Bahan Doa

Doa Syafaat: Suatu Gaya Hidup 1

15 / 11 / 2011

Beberapa tahun yang lalu, pada bulan Mei 1986, saya sedang mempersiapkan untuk mengikuti pelatihan di Sekolah Doa (School of Prayer) di Polandia, atas undangan seorang pendeta muda dari Pittsburgh, Mark Geppert. Enam minggu sebelum keberangkatan saya ke Eropa Timur, saya bertemu dengan Mark untuk menyelesaikan jadwal perjalanan kami. "Ada perubahan pada jadwal perjalanan saya," kata Mark. "Saya akan bertemu dengan kamu di Warsawa seperti yang direncanakan, tetapi sebelum itu saya akan pergi ke Uni Soviet selama 1 bulan." "Uni Soviet?" saya bertanya terheran-heran. "Apa yang akan kamu lakukan di sana?" "Saya akan berdoa," jawab Mark. "Tuhan berbicara kepada saya beberapa hari yang lalu dan mengatakan kepada saya bahwa saya harus pergi ke Rusia hanya untuk berdoa. Ia mengatakan kepada saya dengan tepat ke mana saya harus pergi dan apa yang harus saya doakan. Saya harus berdoa supaya Tuhan mengguncangkan seluruh Rusia. Saya akan meminta-Nya untuk memakai kejadian-kejadian yang baru saja terjadi -- apa pun kejadian itu -- untuk mengguncangkan apa yang bisa diguncangkan, sehingga pintu-pintu akan terbuka bagi Injil dan orang-orang percaya akan memunyai suatu kebebasan yang baru untuk menyembah."

Revival di Himalaya

3 / 11 / 2011

Beberapa tahun yang lalu pada waktu Natal yang bersalju, Kaleb (bukan nama sebenarnya) ingin pergi berbelanja. Dia adalah orang baru di Himalaya dan ingin jalan-jalan di kota sebelum meneruskan perjalanannya. Ketika itu dia memperhatikan para pejalan kaki berkerumun mengelilingi seorang gadis yang tidak sadarkan diri karena kerasukan. Gadis itu berteriak dan memutuskan rantai yang dipakai orang-orang untuk mengikatnya. Seorang dukun mencoba untuk mengusir kuasa jahat itu, tetapi tidak menunjukkan hasil.

Tukar-Menukar Doa: Hadiah Doa

3 / 11 / 2011

Di sekolah minggu gereja kami, Gereja Sidang Jemaat Allah, tahun lalu diumumkan supaya kami mengundi nama seseorang untuk saling menukarkan hadiah. Saya mengeluh. Sesuatu akan ditambahkan pada daftar pekerjaan saya yang sudah terlalu panjang! Tetapi pertukaran hadiah kali ini agak berbeda. Kami diminta untuk "menghadiahkan doa". Selama satu bulan kami harus mendoakan seseorang.

Hadiah yang tidak Diantarkan

3 / 11 / 2011

Pernahkah Anda mengalami peristiwa dimana Anda hampir saja tidak ingin melakukan suatu kebaikan atau perbuatan murah hati kepada orang lain, tetapi di kemudian hari baru Anda tahu bahwa jika saat itu Anda tidak melakukannya, maka suatu kejadian yang sangat penting tidak akan mungkin terjadi atau dialami?

Hai Dunia, Gembiralah!

3 / 11 / 2011

Aku menyesal karena telah berjanji kepada Ny. Saunders, koordinator bazar Natal tahunan. "Bersediakah kamu menyumbang sebuah door prize tahunan, sayang? Mungkin salah satu dari pohon Natalmu yang terkenal," ia membujuk dengan mata bersinar. "Kami berharap dapat menghasilkan banyak uang untuk pementasan Santa Klaus bagi keluarga- keluarga yang berkekurangan. Kamu tahu, tak ada yang lebih menarik daripada sebuah door prize yang luar biasa untuk menarik para pembelanja datang ke sebuah bazar," katanya.

Natal di Jepang

3 / 11 / 2011

Secara umum, hari raya Natal di Jepang kalah pamornya dibandingkan dengan hari raya Tahun Baru. Di sana, Tahun Baru dianggap lebih penting daripada hari Natal. Tetapi meskipun hari Natal juga diperingati dengan cukup meriah di Jepang, baik dengan tukar-menukar kado, makan malam bersama, maupun memasang pohon Natal, semua itu hanya didasari pada rasa ketertarikan pada tradisi negara-negara Barat dalam merayakan Natal; bisa dikatakan mereka hanya ikut-ikutan. Selain itu, toko-toko yang ikut memeriahkan Natal di Jepang hanya menggembar-gemborkan Natal dan menjual ornamen-ornamen Natal. Natal dirayakan, tidak lain hanya untuk alasan komersial saja. Dan yang paling ironis, meski perayaan Natal di Jepang bisa dikatakan meriah, tidak banyak orang Jepang yang mengerti makna Natal yang sesungguhnya.