memiliki senjata itu, ia akan berusaha merebutnya. Anda akan mengalami ujian dalam hal ini, dan ada beberapa orang yang tidak lulus dalam ujian tersebut. Iblis akan menyatakan bahwa Anda tidak memerlukan senjata itu. Sebaiknya senjata itu dibuang saja, sebab senjata itu tidak bermanfaat bagi Anda.

Pada suatu saat, saya didatangi seorang laki-laki di dalam suatu kebaktian, tatkala saya sedang menyinggung masalah ini di dalam khotbah saya. Ia mengatakan bahwa senjata itu tidak mempan baginya. Saya katakan kepadanya apabila senjata Allah itu tidak mempan, maka ia dapat menyebut Tuhan itu pembohong. Kalau firman Allah itu sebagai senjata tidak mempan dalam hidup Anda, maka hal itu disebabkan oleh karena Anda menggunakannya secara tidak benar.

Allah tidak pernah gagal dalam melaksanakan kebenaran. Memang musuh dengan gigih menolak Anda masuk ke dalam kawasan yang pernah ia kuasai karena ia senang menjalankan kekuasaan gelap yang penuh dengan roh jahat di udara. Ia ingin terus melanjutkan kekuasaannya atas diri umat manusia. Ia sangat menyesalkan adanya campur tangan Tuhan dalam hal ini. Ia akan memusatkan segala kekuatan dan tenaganya untuk merintangi Anda melalui suatu peperangan yang dahsyat. Kalau serangan-serangannya berhasil Anda patahkan dan ia tidak berhasil menguasai jalan pikiran Anda, maka ia akan mencoba mengusik Anda melalui jiwa Anda, keadaan tubuh Anda, keadaan keluarga Anda, atau kondisi kehidupan Anda. Oleh sebab itu, hendaklah Anda siap sedia senantiasa menghadapi segala gangguan iblis itu, karena ia pasti tidak akan tinggal diam. Gangguan itu akan terus datang merongrong.

Tempat yang tadinya merupakan anugerah yang istimewa bagi Anda, kini menjadi tempat yang luar biasa berbahaya. Tidak ada kebenaran yang lebih tangguh dalam melawan musuh, kecuali kewibawaan iman pada orang yang percaya. Roh Tuhan berdoa melalui rasul Paulus, kiranya mata sidang jemaat boleh terbuka lebar, agar mereka bisa menyadari sepenuhnya perlengkapan senjata yang ampuh, yang telah diperuntukkan untuk menjaga keamanan diri mereka. Saya pernah menyaksikan sejumlah orang yang berhasil dijungkirbalikkan oleh iblis. Banyak pula orang yang berusaha dengan tekun untuk menguasai kebenaran Allah, atau telah memperoleh pelajaran tentang kebenaran Allah itu. Mereka telah berusaha dengan sekuat tenaga, untuk dapat melaksanakan dengan baik apa yang diajarkan oleh firman Allah. Sering kali, mereka berhasil ditaklukkan iblis dari segi kelemahan jasmaniah mereka, sebab mereka tidak bisa lagi ditaklukkan melalui kekuatan benteng iman rohani mereka. Iblis senantiasa berusaha mengalahkan mereka melalui segala cara, apa saja yang ia sanggupi. Namun, kepada setiap orang, telah disediakan perlengkapan senjata, yang bisa menjamin keamanan diri mereka itu. Apabila manusia itu berhasil memanfaatkan senjata dari Allah itu dengan tepat, maka ia pasti berhasil mengalahkan iblis.

Seorang yang beriman haruslah senantiasa diperlengkapi dengan senjata. Efesus 6:10-17 berkata, "Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis. Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap itu, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikat pinggangkan kebenaran dan berbaju zirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera, dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah." Berbagai macam bagian senjata yang disebutkan di sini, melambangkan sikap kehidupan rohani tertentu, yang harus dipertahankan oleh orang beriman. Dengan mengenakan senjata rohani ini, maka seorang yang beriman akan terlindung dari bahaya musuh, dan tidak terhalang dalam melaksanakan tugas pelayanannya. Yang ia perlukan hanyalah bagaimana caranya ia terus-menerus bisa bertahan, agar senjatanya itu tetap cemerlang dan dapat dimanfaatkan bagi kepentingannya dengan mantap.

Ikat pinggang kebenaran merupakan lambang dari pemahaman yang mendalam terhadap isi firman Allah. Seperti halnya fungsi ikat pinggang bagi seorang tentara sebagai tempat kaitan segala macam senjata lain baginya, agar tetap bisa bertahan pada tempatnya masing-masing, maka ikat pinggang kebenaran berfungsi demikian juga.

Tameng dada yang terbuat dari logam merupakan lambang keadilan. Hal ini memunyai dua macam penerapan. Pertama, Yesus adalah lambang dari segala keadilan. Itulah sebabnya, kita tempatkan Dia sebagai pelindung keadilan yang utama. Kedua, lukisan dari sikap ketaatan kita terhadap firman Tuhan, bahwa kaki kita harus beralaskan sepatu yang siap sedia untuk menyebarkan Kabar Baik bagi umat manusia. Hal ini merupakan tugas kepeloporan dalam menyampaikan firman Tuhan kepada manusia, yang patut dilaksanakan dengan setia.

Tameng kepercayaan. Tameng itu merupakan senjata pelindung bagi seluruh tubuh kita. Hal ini merupakan lambang tentang keamanan diri kita selengkapnya, dan merupakan tempat pengungsian yang aman di bawah darah yang telah ditumpahkan di atas bukit Kalvari, di mana tidak ada satu kekuatan musuh apa pun juga yang bisa berhasil menembusnya.

Ketopong keselamatan, seperti yang disinggung dalam 1 Tesalonika 5:8, yang merupakan harapan terhadap keselamatan itu. Harapan akan keselamatan itu merupakan satu-satunya topi pengaman yang mampu melindungi bagian kepala kita dalam masa-masa penuh kepicikan, sehingga janganlah kepala kita jadi bingung atau pecah, sehingga kita berpaling dari sesuatu yang mengandung kebenaran.

Pedang Roh, yang tiada lain adalah firman Tuhan itu sendiri. Bagi kita, hal ini harus kita tafsirkan bahwa firman Allah itu, hendaklah kita gunakan secara aktif sebagai senjata. Senjata-senjata yang lainnya itu tergolong jenis senjata yang dapat kita pakai dalam corak membela diri atau mempertahankan diri semata-mata.

Selanjutnya Efesus 6:18 menyatakan, "Dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus." Nah, kini kita telah siap siaga untuk melakukan peperangan melawan musuh, karena kita sudah diperlengkapi sepenuhnya dengan senjata yang ampuh. Oleh sebab itu, apabila kita berdoa di dalam Roh, maka kita pun dapat melaksanakan tugas perjuangan kita dengan gilang-gemilang.

Diambil dan disunting seperlunya dari:

Judul asli buku : Authority of the Believer
Judul buku : Kewibawaan Orang Beriman
Penulis : Kenneth E. Hagin
Penerjemah : Wimanjaya K. Liotohe
Penerbit : Yayasan Pekabaran Injil "IMMANUEL", Jakarta 1981
Halaman : 36 -- 38

Komentar