Bahan Doa

Berdoa kepada Allah

31 / 3 / 2009

Bagaimana kita dapat memiliki doa yang berkuasa?

Kisah Para Rasul 12:5 menerangkan tentang doa kepada Allah yang berkemenangan dan doa yang mengakibatkan perkara-perkara besar terjadi. "Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah." Perhatikan perkataan "kepada Allah". Doa yang berkuasa adalah "doa yang ditujukan kepada Allah".

Dicari, Para Pendoa

31 / 3 / 2009

Doa adalah alat yang paling besar untuk memajukan pekerjaan Allah. Hanya hati dan tangan yang berdoa yang dapat mengerjakan pekerjaan Allah. Doa mencatat keberhasilan saat yang lainnya mengalami kegagalan. Doa telah memenangkan kemenangan besar dan telah menyelamatkan orang-orang kudus Allah dengan kemenangan yang menakjubkan ketika pengharapan lainnya lenyap. Manusia yang tahu bagaimana harus berdoa adalah anugerah terbesar yang dapat Allah berikan kepada bumi. Ia adalah karunia paling kaya, yang dapat ditawarkan bumi kepada surga. Orang-orang yang tahu bagaimana menggunakan senjata doa ini adalah prajurit-prajurit terbaik Allah, para pemimpin-Nya yang terbesar.

Jemaat Berdoa

31 / 3 / 2009
  1. Berdoa, Hal yang Wajar di dalam Kehidupan Jemaat

    Berdoa dilakukan semua orang beragama. Berdoa adalah hal yang paling umum di dalam kehidupan jemaat. Namun, tidak dapat disangkal bahwa semakin banyak juga pertanyaan diajukan sekitar hal berdoa itu. Orang bertanya: Mengapa sebenarnya kita berdoa? Apa yang kita lakukan apabila kita berdoa? Apa gunanya kita berdoa? Kepada siapa kita berdoa? Benarkah berdoa itu berbicara dengan Allah? Tidakkah kita berbicara sendiri dalam doa? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang dikemukakan orang. Kadang-kadang sekadar bertanya-tanya saja, tetapi tidak jarang pula ada orang yang bertanya dengan sungguh-sungguh. Dan semua pertanyaan yang dikemukakan dengan sungguh-sungguh dan dengan jujur, selalu meminta jawaban.

Penting atau Fundamentalkah Doa Itu?

31 / 3 / 2009

Untuk pertanyaan di atas, saya yakin kebanyakan dari kita akan menjawab bahwa doa itu fundamental. Doa bukan hanya sebuah kenikmatan rohani -- suatu kesalehan untuk menekankan rutinitas religius kita. Doa adalah hubungan kita dengan Bapa.

Yesus: Getsemani

13 / 3 / 2009

Yesus Kristus adalah contoh sempurna seorang pemimpin yang rendah hati, yang oleh karenanya Ia sangat ditinggikan oleh Allah. Yesus mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia ... Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib (Filipi 2:7-8). Semasa di bumi, Yesus akrab dengan orang-orang dari kalangan bawah. Para murid-Nya pun kebanyakan kaum proletar. Yesus tidak merasa jijik berkomunikasi dengan pemungut cukai dan pelacur. Ia pun tidak segan untuk membasuh kaki para murid-Nya sendiri (Yohanes 13:5). Yesus adalah pemimpin yang rela berkorban bukan supaya disanjung sebagai pahlawan, melainkan karena kasih-Nya pada kita. Dengan demikian, Ia menyatakan diri-Nya sebagai Sahabat sejati, katanya: "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya." (Yohanes 15:13)

Doa: Antara Teori dan Praktik

13 / 3 / 2009

Doa sering diumpamakan sebagai bernapas secara rohani. Jika kita benar-benar menerima gambaran itu, tentu kita akan menghargai betapa besarnya anugerah yang telah Allah berikan kepada umat-Nya, dan betapa besar risiko yang kita datangkan apabila kita mengabaikan doa dalam kehidupan kita.