Tuhan, Bebaskan Aku dari Diriku
Doa Harian Melawan Ketidakpercayaan
Lindungi aku, yaTuhan, Bebaskan Aku dari Diriku
Allah, karena di dalam Engkau aku berlindung. -- Mazmur 16:1 (AYT)
Doa Harian Melawan Ketidakpercayaan
Lindungi aku, yaTuhan, Bebaskan Aku dari Diriku
Allah, karena di dalam Engkau aku berlindung. -- Mazmur 16:1 (AYT)
"Namun, aku percaya pada kasih setia-Mu. Hatiku bersukacita karena keselamatan-Mu." (Mazmur 13:5, AYT)
Jarang saya memulai waktu khusus untuk berdoa tanpa memikirkan setidaknya satu alasan, dan seringkali lebih dari satu, untuk melakukan sesuatu yang lain.
Seorang raja yang saleh, mundur ke sudut yang mematikan, mengajari kita kebenaran yang membebaskan tentang doa.
Dalam salah satu tragedi terbesar di seluruh Kitab Suci, putra Daud, Absalom, telah mengeksploitasi cinta ayahnya dan bersekongkol melawannya. Sekarang, pemberontakannya menjadi semakin kuat, dan Daud tidak punya pilihan selain melarikan diri dari Yerusalem dengan harapan hidup untuk berperang di lain hari (2 Samuel 15:14).
Jika mengakui dan menerima kedaulatan Allah menyebabkan kita kurang berdoa, maka kita belum memahami kedaulatan-Nya, atau doa. Pemeliharaan Allah tidak menjadikan doa sebagai hal yang opsional atau insidental, tetapi vital dan sangat diperlukan. Bukan karena Allah tidak dapat melakukannya dengan cara lain - Allah melakukan semua yang dikenan-Nya sesuka hati-Nya - tetapi karena Allah yang berdaulat telah memilih, dengan tepat dan bijaksana, untuk menggantungkan banyak rencana-Nya pada doa-doa umat-Nya.
"Temukan pengkhotbah-pengkhotbah yang memiliki semangat David Brainerd dan tidak ada satu pun yang dapat tahan di hadapan mereka.
Berdoa sebelum kita menikmati hidangan yang hendak kita makan adalah sebuah hal yang indah -- atau seharusnya adalah sesuatu yang indah. Itu adalah saat yang sangat tepat untuk mengucapkan syukur dan memuliakan Allah yang dari-Nya segala berkat mengalir. Dan, memiliki makanan yang dapat kita nikmati adalah suatu berkat kemurahan-Nya.
Carrie sangat frustrasi. Kemarahan berkecamuk dalam hatinya. Mengapa Allah tidak menjawabnya? Mengapa saat itu Allah tidak menyelamatkan dari situasi seperti yang dia harapkan? Dia mulai jarang berdoa. Pada suatu hari, dia sadar dan berhenti berdoa, kecuali untuk doa sehari-hari sebelum makan. Dia sadar, dia sudah berhenti berharap apa pun dari Allah.