HARI 11: SEPULUH PERINTAH ALLAH (28 Februari 2026)
Allah memberi hukum-Nya sebagai pagar kasih, menyingkapkan dosa manusia, dan menuntun hati yang haus kepada kebutuhan akan pengampunan sejati.
Allah memberi hukum-Nya sebagai pagar kasih, menyingkapkan dosa manusia, dan menuntun hati yang haus kepada kebutuhan akan pengampunan sejati.
Melalui darah domba Paskah, Allah membuka jalan keselamatan—hukuman dilewati, perbudakan berakhir, dan harapan lahir bagi umat-Nya.
Allah mendengar jeritan umat-Nya, menyatakan diri-Nya sebagai “AKU ADALAH AKU”, dan memanggil Musa untuk membawa pembebasan dari penderitaan.
Dalam ketaatan yang menyayat hati, Abraham mempercayai Allah sepenuhnya—dan Allah setia menyediakan pengganti, menyingkapkan kasih serta janji-Nya.
Abraham menaati panggilan Allah dengan iman, meninggalkan segalanya, dan percaya pada janji-Nya yang memberi harapan serta berkat bagi bangsa-bangsa.
Ketika manusia meninggikan diri dan mencari nama sendiri, Allah turun campur tangan—membongkar kesombongan demi kebaikan dan rencana-Nya.
Setelah air bah, Allah mengikat perjanjian penuh kasih, menjanjikan pemeliharaan, harapan, dan kesetiaan-Nya bagi seluruh bumi dan generasi.
Di tengah kejahatan manusia dan penghukuman Allah, kasih karunia-Nya tetap bekerja—menyediakan jalan keselamatan bagi mereka yang percaya dan taat.
Ketika manusia melanggar perintah Allah, rasa malu dan keterpisahan lahir—namun di tengah kejatuhan, Allah mulai menyingkapkan rencana keselamatan-Nya.
Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya untuk hidup dalam relasi, pernikahan, dan komunitas, mencerminkan kasih serta rancangan-Nya yang mulia.