HARI 25: KERENDAHAN HATI YESUS (14 Maret 2026)
Yesus, Tuhan dan Guru, merendahkan diri membasuh kaki murid-murid-Nya—kuasa sejati dinyatakan melalui kasih, pelayanan, dan ketaatan.
Opini, refleksi, dan pemikiran seputar kehidupan doa serta kerohanian, yang mengajak Anda melihat doa secara relevan dalam konteks hidup dan pelayanan masa kini.
Yesus, Tuhan dan Guru, merendahkan diri membasuh kaki murid-murid-Nya—kuasa sejati dinyatakan melalui kasih, pelayanan, dan ketaatan.
Yesus menangis bersama yang berduka, lalu mengalahkan maut—Dia adalah kebangkitan dan hidup, memberi pengharapan kekal bagi yang percaya.
Firman Allah jatuh ke hati yang berbeda; hanya hati yang rindu dan berakar dalam kebenaran akan berbuah, menemukan Kerajaan sebagai harta sejati.
Allah mencari yang hilang dengan kasih Bapa—mengejar, mengangkat, memulihkan, dan bersukacita besar ketika anak-Nya pulang kembali.
Mengasihi Allah berarti mengasihi sesama—bahkan musuh—dengan belas kasihan nyata, hidup taat, dan keberanian mengalahkan kejahatan melalui kebaikan.
Allah menciptakan dunia dengan firman-Nya, menghadirkan terang, keteraturan, dan kehidupan, serta mengundang manusia hidup dalam rancangan-Nya.
Allah meninggikan yang rendah hati; keselamatan bukan upah usaha, melainkan anugerah bagi hati yang berserah dan mengikut Yesus.
Yesus berkuasa atas badai dan kegelapan; Dia membebaskan yang terikat, menenangkan yang takut, dan mengutus yang diselamatkan bersaksi.
Yesus mengampuni dosa, menyembuhkan yang hancur, dan memanggil orang berdosa—iman yang berani membuka jalan bagi kuasa dan kasih Allah.
Yesus menang atas godaan, menggenapi Kitab Suci, dan membawa Kabar Baik—pembebasan, kesembuhan, dan pengharapan bagi yang tertindas.