Blogs

Semangat Natal: Merayakan Pemberian Kasih Allah

6 / 9 / 2012

Suasana Natal sudah terasa di mana-mana. Baik di gereja, juga di mal. Lampu-lampu Natal dan hiasan-hiasannya mulai terpasang dan terpajang. Kumandang lagu-lagu Natal pun semakin bisa terdengar kalau kita berjalan di sepanjang koridor toko-toko di pusat perbelanjaan modern. Itukah semangat Natal?

Beberapa waktu lalu saya menonton film yang mencoba mengangkat cerita klasik karya Charles Dicken "A Christmas Carol", ke alam modern. Kisah ini menampilkan sosok Scrooge yang membenci Natal karena hanya menghambur-hamburkan uang. Melalui serangkaian mimpi yang dialaminya -- ia dibawa ke masa lalunya, berpindah ke masa sekarang, dan akhirnya ke saat kematiannya -- ia disadarkan telah kehilangan hal berharga selama ini, yaitu semangat Natal untuk memberi dan berbagi dengan keluarganya (keponakannya) dan dengan orang-orang lain. Jadi semangat Natal adalah berbagi dan memberi?

Korban Bakaran

29 / 8 / 2012

Seluruh kota Jos, Nigeria, rusuh pada hari Jumat, 28 November 2008. Orang-orang "agama lain" mengamuk di setiap sudut kota, membunuh orang-orang Kristen dan membumihanguskan rumah-rumah mereka. Segerombolan penyerang membakar gereja pendeta J dan gedung-gedung sekitarnya, termasuk rumahnya. Enam orang pendeta dan 500 orang percaya terbunuh dan 40 gedung gereja dihancurkan. Kerusuhan ini berlanjut hingga keesokan harinya.

Doa Adalah Perjuangan Iman 2

29 / 8 / 2012

Adakalanya TUHAN segera datang dan memberikan pertolongan kepada umat-Nya, seperti yang terjadi di pantai laut Teberau, tatkala bangsa Israel dalam keadaan terjepit. Di hadapan bangsa itu terhampar lautan nan luas membentang. Di kanan dan kiri mereka tebing tinggi dan terjal mengepung. Sementara itu, musuh di belakang mereka sedang mengejar dan semakin mendekat! Ke manakah gerangan tempat untuk dapat melepaskan diri dari bahaya maut yang sedang mengancam? Musuh dengan segala ancamannya siap merenggut jiwa, semakin mendekat dengan pasti.

Doa Adalah Perjuangan Iman 1

29 / 8 / 2012

"Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: 'Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Berapa waktu lamanya hakim itu menolak tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku.' Kata Tuhan: 'Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang dan malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia akan mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang adakah Ia mendapati iman di bumi?'" (Lukas 18:1-8)

Berdamai dengan Tuhan

29 / 8 / 2012

Tuhan akan mendengarkan doa semua orang yang meminta belas kasihan-Nya melalui perantaraan Tuhan Yesus. Dia tidak pernah memandang rendah jeritan orang yang menyesal karena dosa. Dia adalah Allah yang siap mendengar semua orang yang ingin berdamai dengan-Nya. Namun, dalam beberapa hal Allah memang tidak mendengar doa dan mengabulkan permintaan orang-orang berdosa karena mereka masih berkubang di dalam dosa. Bila Dia memaklumi perbuatan mereka, berarti Dia menyetujui perbuatan dosa mereka. Namun, bila mereka bertobat dan berseru kepada Yesus Kristus, Dia akan mendengar seruan mereka dan menyelamatkan mereka. Tetapi, jika mereka tidak berdamai terlebih dulu dengan Dia, maka doa-doa mereka akan berlalu seperti angin.

Doa Adalah Perjuangan Iman (1) -- Editorial

29 / 8 / 2012

Shalom,

Bagi beberapa orang, berdoa adalah sebuah kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kewajiban dalam beragama. Ketika doa tidak kunjung dijawab, mereka pun cepat putus asa dan berpaling dari Allah. Dalam edisi ini, kami akan membagikan artikel yang membahas doa sebagai perjuangan iman. Karena artikel ini cukup panjang, maka kami membaginya menjadi dua edisi -- 62 dan 63, sehingga Anda lebih mudah untuk menyimak dan menarik nilai-nilai, serta prinsip yang dapat membangun kehidupan doa Anda. Kiranya artikel yang kami sajikan dapat meneguhkan kehidupan doa Anda. Selamat menyimak, selamat bertumbuh dalam iman. Tuhan Yesus memberkati!

Doa Profetik: Pengubah Peta Masa Depan 2

30 / 7 / 2012

Menyuarakan Suara Kenabian

Tidak ada yang istimewa mengenai Yahaziel. Tidak terlalu tinggi, namun juga tidak terlalu pendek. Kulitnya tidak hitam, namun tidak dapat dibilang putih. Tidak gemuk, namun tidak kurus. Ia bukan seorang pejabat yang disambut dengan karpet merah. Bukan pula seorang ilmuwan dengan sederet penghargaan. Namanya tidak terdaftar dalam urutan para nabi di Israel. Ia adalah orang rata-rata, rakyat jelata. Jika ia berada di tengah orang banyak, sulit untuk membedakan Yahaziel dengan rakyat lainnya.

Doa Profetik 2

30 / 7 / 2012

Shalom,

Di edisi yang lalu, kita sudah menyimak tentang fungsi doa profetik bagi umat percaya. Kini, kita akan menyimak apa saja yang menjadi ciri-ciri umat yang profetik. Tujuannya adalah supaya kita dapat mengintrospeksi diri dan semakin giat mengejar kemurnian hidup, sehingga kita dapat menjadi pembawa Kabar Baik yang lebih efektif bagi dunia yang dikasihi-Nya. Selamat menyimak.

Redaksi Tamu e-Doa,
Yosua Setyo Yudo
http://doa.sabda.org >

Doa Profetik: Pengubah Peta Masa Depan 1

19 / 7 / 2012

Tersesat tidak hanya terjadi di dalam rimba gelap yang penuh semak dan tumbuhan raksasa. Di tengah kota yang terang benderang pun orang bisa tersesat. Untunglah ada peta sebagai petunjuk jalan. Walaupun ada dua hal yang berbeda, peta dan para nabi dapat masuk dalam satu golongan, yaitu golongan pemberi petunjuk. Peta menunjukkan jalan dan para nabi menunjukkan "masa depan". Peta mencegah orang tersesat di kota, para nabi mencegah orang tersesat di kemudian hari akibat keputusan yang salah. Nama Yahaziel tidak pernah terdengar sebelumnya, namun tiba-tiba saja ia menjadi pemeran utama dalam skenario ini. Entah apa yang akan terjadi bila Yahaziel tidak tampil. Mungkin halaman terakhir sejarah bangsa Yehuda ialah zaman pemerintahan Yosafat karena setelah itu mereka punah. Yahaziel adalah seorang penyelamat bangsa. Tetapi, Anda tidak akan menemukan namanya dalam daftar para pahlawan di Yehuda, apalagi dalam daftar raja-raja. Suara profetik yang ditaruh Allah dalam hatinya mengalir melalui ucapan-ucapannya.